Forum Komunitas Online Gunungkidul
JANGAN LUPA PESAN KAOS WONOSARI.COM
DAN MARI KITA KUMANDANGKAN GUNUNGKIDUL MELALUI BERBAGAI MEDIA


Forum Komunitas Online Gunungkidul

Selamat Datang di Tempat Ngumpul Online Pengguna Internet di dan dari Gunungkidul. Tempat share semua informasi tentang Gunungkidul.
Indeks­FAQ­Pencarian­Pendaftaran­Anggota­Merchandise FKKOGK­Login
PEMESANAN KAOS WONOSARI.COM TELAH DIBUKA KEMBALI UNTUK PEMESANAN SILAHKAN KLIK DISINI
Pencarian


Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Ngobrol


Pasang Badge di Blog


Copy kode di bawah ini:
Links
Pemkab Gunungkidul
Pesona Gunungkidul
SKB Gunungkidul
Disdik Gunungkidul
Pantai Wediombo
Pariwisata GK
Facebook
Follow us on Twitter
Info
IKLAN


Webstats FKOGK
Facebook FKOGK
Kirim topik baru   Kirim balasanShare | 
 

 Syekh Siti Jenar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next
PengirimMessage
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Padang Karautan
Reputation: 16

PostSubyek: Syekh Siti Jenar   Thu Jun 19, 2008 11:34 am

First topic message reminder :

Bagi yang tahu tentang Riwayat dan ajaran syekh siti jenar mari berbagi.......jika tidak suka jgn mencela.....lebih baik diam......
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat kontroversial di Jawa, Indonesia.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya, di masyarakat,
terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.
Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah
intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran -
ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang bertentangan dengan cara hidup Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Konsep dan AjaranAjaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan
dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti
Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai
kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian
justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.
Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum yang bersifat
keduniawian (hukum negara dan lainnnya), tidak termasuk didalamnya
hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu baru berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah
itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang
dipropagandakan oleh para ulama pada masa itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang Hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat manusia
dan Tuhan. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4
tahapan ; 1. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat,
zakat dll); 2. Tarekat, dengan melakukan amalan-amalan spt wirid,
dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu; 3. Hakekat, dimana hakekat
dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan; dan 4. Ma'rifat,
kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. Bukan berarti bahwa
setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya
ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para
ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syech
Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami setelah melewati ratusan tahun
pasca wafatnya sang Syech. Para ulama mengkhawatirkan adanya
kesalahpahaman dalam menerima ajaran yang disampaikan oleh Syech Siti
Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa itu ajaran Islam yang
harus disampaikan adalah pada tingkatan 'syariat'. Sedangkan ajaran
Siti Jenar sudah memasuki tahap 'hakekat' dan bahkan 'ma'rifat'kepada
Allah (kecintaan yang sangat kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang
disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata 'SESAT'.
Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat
masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap
pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa.
Hanya saja masing - masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda
- beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh
karena itu, masing - masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk
mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar.
Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih
mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang
beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa
disebut ikhlas.

Manunggaling Kawulo Lan GustiDalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti
dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan
bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan
kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi sangat dekat dengan
Tuhannya.
Dan dalam ajarannya, 'Manunggaling Kawula Gusti' adalah bahwa di
dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai
dengan ayat Al Qur'an yang menerangkan tentang penciptaan manusia ("Ketika
Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan
manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan
Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan
bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)"
)>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.
Perbedaan penafsiran ayat Al Qur'an dari para murid Syekh Siti
inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam
ruh Tuhan, yaitu polemik paham 'Manunggaling Kawula Gusti'.

Hamemayu Hayuning BawonoPrinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap muslim, salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di bumi.

KontroversiKontroversi
yang lebih hebat terjadi di sekitar kematian Syekh Siti Jenar.
Ajarannya yang amat kontroversial itu telah membuat gelisah para
pejabat kerajaan Demak Bintoro.
Di sisi kekuasaan, Kerajaan Demak khawatir ajaran ini akan berujung
pada pemberontakan mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama seperti Raden Patah) dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.
Dari sisi agama Islam,
Walisongo yang menopang kekuasaan Demak Bintoro, khawatir ajaran ini
akan terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat.
Kegelisahan ini membuat mereka merencanakan satu tindakan bagi Syekh
Siti Jenar yaitu harus segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman
utusan Syekh Dumbo dan Pangeran Bayat
ternyata tak cukup untuk dapat membuat Siti Jenar memenuhi panggilan
Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke Kerajaan Demak.
Hingga konon akhirnya para Walisongo sendiri yang akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Siti Jenar berada.[rujukan?]
Para Wali dan pihak kerajaan sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati
bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah membangkang kepada raja. Maka berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng.
Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu ilmu antara kelima
wali tersebut dengan Siti Jenar. Menurut Siti Jenar, kelima wali
tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuh Siti Jenar. Karena
beliau dapat meminum tirtamarta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.[rujukan?]
Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di hadapan kelima wali.
Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya, serentak keempat muridnya
yang benar-benar pandai yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri "kematian"-nya dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di hadapan para wali.[rujukan?]
Kisah pada saat Pasca KematianTerdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu bunga dan cahaya kilau kemilau memancar dari jenazah Siti Jenar.
Jenazah Siti Jenar sendiri dikuburkan di bawah Masjid Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid Mantingan, Jepara, dengan nama lain.
Setelah tersiar kabar kematian Syekh Siti Jenar, banyak muridnya
yang mengikuti jejak gurunya untuk menuju kehidupan yang hakiki. Di
antaranya yang terceritakan adalah Kiai Lonthang dari Semarang Ki Kebokenanga dan Ki Ageng Tingkir.

sumber: wikipedia.org
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user

PengirimMessage
gaplex
Koordinator


Lokasi: KARANG DUWET,KARANG MOJO,CILEDUG
Reputation: 6

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 19, 2009 2:29 pm

yo cobo kang nek njenengan nduwe catatan sing komplit....
mang bagi nten mriki.......
kajenge do ngerti sithik2....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
bagusee
Warga


Lokasi: Jakarta
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 11:35 am

Berikut ini resensi ringkas buku-buku Achmad Chodjim (Versi Inibuku.com)

Makna Kematian (SSJ1)

Syekh Siti Jenar. Kehadirannya telah menenteramkan sekaligus menggelisahkan! Ajaran Islam yang diajarkannya sangat kontroversial. Jika para wali lain di zamannya menanamkan Islam secara akulturasi, ia membangun Islam di Jawa secara asimilasi, yang kelak dikenal sebagai Islam Jawa atau Islam Kejawen. Pandangan sufistik Islam diramunya dengan mistik Jawa. Lahirlah Islam yang tidak berwajah keras, tapi memancarkan kesejukan - sebagai rahmatan lil alamin.

Buku ini mengupas makna kematian yang diajarkan oleh tokoh yang lebih sering disalahpahami itu. Achmad Codjim juga membawa kita menyelami khazanah kearifan tradisional - tentang rahasia alam, hidup, akal budi, hakikat dan eksistensi manusia - yang diperkaya dengan pelbagai argumentasi keagamaan.

Syekh Siti Jenar 2
Makrifat dan Makna Kehidupan

Syekh Siti Jenar. Ia juga akrab dipanggil Syekh Lemah Abang. Ketinggian ilmunya mengundang curiga. Wali-wali sepuh yang mengajarnya menyangka dia punya ilmu sihir. Padahal, yang muncul tiba-tiba dan disaksikan oleh santri-santri Giri adalah karamahnya. Tetapi, yang membuat nama Syekh Siti Jenar mencuat bukan semata-mata ketinggian ilmunya, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain. Keteladanannya dalam beragama mudah diikuti orang lain. Tak heran bila setiap hari masjid di Pesantren Lemah Abang dipenuhi orang.
Melanjutkan buku sebelumnya—Syekh Siti Jenar: Makna 'Kematian"—buku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini akan mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.

Tauhid yang menjadi landasan pokok dalam beragama ia ajarkan hingga tuntas. Sifat 20 tidak diajarkan sebagai sifat Tuhan semata, tapi juga sifat yang disandang oleh hamba-Nya yang mukmin. Justru di sinilah ajaran Siti Jenar lebih menarik daripada ajaran yang disampaikan oleh para wali lainnya.
Rukun Islam dijabarkan sebagai basis perilaku dalam hidup sehari-hari. Muslim sejati tak sekadar mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, berpuasa, menunaikan zakat, dan berhaji secara formal. Kalau hanya itu, muslim sulit melepas mentalitas pembangunan yang buruk, mental korupsi dan kolusi. Warisan lama inilah yang hendak diberantas oleh Syekh Siti Jenar.

Bagi Syekh, iman bukanlah semata-mata kepercayaan. Iman harus dapat ditransformasikan dalam kehidupan. Iman bukanlah bekal untuk menghadapi kematian sebagaimana kita membawa bekal dalam perjalanan yang jika kita lapar lalu kita makan. Di tangan Syekh, rukun iman melahirkan kemanunggalan iman, sebagai wujud manunggaling kawula klawan Gusti dalam kehidupan nyata di bumi.
Rukun Islam dan Iman tidak hanya dipraktikkan berdasarkan olah budi dan cipta. Bila tidak berada di atas kehendak Tuhan, keinginan akan mengotori jiwa. Hanya bila budi dan cipta telah dipimpin Tuhan, kita akan terlepas dari ketersesatan.

Syekh juga mengupas lugas makna sifat Rasul bagi kehidupan kita, rahasia Sasahidan, dan pandangan revolusioner tentang Hari Akhir.



Tambahan :

Setahu saya A. Chodjim dan Agus Sunyoto adalah dua dari penulis tentang SSJ yang memiliki garis ilmu dan guru dari SSJ. Bukan penulis yang hanya mencuplik dari sumber sana sini. Sepertinya dari garis yang berbeda.
Jadi isi bukunya sedikit banyak lebih dalam.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
bagusee
Warga


Lokasi: Jakarta
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 11:48 am

Pardjimin wrote:
melu nyimak sik..

gek karo arep takon..
lha gek syekh siti jenar kui due anak lan bojo ra yo.. ?
nak due saiki keturunane tekan turunan piro ?
gek ono ngendi ?


--------------------

Konon ceritanya :


Gurunya Sdr. Agus Sunyoto yang menulis novel SSJ adalah keturunan SSJ yang ke-13 dan sekarang berdomisili di Surabaya.

Dan konon setiap keturunan punya cincin wasiat yang berhuruf Alloh (dlm bhs Arab).
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Padang Karautan
Reputation: 16

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 12:52 pm

weh mas....kuwi kan dudu keturunane yooo...kuwikan keturunan perguruan wae...

_________________
Sekedar berlabuh
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
bagusee
Warga


Lokasi: Jakarta
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 2:24 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
weh mas....kuwi kan dudu keturunane yooo...kuwikan keturunan perguruan wae...


Yoi ... gurunya Agus Sunyoto yang keturunan, konon begitu.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kliwon semin
Koordinator


Lokasi: jakarta
Reputation: 6

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 25, 2009 10:50 pm

sing jelas keturane nabi adam....

termasuk awake dewe........... Rolling Eyes
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
elfan
Warga


Lokasi: jakarta
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jun 22, 2009 4:21 pm

Iman dan ihsan itu merupakan bagian dari ajaran Islam, jadi bukan masing-masing berdiri sendiri. Syahadat itu merupakan dasar pokok dari ajaran Islam, sekaligus adalah 'puncak' atau kesimpulan dari ajaran iman. Tatkala dia yakin dengan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Islam, maka dia mengucapkan syahadat. Jabaran dari syahadat itu tergambar dalam rukun iman yang 6 (enam) pekara tersebut. Shalat dan puasa adalah gambaran ibadah dari ajaran Islam. Sementara zakat dan haji pada hakikatnya adalah muamalat, karena kedua perintah ini pasti menyangkut hubungan dengan orang lain.

Apabila rukun Islam dilaksanakan oleh setiap Muslim dengan tingkat iman yang tinggi dan dengan cara yang ikhlas dan ihsan yakni semata karena Allah SWT dan Allah SWT pasti melihat Anda, maka jadilah orang itu sufi. Jadi sufi itu adalah seseorang Muslim yang benar-benar melaksanakan rukun Islam dengan tingkat iman yang tinggi dan didasarkan dengan ihsan dan ikhlas. Semua orang Muslim bisa menjadi sufi dan tidak pula wajib harus dengan mursyid tertentu atau toriqoh tertentu. Insya Allah, Anda pun bisa jadi sufi.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Agus susanto1999
KorLap


Lokasi: jakarta palmerah
Reputation: 9

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jun 22, 2009 6:45 pm

Ajaran syekh siti jenar sebetulnya tidak menyimpang,,cuma beliau kurang pas atau emang ada masksud tertentu.beliau mengajarkan ajaran tasawuf tingkat tinggi kepada orang awam yg kurang faham dalam mengartikan ajaran manunggaling kawula lan gusti,,
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
elfan
Warga


Lokasi: jakarta
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jun 22, 2009 9:18 pm

aku tak usah tinggi-tinggi.....
entar kalo jatuh......
ya teras tenan,
yang biasa-biasa saja Smile
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
SYAHYANGWENANG
Warga


Lokasi: MAGELANG
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jul 06, 2009 1:10 pm

Dalam diri manusia terdapat segumpal daging,
Apabila segumpal daging itu rusak,
Maka rusaklah seluruhnya,
Segumpal daging itu bernama qolbu,
Qolbu itu ati dalam bahasa Jawa,
Gusti sering diartikan Bagusing Ati,
Gusti berarti pula Qolbu,
Qolbu yang menjadi cerminan,
Khaliq dengan ciptaan-Nya,
Qolbu adalah terminal,
Ati itu jangka jangkahing jaman,
Atau titik pusat kesadaran kehidupan,
Ruang dan waktu dimana kita hidup,
Kawulo adalah hamba,
Gusti adalah bagusing ati,
Bagusnya qolbu manusia,
Dalam menghamba kepada Allah,
Manusia menghamba itu kawulo,
Dengan hati yang bisa mencerminkan Allah,
Maka manunggallah kawulo dan gusti,
Apabila qolbu itu dekat dengan Allah,
Sampai dekatnya dengan urat nadi leher,
Maka hati hamba menjadi tempat bersemayamnya Allah,
Kalau hati dekat dengan Allah,
Fikiran tenang dan mendengarkan suara hati,
Perkataan difikirkan dulu,
Tindakan diniyatkan dijalan Allah,
Maka benar,
Manunggaling Kawulo Gusti,
Sehingga,
Jumbuh Kawulo lan Gusti,
Dalam ridlo-Nya,
Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,
Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,
Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,
Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,
Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya
Seorang temanku pernah berkata,
Seks itu tidak tabu,
Seksi itu adalah fitrah manusia,
Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,
Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,
Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,
Pemahaman tentang seks,
Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,
Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,
Yang belum layak,
Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….
Manunggaling Kawulo Gusti,
Bukan berarti engkau jadi Fir’aun,
Karena Fir’aun pun mengaku aku menjadi Tuhan,
Padahal Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah mengaku-aku Tuhan,
Justru sebaliknya menghamba kepada Tuhan,
Sehingga semua tindakan mencerminkan sifat dan asma Tuhan.
Engkau hanya bisa mencerminkan sifat dan asma Tuhan,
Justru ketika engkau melakukan sebaliknya,
Dimana qolbu, hati, ati atau manah,
Menjadi cerminan Sifat Tuhan,
Pemahaman Manunggaling Kawulo Gusti bukan berarti tidak bekerja,
Karena bekerja merupakan syarat hidup,
Dengan bekerja kita merasa membutuhkan Tuhan dalam berkarya,
Bukan sebaliknya….
Apabila Manunggaling Kawulo Gusti ini justru mendatangkan kesalahan persepi,
Dan kesesatan akibat kesalahan persepsi,
Mending dilarang saja ajarannya berkembang di masyarakat,
Sebagaimana dilarangnya gambar porno di masyarakat,
Seks-nya itu sendiri tidak dilarang,
Namun penyimpangan yang diakibatkan pemahaman yang tidak pada tempatnya-lah yang menyebabkan kerusakan,
Now, pertanyaan terakhir,
Apakah Manunggaling Kawulo Gusti itu sesat ?
Silahkan jawab sendiri.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kliwon semin
Koordinator


Lokasi: jakarta
Reputation: 6

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Jul 10, 2009 5:28 pm

duh, dowo banget postinge

intine setuju,

hakekat kudu dibarengi karo sareat ajib
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
setyo
Warga


Lokasi: banten
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Jul 21, 2009 6:23 pm

Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,
Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,
Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,
Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,
Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya
Seorang temanku pernah berkata,
Seks itu tidak tabu,
Seksi itu adalah fitrah manusia,
Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,
Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,
Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,
Pemahaman tentang seks,
Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,

Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,
Yang belum layak,
Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Agus susanto1999
KorLap


Lokasi: jakarta palmerah
Reputation: 9

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Jul 21, 2009 6:32 pm

setyo wrote:
Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,
Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,
Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,
Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,
Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya
Seorang temanku pernah berkata,
Seks itu tidak tabu,
Seksi itu adalah fitrah manusia,
Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,
Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,
Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,
Pemahaman tentang seks,
Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,

Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,
Yang belum layak,
Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….




betul itu kang
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
sacho_eka
Camat


Lokasi: tangerang- banten
Reputation: 7

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Jul 21, 2009 10:16 pm

melu moco-moco karo mikir-mikir...

melu kang lodang sik... nonton seko kadohan aku.. ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
nananhahn
Warga


Lokasi: Bandung
Reputation: 0

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sat Aug 01, 2009 10:31 pm

Saya baru gabung , dan pgen tau lebih lanjut tentang syekh siti jenar..jadi saya mau baca2 aja dulu, kalo banyak yg posting saya senang, berarti saya bisa banyak baca n semoga bisa mengambil intisarinya..hehehehee...salam kenal semua..
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 

Syekh Siti Jenar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 5 dari 6Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Permissions of this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Komunitas Online Gunungkidul :: :: LIVE AND LOVE :: :: Kebatinan, Misteri dan Ghaib-
Kirim topik baru   Kirim balasan