Gunungkidul yang terkenal dengan gudang sapi dan kambing maka kebutuhan makanan ternak tersebut perlu antisipasi dari para peternak.Hal ini perlu di perhitungkan sebab pada musim kemarau Gunungkidul merupakan daerah yang sulit menemukan sumber air.
Para peternak sapimaupun kambing mengembangkan tanaman –tanaman yang bisa untuk menjadi makanan sapi atau kambing.Salah satu yang dikembangkan adalah tanaman Kolonjono .Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan
yang bila besar mempunyai buku atau ros.kolonjono_1Kolonjono dapat ditanam dipinggiran ladang atau sawah dan dapat tumbuh juga di galengan-galengan.Penanamannya bisa dengan bibitnya atau batangnya yang sudah tua kemudian ditanam dalam lokasi yang sudah digemburkan dengan pacul.
Setelah ditanam bila kebetulam musim penghujan maka tinggal memupuk dengan pupuk kandang atau pupuk UREA dan menyiangi dari rumput dan gulma.
kandang_sapi_3Bila sudah berumur kurang lebih satu bulan maka tanaman kolonjono sudah bisa dipanen dengan cara memangkas
Bila sudah dipangkas rata maka kemudian diurug sedikit dengan tanah untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru. Bila tunas baru sudah tumbuh maka di bawah tunas tersebut diberi pupuk UREA agar pertumbuhannya lebih cepat dan lebih baik.
Dengan adanya pembudidayaan tanaman kolonjono ini maka para peternak akan dapat memperpanjang penyediaan makanan hijauan untuk ternak peliharaan mereka minimal 1,5 sampai 2 bulan sejak musim kemarau datang.
Dimusim kemarau pun tanaman ini masih dapat dibudidayakan di lokasi lokasi yang dekat dengan sumber air seperti pinggiran sungai, pinggiran saluran air dan sebagainya.
irigasi_4Untuk menyirami tanaman ini para petani mempergunakan alat yang dinamakan blek atau gembor seperti dalam gambar.gembor
Demikian sekilas pemanfaatan tanaman kolonjono untuk persediaan hijauan makanan ternak di Gunugkidul mudah-mudahan ada manfaatnya bagi para pembaca.
2. Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu). Q.S Al-An’am ayat 2
sumber
http://azzamudin.wordpress.com