Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
kancil
KorLap
avatar

Lokasi : @kabarGunkid
Reputation : 1
Join date : 06.04.08

PostSubyek: Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?   Tue Dec 18, 2012 5:17 pm

NB: Karena autocorrect Gunungkidul yg dipasang di forum, maka spasi diganti strip(-) Very Happy

Sedikit mengusik sebuah tema yang terkadang dianggap sepele namun sebenarnya penting untuk diingat yaitu penulisan nama kabupaten Gunungkidul. Banyak sekali dijumpai dalam sebuah kalimat yang menyebutkan nama Gunungkidul dalam konteks nama kabupaten menjadi Gunung-Kidul, bukan hanya dalam artikel blog personal bahkan sampai artikel media nasional semacam Kompas dan Detik pun masih salah dalam penyebutan nama kabupaten.

Begitupun di media Twitter, penyebutan Gunungkidul masih acakadul alias berantakan. Ketika kita ingin menyebutkan secara lengkap nama kabupaten, yang benar adalah Gunungkidul dalam satu kata yang menyambung bukan Gunung-Kidul. Bedakan dengan pemakaian bahasa prokem atau bahasa gaul semisal Gunkid, GK, South Mountain dll. Dianggap penting atau tidak tetap menjadi sesuatu yang penting, apalagi menyangkut masalah administrasi. Seperti yang terjadi beberapa saat yang lalu ketika terjadi kesalahan penulisan Gunungkidul pada e-KTP maka 1.800 lembar e-KTP harus dicetak ulang.

Ada apa dengan penulisan Gunungkidul?

Dalam sebuah berita nasional misalnya menyebutkan nama Gunung-Kidul dan Tanjung Pinang. Dalam pemberitaannya dikemukakan bahwa Gunung-Kidul adalah nama kabupaten di Yogyakarta, sedangkan Tanjung Pinang merupakan ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Kok sempat terusik? Bukankah benar kedua kata diatas sesuai dengan namanya?. Kalau ada orang yang menyatakan bahwa Gunung-Kidul itu berarti sebuah gunung yang bernama Kidul, dan Pinang itu sebuah nama tanjung (daratan yang menjorok ke laut), apakah tidak boleh, inikan tidak salah juga. Disinilah perlu aturan baku tentang penulisan tersebut.

Penulisan unsur rupabumi memiliki aturan tersendiri yang sifatnya resmi, berstandart, dan dibakukan oleh negara. Hal ini berarti penulisan yang ada di media cetak termasuk koran, majalah, tentu mengacu (refers) kepada aturan baku penulisan. Penulisan yang baku tidak bisa disamakan dengan misalnya bahasa SMS (short message service) dan blog. Mungkin dalam SMS dan blog banyak sekali singkatan nama, misalnya GK untuk Gunungkidul, YK untuk Yogyakarta, bahkan ada yang nyeleneh misalnya Seoul untuk menyebut Desa Selo, Texas untuk menyebut Kec. Teras, atau Cla-10 untuk menyebut Klaten, dst. Dalam hal ini sah-sah saja karena hanya sebuah SMS yang intinya bisa dimengerti oleh pihak penerima dan bisa hapus dalam hitungan detik.

Kembali ke kasus penulisan ‘Gunung-Kidul’ dan ‘Gunungkidul’. Dalam aturan penulisan unsur rupabumi dikenal adanya elemen generik dan elemen spesifik.

Elemen Generik adalah nama yang menerangkan dan atau menggambarkan bentuk umum suatu unsur rupabumi dalam bahasa indonesia atau bahasa daerah. Misal :gunung, krueng, sungai, ci, bukit, kali, kota, dsb.

Elemen Spesifik adalah nama diri dari elemen generik yang disebutkan sebelumnya. Misal : Merapi merupakan nama spesifik dari elemen generik berupa gunung, Tarum merupakan nama spesifik dari elemen generik berupa Ci (sungai), Bogor merupakan elemen spesifik dari elemen generik berupa kota, begitu pula dengan Gunungkidul merupakan elemen spesifik daerah sebuah kabupaten.

Lalu bagaimana dengan ‘Gunung-Kidul’ dan ‘Gunungkidul’, apakah tata cara penulisan keduanya benar dan baku? Tergantung konteks kalimatnya. Ketika konteksnya berbicara bahwa Kidul merupakan nama sebuah Gunung, maka tata cara penulisannya dipisah yakni Gunung-Kidul, setipe dengan nama Gunung Merapi. Tetapi ketika konteksnya menyatakan bahwa kata ini merupakan wilayah administrasi, maka tata cara penulisannya disambung yakni Gunungkidul, setipe dengan kata Sukabumi.

Begitu juga dengan kata ‘Tanjung Pinang’ dan ‘Tanjungpinang’. Ketika konteksnya berbicara bahwa Pinang merupakan nama sebuah Tanjung, maka penulisannya dipisah yakni Tanjung Pinang, tetapi ketika konteksnya berupa wilayah maka penulisannya harus disambung yakni Tanjungpinang.

Meskipun terkadang dianggap sepele, namun jelas sekali bahwa ternyata tak sesepele yang dianggap orang. Apalagi jika hal ini masih terjadi dan dilakukan oleh pihak-pihak yang seharusnya tahu aturan baku penulisan sebuah kata.

Sumber: GdHe

_________________
Kembali Ke Atas Go down
http://artonedigital.com
alventa
Pengawas
avatar

Lokasi : http://instaforex.com/
Reputation : 5
Join date : 24.06.11

PostSubyek: Re: Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?   Wed Dec 19, 2012 7:54 am

Maka harus benar-benar diperhatikan gan, biar tidak salah....

_________________
Join with InstaForex | Indonesian Forex Forum |
Follow us on FaceBook | Keep Learning and Doing |
Kembali Ke Atas Go down
http://instaforex.com/
macanWong7
Koordinator
avatar

Lokasi : www.batuzakar.net
Reputation : 5
Join date : 22.02.09

PostSubyek: Re: Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?   Tue Jan 15, 2013 7:01 pm

yen nulise cepet tetep keno spasi
sebab biasane yo ngunu.... GunungKidul
gunung (pegunungan) - kidul (selatan)
Kembali Ke Atas Go down
http://www.batuzakar.net
alventa
Pengawas
avatar

Lokasi : http://instaforex.com/
Reputation : 5
Join date : 24.06.11

PostSubyek: Re: Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?   Sat Jan 19, 2013 9:39 am

Yang penting bisa benar gan, salam Very Happy

_________________
Join with InstaForex | Indonesian Forex Forum |
Follow us on FaceBook | Keep Learning and Doing |
Kembali Ke Atas Go down
http://instaforex.com/
Sponsored content




PostSubyek: Re: Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?   

Kembali Ke Atas Go down
 
Mengapa Gunungkidul, bukan Gunung(spasi)Kidul?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: ALL ABOUT GUNUNGKIDUL :: Norma - Norma Daerah-
Navigasi: