Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 16, 2008 2:07 pm

Aroma Wangi ”Mpok Oneng” dan ”Bajuri” di Gunungkidul

WONOSARI – Debu kemarau mengepul mengiringi laju sebuah mobil Toyota Kijang membelah pedusunan di Karangmojo, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (11/11) sore. Ketika mobil itu kemudian berhenti, maka debu yang semula mengekor di belakang mobil, lantas menabrak mobil itu kembali.
Pintu-pintu mobil pun terbuka. Sekitar tujuh orang turun dari kendaraan itu, di antaranya remaja dan orang tua. Dandanan para remaja itu khas kawula muda Ibu Kota Jakarta Raya, sama dengan mobil yang mereka tumpangi bernomor polisi B. Merekalah wong Gunungkidul yang sukses hidup di Jakarta.
Bau parfum mobil segera tercium. Wajah pemudik ini pun tidak terlalu kusut, apalagi berkeringat. Maklum, mobil ber-AC. Lalu, sayup-sayup terdengar alunan lagu-lagu Westlife di antara deruman lembut suara mesin yang belum dimatikan. Kenapa bukan lagu-lagu Campursari? Entahlah. Gunungkidul memang mendadak berubah setiap Lebaran.
Kisah mudik dengan berdesakan di atas bus umum, itu kuno. Kini keluarga Widodo itu sudah memiliki mobil pribadi. Pastilah kisah papa-nestapa makan nasi thiwul berlauk daun singkong pada tahun 1970-an tidak pernah dirasakan oleh Widyastuti (15), anak Widodo.
Widyastuti sebenarnya bukan lagi wong Gunungkidul, karena ia lahir di kota metropolitan Jakarta. Jika orangtuanya selalu mengajaknya pulang ke Gunungkidul, itulah ritual wajib, sebuah ikatan batin nan dalam yang ingin ditularkan kepada anak-anaknya. Harus ingat leluhur. Harus ingat kakek-nenek maupun mendiang kakek-nenek buyut.
”Saya masih bisa merasakan enaknya makan thiwul berlauk ikan asin, sayur daun singkong dan tentu saja bersambal pedas. Tapi entahlah anak-anak saya. Zaman sudah berubah. Gunungkidul bukan lagi daerah terkenal dengan kemiskinannya, meski masih saja tandus dan kering,” tutur Widodo.

Makanan Kenangan
Thiwul pun kini bukan lagi sebagai makanan pokok, namun berubah menjadi makanan kenangan. Setidaknya, masih ada penjual thiwul dengan sayur dan lauknya yang khas. Sekali lagi, hanya untuk mengenang kepahitan masa lalu dalam suasana kemakmuran di masa kini.
Mungkin banyak wong Gunungkidul yang sudah tidak lagi ingat masa paceklik parah pada tahun 1960-an. Kemarau panjang, lahan yang tandus, adalah potret kemiskinan. Pada tahun 1964, misalnya, ada 30.000 warga (hampir 10 persen penduduk) terserang penyakit busung lapar (Hongeroedeem) akibat kurang pangan. Sebanyak 106 jiwa tak tertolong lagi, sementara 600 orang terpaksa dirawat di rumah sakit.
Kisah kekurangan pangan itu terjadi lagi pada tahun 1970-an sehingga masyarakat di sana terpaksa makan bulgur yang di Amerika Serikat dikenal sebagai pakan kuda. Kini, keluarga Widodo merupakan bagian dari sekitar 70.000 warga Gunungkidul yang pulang kampung setiap Lebaran.
Menurut Bupati Gunungkidul, Yoetikno, 10 persen warganya memang perantau. Sebagian besar berada di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

“Putaran uang bisa mencapai Rp 100 miliar hingga Rp 140 miliar pada masa Lebaran jika diperkirakan satu orang rata-rata membawa Rp 2 juta,” tutur Yoetikno.
Lebaran akhirnya menjadi berkah bagi mereka yang masih menetap di tanah-tanah tandus itu. Puluhan mobil bernomor polisi B – kebanyakan Toyota Kijang – tiba-tiba hilir- mudik di Kota Wonosari pada Kamis petang lalu hingga malam hari. Warung-warung bakso dan pertokoan banyak dikunjungi pembeli. Dan percakapan dengan dialek “Mpok Oneng” dan “Bajuri” pun terdengar di sana-sini. Maklum saja, mereka adalah pemudik asal Jakarta.
Tiba-tiba saja, di sebuah warung bakso terdengar derai tawa renyah remaja. Saling ledek di antara mereka makin ramai. Tentu saja tetap dalam dialek Jakartanan. Gunungkidul telah menggeliat.
Meski debu kemarau makin menebal di trotoar Kota Wonosari, namun ketika berpapasan dengan serombongan keluarga yang akan memasuki sebuah toko pakaian, terciumlah aroma parfum dengan wangi lembut. Khas parfum kelas menengah ke atas. Tiada lagi bau sirih yang dikunyah simbok-simbok tua. Pada Lebaran kali ini, Gunungkidul memang menjadi “gadis” yang begitu rupawan. Cantik, kenes, wangi, dan masih ditambah satu lagi: kaya!
Bagi pedagang pakaian seperti Sutarni, kedatangan pemudik benar-benar rezeki yang diharapkan. Keuntungan besar bisa diraih dari para pemudik. “Mereka orang-orang berduit. Mereka tidak begitu mempedulikan harga barang yang akan dibelinya. Asalkan senang dan cocok, mereka pasti membeli kendati harganya lumayan tinggi. Ini mungkin yang namanya berkah Lebaran,” katanya.

Hujan Belum Turun
Soal hujan yang belum kunjung turun, menurut Taryono, penduduk Wonosari, pekan-pekan ini memang puncak kemarau. Ada sepuluh kecamatan dari 13 kecamatan yang benar-benar kekurangan air. Daerah kering itu adalah Kecamatan Tepus, Rongkop, Paliyan, Panggang, Semanu, Saptosari, Tanjungsari, Girisubo. Purwosari, dan Semin.
“Pada musim begini hanya bisnis air yang mengeruk untung banyak. Tapi bagaimana lagi, itu memang keadaan alam yang memang sulit untuk diubah,” kata Taryono.
Ia menambahkan, arus mudik dengan kendaraan umum maupun bus-bus carteran biasanya terjadi satu hingga dua hari menjelang Idul Fitri. “Kemudahan transportasi membuat masa mudik berubah. Lonjakan arus mudik terjadi mepet Idul Fitri. Dalam tiga hari ini yang banyak masuk adalah mobil-mobil pribadi,” tuturnya.
Dan bagi pemudik yang sudah lupa, atau bahkan para remaja yang belum pernah mandi air telaga yang sudah menghijau berlumut; maka membeli air bersih untuk mandi tidak masalah. Toh mereka hanya tinggal selama seminggu di Gunungkidul. Mandi di telaga yang airnya keruh, tidak pernah ada di benak remaja metropolis. Tapi membeli air bersih untuk mandi, apa susahnya, selama uang masih ada.
Gunungkidul kini memang berbeda, setidaknya selama musim Lebaran…
(SH/su herdjoko)

sumber:www.sinarharapan.co.id
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 16, 2008 2:11 pm

Investasi dana Pemudik Kenapa Tidak?

Idulfitri menjadi momentum bagi para perantau untuk unjuk gigi di daerah. Terkait hal ini, maka wajar jika Idulfitri di daerah terasa lebih meriah. Bahkan, kemeriahan ini juga diikuti dengan peningkatan belanja konsumsi para perantau.
Oleh karena itu, sangatlah beralasan jika banyak pakar keuangan cenderung mengatakan bahwa para perantau itu cenderung konsumtif di daerah ketika Idulfitri. Ibaratnya, dana yang berhasil mereka peroleh selama setahun di rantau hanya dihabiskan dalam sepekan di daerah asalnya.
Ini adalah potret ironis para perantau, meski di sisi lain mereka justru menikmatinya. Memang tidak semua dana para perantau dibelanjakan konsumtif, tetapi ada juga yang dimanfaatkan untuk membangun daerah asalnya secara kolektif.
Hal ini dilakukan untuk ikut membangun daerah agar bisa lebih hidup dibandingkan dengan daerah lainnya.
Karena itu wajar jika para perantau kemudian secara sukarela menyumbang untuk pembangunan di daerah asalnya. Yang justru menjadi pertanyaan bagaimana komitmen memacu perantau agar bisa lebih produktif menginvestasikan dana yang berhasil mereka dapat di rantau?
Kesadaran kolektif
Terkait pertanyaan itu dan adanya kecenderungan perilaku konsumtif para perantau, ada upaya dari sejumlah pihak, terutama LSM untuk melakukan perubahan opini terhadap perilaku konsumtif para perantau.
Sejumlah daerah menjadi sasaran gerakan ini terutama di daerah yang banyak perantaunya, misalnya di Wonogiri, Sragen, dan Gunung Kidul. Pada Idulfitri ini, penulis terlibat untuk daerah sasaran di sejumlah desa di Wonogiri.
Dari temuan yang penulis dapat selama pendampingan memang menunjukkan bahwa tak mudah untuk mengubah perilaku konsumtif para perantau. Adapun alasan yang muncul yaitu karena perilaku konsumtif identik dengan simbol keberhasilan di rantau. Dengan kata lain, jika perantau tidak menunjukkan perilaku konsumtif di daerah asal selama Idulfitri maka mereka bisa diidentikkan sebagai perantau yang tidak sukses di rantau.
Yang pasti, pendampingan untuk mengubah perilaku konsumtif para perantau harus juga melibatkan tokoh masyarakat yang diyakini sebagai panutan dan juga melibatkan aparat desa setempat. Hal ini tidak lain dimaksudkan agar perantau dapat memahami maksud dibalik mengubah paradigma konsumtif menjadi investasi.
Karena itu perilaku utama investasi yang disarankan juga harus bisa sedikit menunjukkan perilaku konsumtif. Jadi, kegiatan investasi yang dilakukan adalah membeli hewan ternak. Hal ini pada akhirnya bisa mencapai dua tujuan yaitu investasi dan di sisi lain menunjukkan bukti keberhasilan.
Pilihan terhadap investasi dalam bentuk hewan ternak adalah yang paling bijaksana. Hal ini terutama dengan pertimbangan karena hewan ternak itu bisa juga dimanfaatkan untuk membantu menggarap sawah-ladang oleh orang di rumah ketika para perantau kembali ke perkotaan. Selain itu, investasi dalam bentuk hewan ternak juga lebih mudah apabila harus dijual kembali jika ada keperluan yang sifatnya mendesak.
Di sejumlah manfaat di balik investasi dalam bentuk hewan ternak tersebut, maka pada sejumlah pendampingan termasuk juga yang penulis lakukan, tidak disarankan bagi para perantau untuk menginvestasikan dana yang ada untuk melakukan pembelian perhiasan emas.
Alasannya, karena investasi dalam bentuk emas kurang fleksibel dan tidak mampu memberi kemanfaatan yang bersifat multi dibandingkan dengan investasi dalam bentuk hewan ternak tersebut.
Investasi pendidikan
Selain investasi dalam bentuk hewan ternak, hal lain yang juga sangat penting dilakukan pada saat pendampingan yang melibatkan tokoh masyarakat dan kepala desa setempat yaitu membangun kesadaran dari para perantau untuk dapat menyisihkan dananya untuk keperluan pendidikan anak-anaknya.
Secara umum, bentuk pendampingan yang terkait hal ini dikenal dengan program deposito pendidikan. Temuan inti yang berhasil penulis dapat dari pendampingan pada Idulfitri kali ini yaitu adanya sedikit perhatian perantau terhadap pentingnya investasi untuk pendidikan.
Secara eksplisit, mengubah persepsi tentang pentingnya pendidikan memang tidak mudah dan karenanya perlu keyakinan kepada para perantau tentang pentingnya jaminan dana pendidikan untuk anak-anak mereka kelak. Dari sejumlah perantau yang berhasil diajak untuk melakukan investasi dalam bentuk deposito pendidikan ini ternyata memang telah ada kesadaran sebelumnya dari mereka.
Jadi, mudah bagi para pendamping untuk kemudian membujuknya mendepositokan sisa dana yang ada setelah dikurangi oleh investasi melalui pembelian hewan ternak untuk dimasukkan ke rekening bank.
Yang justru menjadi pertanyaan adalah berapa dana dari para perantau? Secara umum para perantau tak mau berterus terang berapa dana yang berhasil mereka peroleh selama setahun terakhir, tetapi mereka cukup kooperatif untuk menyebut kisaran yang ada yaitu antara Rp5 juta hingga Rp20 juta.
Dengan demikian, saran investasi yang dilakukan adalah separuh dari dana yang mereka peroleh. Pertimbangannya, dari separuh dana itu, separuhnya dibelikan hewan ternak untuk investasi dan yang separuh lagi diinvestasikan dalam bentuk deposito pendidikan. Tahun depan mungkin investasinya bisa lebih ditingkatkan lagi.
Andai saja hal ini bisa dilakukan serempak oleh semua perantau, maka kemakmuran di daerah bisa benar-benar tercapai dan hal ini tentunya bisa mendukung harapan dari otda yang tujuannya adalah memakmurkan daerah dan meminimalisasi kemiskinan di daerah.
Oleh Edy Purwo Saputro
Ketua Pusat Studi Otonomi Daerah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Sumber : Bisnis Indonesia Online
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 16, 2008 2:13 pm

Romantisme Belalang Kayu

Belalang memang hanya serangga. Bagi banyak orang, serangga lebih dicap sebagai hama ketimbang bahan makanan, apalagi sumber protein. Tapi untuk Sinto (35) dan Pesek (30) belalang adalah sumber pendapatan yang lumayan untuk menambah pemasukan. Mereka biasa seharian menyusuri hutan jati di sekitar ruas jalan Wonosari-Pantai Baron, Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Keduanya membawa galah bambu seukuran lima meter dengan oplosan lem tikus dan kapas di bagian ujungnya.

Di beberapa ruas jalan di Gunung Kidul, saat liburan Lebaran, para pedagang belalang (mentah) berderet-deret. Mereka tahu pasti inilah saat menangguk rejeki lebih dari hari-hari biasanya. Harga belalang pun melonjak tajam. Andang (29) , yang berjualan belalang di ruas jalan Wonosari-Ponjong, pada hari biasa hanya menjual lima renteng belalang hidup berisi 50 ekor seharga Rp. 10.000-Rp. 15.000, tetapi pada saat Lebaran bisa menjualnya seharga Rp. 25.000. ”Ya sekali setahun rejeki buat orang kecil ...,” tutur Anda.

Pedagang dan pemburu belalang ini tahu pasti, Lebaran adalah saat mudiknya para perantau asal Gunung Kidul. Kenyataan tersebut tentu kabar baik yang ditunggu-tunggu Sinto, Pesek, Andang, dan Tardjo (55), para pemburu dan penjaja belalang yang seumur-umur tak pernah meninggalkan Gunung Kidul. Setidaknya rejeki dari rantau itu menetes pula ke saku mereka orang-orang kampung.

Sementara bagi orang asli Gunung Kidul seperti Inah (55), yang sudah tinggal di Jakarta sejak tahun 1972, makna belalang lebih dari sekadar itu. Belalang adalah sejenis ’medium’ untuk mengembalikannya pada romantisme kampung halaman. ”Kalau belum makan belalang goreng, saya merasa belum pulang,” tutur Inah saat membeli belalang dari Tardjo.

Rasa belalang yang mirip-mirip udang itu pulalah yang membuat Suprapto (39), perantau asal Gunung Kidul yang tinggal di Bekasi, selalu ingin pulang. Selain menjenguk orangtua dan keluarga lain, keluarga ini selalu melungkan waktu untuk berpesta belalang goreng. ”Enggak tahu ya, bukan soal enaknya. Namun, belalang mengingatkan saya pada masa kecil,” tutur Suprapto.

Agak berbeda mungkin yang dirasakan Ella (52), pelancong asal Solo yang kebetulan berwisata ke Pantai Baron. Ia menyempatkan diri berhenti di sekitar alas jati untuk membeli seikat belalang. ”Dulu pembantu saya yang bawain, kebetulan dia dari Gunung Kidul, eh ternyata enak,” tutur Ella.

Asal-usul orang makan belalang di Gunung Kidul mungkin sulit dilacak. Setidaknya menurut pengakuan Giyadi (60), warga Playen, Gunung Kidul, sejak ia kecil belalang sudah dimakan warga setempat. Karni (55) istri Giyadi yang sedang menggoreng belalang di dapur untuk menu hari itu, juga mengaku sudah makan belalang sejak kecil. ”Ya tahunya sudah makan,” tutur dia.

Barangkali wilayah Gunung Kidul yang sebagian besar terdiri atas perbukitan karst yang gersang telah membuat mereka menjajal segala kemungkinan sumber pangan dan protein untuk bertahan hidup. Secara kebetulan di daerah itu pohon jati dan akasia ditanam warga sebagai pohon peneduh sebelum menggarap lahan pertanian di bawahnya. Pada pucuk-pucuk pohon itulah belalang kayu hinggap dan mencari makan. Para pemburu belalang yang tadinya hanya menangkap belalang padi, kini harus menggunakan galah dan lem tikus.

Jikalau dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB Sutrisno Koswara berpendapat bahwa pada serangga, termasuk belalang, ditemukan kandungan protein antara 40-60 persen, pasti bukan lantaran itulah orang Gunung Kidul menyantap belalang. Juga bukan lantaran meniru rakyat Zimbabwe dan Etiopia yang, antara lain, menjadikan belalang sebagai tepung bahan kue. Di banyak negara Afrika, belalang termasuk seranggga yang penting sebagai sumber protein.

Warga perantauan Gunung Kidul, seperti Inah dan Suprapto serta Agus (44) yang tinggal di Bandung, menikmati belalang sebagai camilan seolah mengesahkan keberadaan mereka sebagai pemudik. Belalang tidak hanya mengandung nuansa nostalgia, tetapi serangga inilah (mungkin) yang mendorong mereka pergi dan berhasil di tanah rantau. Belalang yang tadinya dicap sebagai penganan kemiskinan, saking tidak adanya sumber lain yang bisa dimakan, kini berbalik menjadi pelepas rindu kampung halaman, yang meski tetap miskin, tetapi menggelora dalam hati setiap warga Gunung Kidul. (MU1/05)


(Sumber dari harian Kompas, 28 Oktober 2007)
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 16, 2008 2:14 pm

Selama Lebaran Wesel ke Gunungkidul Capai Rp 3,5 Miliar

Oleh Wartawan SH
SU Herdjoko

WONOSARI – Jangan anggap remeh! Kata-kata iklan produk rokok itu mungkin lebih tepat diucapkan orang-orang asal Gunungkidul yang selama ini merantau di Jabotabek.
Di antara 70.000 perantau asal wilayah itu, 50.000 berada di Jabotabek, dan dari jumlah itu setidaknya 5-10 persen adalah para pembantu rumah tangga di kalangan keluarga kelas menengah dan kelas atas di wilayah metropolitan itu.
Lainnya ada yang bekerja sebagai buruh kasar, pegawai negeri, dosen, polisi, sampai dengan konglomerat kecil. Secara keseluruhan penduduk Gunungkidul berjumlah 752.000 jiwa.
Dalam keseharian, para PRT asal Gunungkidul itulah yang bergaul dengan anak-anak majikan mereka yang punya status sosial dan pendidikan jauh lebih tinggi.
Ketika majikan sibuk dengan segala urusan, maka pendidikan di rumah benar-benar di tangan sang pembantu. Akhirnya, jangan kaget, para PRT yang berpendidikan SD hingga SMP itulah yang sebenarnya menjadi pendidik untuk anak-anak di keluarga-keluarga kaya di Jabotabek lulusan S1, S2, maupun S3 di sekitar Jabotabek!
Orang Jakarta - atau yang sudah merasa menjadi orang Jakarta - boleh saja memandang rendah peran PRT. Akan tetapi, pada musim Lebaran seperti ini, baru diketahui alangkah besar peran mereka dalam keseharian. Tiba-tiba sebuah keluarga menjadi ”berantakan” gara-gara sang PRT mudik. Si anak rewel, si ibu sewot, dan si ayah tiba-tiba menjadi bingung. Semua menunjukkan betapa hebatnya kiprah sang PRT itu.
Lebaran ini, seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya, para perantau Gunungkidul mudik ke ”Jawa”. Jakarta memang ”bukan” terletak di Jawa, namun berada ”di atas” Pulau Jawa karena begitu mudah mengais uang di kota ini. Pesona uang Jakarta itu pula yang membuat Wong Gunungkidul merantau ke sana.
Dan tradisi mudik, bagi Wong Gunungkidul adalah keharusan. Bukan untuk memamerkan kesuksesan mereka di Jakarta, akan tetapi lebih untuk menunjukkan rasa cinta-kasih mereka terhadap orangtua, tetangga, sanak-kerabat, teman sepermainan, dan kepada alam lingkungan yang di beberapa tempat masih saja tandus seperti dulu. Masih bertanah kapur, bila hujan tanahnya menjadi licin dan lengket, dan masih memproduksi gaplek dari singkong. Mereka rindu bau ilalang dan tanah kelahiran.

Wesel Rp 3,5 Miliar
Ungkapan kasih terhadap keluarga bisa dituangkan dalam bentuk pengiriman uang terlebih dulu. Ketika modernisasi makin maju, dan jumlah perantau makin banyak, maka semakin sadar pula bahwa mereka tidak bisa tepat waktu sampai di desa asal mereka. Oleh
karena itu uang untuk keluarga guna menyambut Lebaran dikirim terlebih dulu. ”Biasanya wesel itu datang pada minggu-minggu awal bulan Ramadhan hingga 2 minggu setelah Idul Fitri,” ujar Kepala Kantor Pos Wonosari, Sakiman kepada SH, Selasa (11/12).
Dalam 2 minggu terakhir ini saja, kata Sakiman, Kantor Pos Wonosari yang membawahi 12 kantor pos pembantu di 12 kecamatan telah menyalurkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.
Diperkirakan pada masa Lebaran tahun 2001 ini uang yang berasal dari perantau Gunungkidul yang dikirimkan kepada keluarganya mencapai Rp 3,5 miliar.
Kiriman uang itu sebagian besar berasal dari Jabotabek, disusul Bandung, kota-kota di Jabar lainnya, dan kemudian Jawa Timur dan daerah lainnya.
‘Pada Lebaran tahun lalu kami menerima kiriman wesel sebesar Rp 3,21 miliar dalam 3.813 wesel. Diperkirakan tahun ini akan meningkat 10 persen. Kenapa mereka mengirim lewat wesel, bukan lewat bank, karena dari pemantuan kami penerimanya adalah masyarakat kecil di pedesaan,” kata Sakiman.
Daerah sasaran kiriman wesel terbanyak adalah Kecamatan Karangmojo, Playen, Pathuk, dan Kecamatan Wonosari. Sebab di empat kecamatan itulah yang memiliki penduduk terpadat di Gunungkidul sehingga banyak pula penduduknya yang merantau.
Kiriman wesel itu juga akan meningkat pada masa-masa sesudah liburan sekolah, terutama pada tahun ajaran baru. Sementara besarnya kiriman wesel pada masa Lebaran berkisar mulai dari Rp 75.000 sampai dengan Rp 5 juta!
Seperti yang diterima oleh Pak Raharjo dari anaknya Susanto di Jakarta. Ia menerima uang Rp 500.000. ”Katanya ia baru akan pulang 2 hari menjelang Idul Fitri. Uang ini dikirim khusus untuk menyambut Lebaran agar orang di rumah tidak terlalu repot mengeluarkan uang untuk belanja,” ujar Rahardjo, dari Wonosari,
sembari tersenyum.
Potret cinta keluarga itu juga terlihat di wajah letih Suprapti yang mengaku berasal dari Karangmojo, Gunungkidul, yang baru turun dari KA Fajar Utama Gambir - Yogyakarta pada Selasa kemarin di Stasiun Tugu. Ia menyandang tas di pundaknya, sementara sebuah kardus mie instan dijinjing di tangan kanannya.
Saya memang selalu berlebaran di rumah, Mas. Senang bisa berkumpul dengan adik-adik dan orangtua. Tidak banyak oleh-oleh yang saya bawa. Maklum saya ini hanya buruh pabrik di Tangerang. Yang pasti sekarang saya bisa mandiri dan bisa membantu, meski sedikit, untuk keluarga,” ujar lulusan SMA ini, merendah, lalu bergegas bersama rekan-rekannya mencari tumpangan mobil carteran untuk menuju Gunungkidul.
Suara Suprapti memang seperti wewakili 70.000 perantau Gunungkidul. Dan buruh Suprapti bisa dibilang simbol perjuangan perempuan untuk mandiri yang ingin menjadi tiang utama bagi keluarganya. Ada wacana kesetaraan di sana, meski itu tidak disadari oleh Suprapti, dan mungkin oleh Suprapti-Suprapti yang lain di negeri ini.

”Mandi Uang”
Selain kiriman lewat kantor pos, ternyata Wong Gunungkidul juga telah menggunakan jasa bank. Di Bank BRI, pada masa Lebaran tahun lalu ada Rp 13 miliar yang beredar di sana. Kini pada Lebaran tahun ini, ketika suasana perekonomian rakyat makin membaik diperkirakan uang yang beredar di bank-bank di Gunungkidul seperti BRI, BCA, BNI, dan BPD mencapai Rp
25-30 miliar.
”Itu yang saya ketahui dari BRI. Selain itu 11.000 PNS Gunungkidul juga baru saja menerima gaji Rp 13 miliar ditambah dengan rapelan kenaikan gaji sebesar Rp 21,6 miliar pada tanggal 6 dan 7 Desember lalu. Jika tidak seluruh uang itu berputar, setidaknya saya perkirakan ada sebesar Rp 48 miliar berputar di
masyarakat Gunungkidul dalam Lebaran ini. Itu dengan perhitungan setiap pemudik masih membawa uang kontan berkisar Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta,” ujar Bupati Gunungkidul Yoetikno yang menyandang gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Hardjohadinegoro kepada SH di Gedung DPRD Kabupaten Gunungkidul, Selasa. Nama gelar itu pula yang disematkan di dada kirinya sebagai bentuk penghormatan kepada sang pemberi gelar.
”Orang Gunungkidul pada Lebaran ini memang jadi orang kaya, ha ha ha...” tutur Yoetikno sembari tertawa lepas. ”Tapi saya tetap berpesan kepada para pemudik maupun masyarakat lainnya, tidak perlu mengenakan perhiasan mahal-mahal dari emas dalam berlebaran sehingga mengundang pelaku tindak kriminal. Selain itu, bagi pengendara mobil pribadi dan juga sopir bus agar lebih hati-hati lewat jalanan di Gunungkidul. Jalan di sini
licin. Bukan karena lumpur, tapi licin karena aspalnya
hotmix,” kata bupati ini dengan bangga.***
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
japrax
Presidium
avatar

Lokasi : pelukan hangat luna maya
Reputation : 29
Join date : 11.04.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 17, 2008 4:59 pm

wah.. ternayata akeh wong gunung kidul neng njakarta yo..
Kembali Ke Atas Go down
iwans
Camat
avatar

Lokasi : semin
Reputation : 96
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 17, 2008 11:08 pm

japrax wrote:
wah.. ternayata akeh wong gunung kidul neng njakarta yo..
;) ;) ;) seng wes tekan jakarta terus do sukses no jakjarta juga,tp wong seng hebat iku yen iso sukses neng nggunung kidul yo ngakakk

_________________
awali kebajikan itu dari diri sendiri dan jangan suka mencari kesalahan orang lain,pemerintahan yang baik berdasarkan individu yang baik.
Kembali Ke Atas Go down
http://lwans.wordpress.com/
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Wed Jun 18, 2008 4:31 pm

Yo ngono ning nek biasane sugih ki wis do males......pelit malahan...
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Pardjimin
Presidium
avatar

Lokasi : Blekasi - DjogDja - GK - Semin - Karang Sari
Reputation : 10
Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Wed Jun 18, 2008 4:39 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
Yo ngono ning nek biasane sugih ki wis do males......pelit malahan...

koyo wit jambe.. duwuuuurrr tapi ra ono godonge, di panjat susah, buahnya gak enak, sekeliling ra iso nggo ngeyup wong akeh (wong godonge muk sithik)..

_________________
MPAN NGGO PAPAN

http://pardjimin.wordpress.com/
Kembali Ke Atas Go down
http://pardjimin.wordpress.com
japrax
Presidium
avatar

Lokasi : pelukan hangat luna maya
Reputation : 29
Join date : 11.04.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Wed Jun 18, 2008 4:44 pm

malah akeh seng lali tanah kelahirane.. Sad
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Wed Jun 18, 2008 6:38 pm

Yo wislah nek seko awke dewe yo arep sopo maneh.......Mengko nek awke wis do sukses ning ojo nglali......
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
iwans
Camat
avatar

Lokasi : semin
Reputation : 96
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Wed Jun 18, 2008 8:37 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
Yo wislah nek seko awke dewe yo arep sopo maneh.......Mengko nek awke wis do sukses ning ojo nglali......
dance dance bener kui paling nggak gelem diruhui massalae yen wes podo sukses mlh di celok wae reko2 ra kenal ngakak ngakak

_________________
awali kebajikan itu dari diri sendiri dan jangan suka mencari kesalahan orang lain,pemerintahan yang baik berdasarkan individu yang baik.
Kembali Ke Atas Go down
http://lwans.wordpress.com/
gimbik
Pengawas
avatar

Lokasi : Nori One
Reputation : 6
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Thu Jun 19, 2008 7:49 am

ra bakal mas
pokokmen yen sukses tetep kudu menjunjung tinggi nama Gunungkidul

_________________
I know the Lord will make a way for me
Mampir Dunk==> Bola
Disini Juga ==> Site
OK Zone ===> Blog
Dengerin Lagunya ===>> my world
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/imbik
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Thu Jun 19, 2008 4:33 pm

iwans wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
Yo wislah nek seko awke dewe yo arep sopo maneh.......Mengko nek awke wis do sukses ning ojo nglali......
dance dance bener kui paling nggak gelem diruhui massalae yen wes podo sukses mlh di celok wae reko2 ra kenal ngakak ngakak

gimbik wrote:
ra bakal mas
pokokmen yen sukses tetep kudu menjunjung tinggi nama Gunungkidul

YO mugo2 ae.....do retilah....mengko gek do susah gek ngubungi...giliran kepank ra gelem ha kuwi sing g tak senengi.....

Yo nek aku dewe sih rumongso wong sudro, dadi yo kudu eling terus.....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
iwans
Camat
avatar

Lokasi : semin
Reputation : 96
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Thu Jun 19, 2008 9:58 pm

gimbik wrote:
ra bakal mas
pokokmen yen sukses tetep kudu menjunjung tinggi nama Gunungkidul
Amiiiin Amiiiin mugo wae mas imbik

_________________
awali kebajikan itu dari diri sendiri dan jangan suka mencari kesalahan orang lain,pemerintahan yang baik berdasarkan individu yang baik.
Kembali Ke Atas Go down
http://lwans.wordpress.com/
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Sat Jun 21, 2008 11:10 am

iwans wrote:
gimbik wrote:
ra bakal mas
pokokmen yen sukses tetep kudu menjunjung tinggi nama Gunungkidul
Amiiiin Amiiiin mugo wae mas imbik

Yo wis podo Eling wae ro tumpah darahe... Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
laregunungselatan
Lurah
avatar

Lokasi : NEGERI GINGSENG
Reputation : 1
Join date : 16.06.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Sat Jun 21, 2008 3:08 pm

ok.. boz...salam thiwul..SAKING NEGRI GINGSENG............
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/laregunungselatan
iwans
Camat
avatar

Lokasi : semin
Reputation : 96
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Sat Jun 21, 2008 6:40 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
iwans wrote:
gimbik wrote:
ra bakal mas
pokokmen yen sukses tetep kudu menjunjung tinggi nama Gunungkidul
Amiiiin Amiiiin mugo wae mas imbik

Yo wis podo Eling wae ro tumpah darahe... Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin
ngakakk ngakakk walah pakde ki wong njenengan jarene wegah bali yen mboten sowan simbah ngonten kok ngakak ngakak

_________________
awali kebajikan itu dari diri sendiri dan jangan suka mencari kesalahan orang lain,pemerintahan yang baik berdasarkan individu yang baik.
Kembali Ke Atas Go down
http://lwans.wordpress.com/
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 23, 2008 12:24 pm

iwans wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
iwans wrote:
gimbik wrote:
ra bakal mas
pokokmen yen sukses tetep kudu menjunjung tinggi nama Gunungkidul
Amiiiin Amiiiin mugo wae mas imbik

Yo wis podo Eling wae ro tumpah darahe... Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin Amiiiin
ngakakk ngakakk walah pakde ki wong njenengan jarene wegah bali yen mboten sowan simbah ngonten kok ngakak ngakak

Eh iyo ding...... ngakakk ngakakk ngakakk ngakakk ngakakk ngakakk

laregunungselatan wrote:
ok.. boz...salam thiwul..SAKING NEGRI GINGSENG............

Salam kenal juga mas....... :o*00: :o*00: :o*00: :o*00: :o*00:
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
japrax
Presidium
avatar

Lokasi : pelukan hangat luna maya
Reputation : 29
Join date : 11.04.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 23, 2008 1:05 pm

aku njalok dong salam me mas.? ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 23, 2008 2:45 pm

japrax wrote:
aku njalok dong salam me mas.? ngakakk

Nek njaluk yo rooo mbayar tooo.... ngakak ngakak ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
iwans
Camat
avatar

Lokasi : semin
Reputation : 96
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Mon Jun 23, 2008 8:55 pm

:roll: :roll: apike ngeneke opo yo nggo nyambut 17 agustus ki ;) ;)

_________________
awali kebajikan itu dari diri sendiri dan jangan suka mencari kesalahan orang lain,pemerintahan yang baik berdasarkan individu yang baik.
Kembali Ke Atas Go down
http://lwans.wordpress.com/
japrax
Presidium
avatar

Lokasi : pelukan hangat luna maya
Reputation : 29
Join date : 11.04.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 10:44 am

Quote :
Nek njaluk yo rooo mbayar tooo....

sak gelo yo..
:lol:


Quote :
apike ngeneke opo yo nggo nyambut 17 agustus ki

lomba mangan krupok.. :P
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 1:33 pm

iwans wrote:
:roll: :roll: apike ngeneke opo yo nggo nyambut 17 agustus ki ;) ;)

17 agustus nek sing Online....ngeneke Quis, Berdo'a bersama...
Nek sing Offline mending yo ngumpul bareng, bancakan/gendurenan mengeti 17 Agustus....wah jan mantep kuwi....ro wayangan....
ngakakk ngakakk ngakakk
G usah neko2 sing penting....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
the purple girl
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 8
Join date : 18.03.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 1:56 pm

opo sih iki, ra dong akuw...
Kembali Ke Atas Go down
the purple girl
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 8
Join date : 18.03.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 1:56 pm

ngakakk males bacanya panjang bgt...
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 2:55 pm

Ra dong yo wis...d dong2no.....malah bubrah..... Amiiiin
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
japrax
Presidium
avatar

Lokasi : pelukan hangat luna maya
Reputation : 29
Join date : 11.04.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 4:31 pm

bubrah ngakak
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 6:47 pm

G usah d guyu..... 😢
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
raxsheeds911
Lurah
avatar

Lokasi : Ciledug
Reputation : 0
Join date : 09.06.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 6:58 pm

ONO SING EUUNAK MANEH LUR...

ULER MBEK ENTHUNG GORENG....
BIASANE ULER WIT JATI KARO ULER WIT JOWAR (DHO WERUH GA YO...)

ENAK MANEH YEN DIPEYEK
Kembali Ke Atas Go down
http://monetize2urblog.blogspot.com
siwid
Donatur
avatar

Lokasi : nomaden
Reputation : 21
Join date : 04.04.08

PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   Tue Jun 24, 2008 7:22 pm

sing d omongke kie opo to?! kok malah tekan peyek barang. arep rasulan pow?! ;)

_________________
Syarat biar punya kawan memang sederhana. Modalnya, mau menerima kawanmu apa adanya. Itu saja!
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul   

Kembali Ke Atas Go down
 
Pernak - Pernik Perantau Gunung Kidul
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: ALL ABOUT GUNUNGKIDUL :: Kumpulnya Para Pencari Nasi-
Navigasi: