Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin

Syekh Siti Jenar53.73
Share | 
 

 Syekh Siti Jenar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Syekh Siti Jenar   Thu Jun 19, 2008 11:34 am

First topic message reminder :

Bagi yang tahu tentang Riwayat dan ajaran syekh siti jenar mari berbagi.......jika tidak suka jgn mencela.....lebih baik diam......
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat kontroversial di Jawa, Indonesia.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya, di masyarakat,
terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.
Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah
intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran -
ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang bertentangan dengan cara hidup Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Konsep dan AjaranAjaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan
dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti
Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai
kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian
justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.
Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum yang bersifat
keduniawian (hukum negara dan lainnnya), tidak termasuk didalamnya
hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu baru berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah
itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang
dipropagandakan oleh para ulama pada masa itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang Hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat manusia
dan Tuhan. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4
tahapan ; 1. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat,
zakat dll); 2. Tarekat, dengan melakukan amalan-amalan spt wirid,
dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu; 3. Hakekat, dimana hakekat
dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan; dan 4. Ma'rifat,
kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. Bukan berarti bahwa
setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya
ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para
ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syech
Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami setelah melewati ratusan tahun
pasca wafatnya sang Syech. Para ulama mengkhawatirkan adanya
kesalahpahaman dalam menerima ajaran yang disampaikan oleh Syech Siti
Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa itu ajaran Islam yang
harus disampaikan adalah pada tingkatan 'syariat'. Sedangkan ajaran
Siti Jenar sudah memasuki tahap 'hakekat' dan bahkan 'ma'rifat'kepada
Allah (kecintaan yang sangat kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang
disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata 'SESAT'.
Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat
masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap
pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa.
Hanya saja masing - masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda
- beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh
karena itu, masing - masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk
mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar.
Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih
mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang
beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa
disebut ikhlas.

Manunggaling Kawulo Lan GustiDalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti
dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan
bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan
kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi sangat dekat dengan
Tuhannya.
Dan dalam ajarannya, 'Manunggaling Kawula Gusti' adalah bahwa di
dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai
dengan ayat Al Qur'an yang menerangkan tentang penciptaan manusia ("Ketika
Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan
manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan
Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan
bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)"
)>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.
Perbedaan penafsiran ayat Al Qur'an dari para murid Syekh Siti
inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam
ruh Tuhan, yaitu polemik paham 'Manunggaling Kawula Gusti'.

Hamemayu Hayuning BawonoPrinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap muslim, salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di bumi.

KontroversiKontroversi
yang lebih hebat terjadi di sekitar kematian Syekh Siti Jenar.
Ajarannya yang amat kontroversial itu telah membuat gelisah para
pejabat kerajaan Demak Bintoro.
Di sisi kekuasaan, Kerajaan Demak khawatir ajaran ini akan berujung
pada pemberontakan mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama seperti Raden Patah) dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.
Dari sisi agama Islam,
Walisongo yang menopang kekuasaan Demak Bintoro, khawatir ajaran ini
akan terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat.
Kegelisahan ini membuat mereka merencanakan satu tindakan bagi Syekh
Siti Jenar yaitu harus segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman
utusan Syekh Dumbo dan Pangeran Bayat
ternyata tak cukup untuk dapat membuat Siti Jenar memenuhi panggilan
Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke Kerajaan Demak.
Hingga konon akhirnya para Walisongo sendiri yang akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Siti Jenar berada.[rujukan?]
Para Wali dan pihak kerajaan sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati
bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah membangkang kepada raja. Maka berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng.
Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu ilmu antara kelima
wali tersebut dengan Siti Jenar. Menurut Siti Jenar, kelima wali
tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuh Siti Jenar. Karena
beliau dapat meminum tirtamarta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.[rujukan?]
Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di hadapan kelima wali.
Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya, serentak keempat muridnya
yang benar-benar pandai yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri "kematian"-nya dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di hadapan para wali.[rujukan?]
Kisah pada saat Pasca KematianTerdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu bunga dan cahaya kilau kemilau memancar dari jenazah Siti Jenar.
Jenazah Siti Jenar sendiri dikuburkan di bawah Masjid Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid Mantingan, Jepara, dengan nama lain.
Setelah tersiar kabar kematian Syekh Siti Jenar, banyak muridnya
yang mengikuti jejak gurunya untuk menuju kehidupan yang hakiki. Di
antaranya yang terceritakan adalah Kiai Lonthang dari Semarang Ki Kebokenanga dan Ki Ageng Tingkir.

sumber: wikipedia.org
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika

PengirimMessage
gaplex
Koordinator


Join date: 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Mar 27, 2009 2:21 pm

aku wes sering moco kisah syeh siti jenar...........
tapi rung iso memahami...............
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
Den Ayu
Koordinator


Join date: 23.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Mar 27, 2009 4:08 pm

Syekh Siti Jenar ki sopo neh...?

tau rungu tapi dereng ngertoz...maap.

Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
syamsuri
Lurah


Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Apr 01, 2009 8:44 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
Bagi yang tahu tentang Riwayat dan ajaran syekh siti jenar mari berbagi.......jika tidak suka jgn mencela.....lebih baik diam......
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat kontroversial di Jawa, Indonesia.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya, di masyarakat,
terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.
Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah
intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran -
ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang bertentangan dengan cara hidup Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Konsep dan AjaranAjaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan
dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti
Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai
kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian
justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.
Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum yang bersifat
keduniawian (hukum negara dan lainnnya), tidak termasuk didalamnya
hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu baru berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah
itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang
dipropagandakan oleh para ulama pada masa itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang Hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat manusia
dan Tuhan. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4
tahapan ; 1. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat,
zakat dll); 2. Tarekat, dengan melakukan amalan-amalan spt wirid,
dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu; 3. Hakekat, dimana hakekat
dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan; dan 4. Ma'rifat,
kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. Bukan berarti bahwa
setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya
ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para
ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syech
Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami setelah melewati ratusan tahun
pasca wafatnya sang Syech. Para ulama mengkhawatirkan adanya
kesalahpahaman dalam menerima ajaran yang disampaikan oleh Syech Siti
Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa itu ajaran Islam yang
harus disampaikan adalah pada tingkatan 'syariat'. Sedangkan ajaran
Siti Jenar sudah memasuki tahap 'hakekat' dan bahkan 'ma'rifat'kepada
Allah (kecintaan yang sangat kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang
disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata 'SESAT'.
Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat
masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap
pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa.
Hanya saja masing - masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda
- beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh
karena itu, masing - masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk
mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar.
Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih
mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang
beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa
disebut ikhlas.

Manunggaling Kawulo Lan GustiDalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti
dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan
bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan
kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi sangat dekat dengan
Tuhannya.
Dan dalam ajarannya, 'Manunggaling Kawula Gusti' adalah bahwa di
dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai
dengan ayat Al Qur'an yang menerangkan tentang penciptaan manusia ("Ketika
Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan
manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan
Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan
bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)"
)>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.
Perbedaan penafsiran ayat Al Qur'an dari para murid Syekh Siti
inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam
ruh Tuhan, yaitu polemik paham 'Manunggaling Kawula Gusti'.

Hamemayu Hayuning BawonoPrinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap muslim, salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di bumi.

KontroversiKontroversi
yang lebih hebat terjadi di sekitar kematian Syekh Siti Jenar.
Ajarannya yang amat kontroversial itu telah membuat gelisah para
pejabat kerajaan Demak Bintoro.
Di sisi kekuasaan, Kerajaan Demak khawatir ajaran ini akan berujung
pada pemberontakan mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama seperti Raden Patah) dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.
Dari sisi agama Islam,
Walisongo yang menopang kekuasaan Demak Bintoro, khawatir ajaran ini
akan terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat.
Kegelisahan ini membuat mereka merencanakan satu tindakan bagi Syekh
Siti Jenar yaitu harus segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman
utusan Syekh Dumbo dan Pangeran Bayat
ternyata tak cukup untuk dapat membuat Siti Jenar memenuhi panggilan
Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke Kerajaan Demak.
Hingga konon akhirnya para Walisongo sendiri yang akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Siti Jenar berada.[rujukan?]
Para Wali dan pihak kerajaan sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati
bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah membangkang kepada raja. Maka berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng.
Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu ilmu antara kelima
wali tersebut dengan Siti Jenar. Menurut Siti Jenar, kelima wali
tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuh Siti Jenar. Karena
beliau dapat meminum tirtamarta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.[rujukan?]
Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di hadapan kelima wali.
Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya, serentak keempat muridnya
yang benar-benar pandai yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri "kematian"-nya dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di hadapan para wali.[rujukan?]
Kisah pada saat Pasca KematianTerdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu bunga dan cahaya kilau kemilau memancar dari jenazah Siti Jenar.
Jenazah Siti Jenar sendiri dikuburkan di bawah Masjid Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid Mantingan, Jepara, dengan nama lain.
Setelah tersiar kabar kematian Syekh Siti Jenar, banyak muridnya
yang mengikuti jejak gurunya untuk menuju kehidupan yang hakiki. Di
antaranya yang terceritakan adalah Kiai Lonthang dari Semarang Ki Kebokenanga dan Ki Ageng Tingkir.

sumber: wikipedia.org

Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]
Kembali Ke Atas Go down
Den Ayu
Koordinator


Join date: 23.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu Apr 02, 2009 8:47 pm

Wah berat iki...

Aq tak maca wae...


;) ;)
Kembali Ke Atas Go down
syamsuri
Lurah


Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun Apr 05, 2009 5:13 am

Den Ayu wrote:
Wah berat iki...

Aq tak maca wae...


;) ;)

yen berat ojo nggendong maca...nnn. selehke utowo jaluk tulung kancane. sukur2 gelem latihan angkat bojo, dadi sesok sesok entheng. coba wae yen ra percoyo.
Kembali Ke Atas Go down
imamchoo
Warga


Join date: 15.04.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Apr 15, 2009 2:38 am

kesimpulanya:
memang blajar kui kudu ko ngisor disik.ra oleh langsung duwur trus nang ngisor,ajarang siti jenar bener,ajarang wali juga bener
ajaran
wali =soko ngisor nang nduwur
siti jenar=ko ndowur nang ngisor
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Apr 17, 2009 10:36 am

syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Apr 17, 2009 10:38 am

DWI SANTOSO wrote:
kadang terlintas dipikiran saya, jika boleh apakah tidak akan merubah makna...?

Contoh : Jika dalam alquran itu ada ayat larangan jika dinyanyikan apakah tidak akan membuat jadi tak luchu

misal ada marah jika kita nyayikan yang kita marahi takut, tidak....????
banyak hal ... bisa dijelaskan ...????

mas_ahmed wrote:
DWI SANTOSO wrote:
Al qur'an...

bolehkah Al Quran itu di nyanyikan/ di lagukan..?


menurutku boleh saja dinyanyikan asal tidak merubah makna..
Bahasa yg digunakan di quran memang bahasa arab tp bahasa di quran itu tidak seperti bahasa arab yg dipakai dalam kehidupan sehari2 orang arab..

kalo bahasa arab yg dipakai sehari2, tidak begitu berpengaruh jika panjang pendek bunyinya gak sesuai, ini aku pernah denger dr orang yg pernah hidup di arab. katanya di arab jg ada nyanyian2 seperti di negara2 lain yg dalam nyanyian itu panjang pendeknya bunyi tidak diperhatikan dan orang arab masih bisa mengerti dengan artinya. dan katanya jg kalo orang arab sedang berbicara dengan bahasa arab jg tidak memperhatikan panjang pendek bunyi pengucapan kata2.

kalau quran itu sendiri isinya merupakan bacaan yg bisa dibilang seperti bahasa sastra tingkat tinggi, jadi kalau panjang pendeknya bunyi tidak diperhatikan bisa kacau maknanya..

kesimpulanku Al Quran boleh dinyanyikan tp tetep memperhatikan aturan pembacaan yg benar karena salah menyanyikan bs merubah makna, kalo bacaan doa2, sholawat2, dan bacaan2 berbahasa arab lain yg diluar Al Quran itu boleh dinyanyikan tanpa harus memperhatikan panjang pendek bunyi pengucapan..

itu sedikit penjelasanku, kalo ada yg bs menjelaskan lebih baik lagi monggo saling membantu memberi pengertian..
:(0)*:

Kita tidak membahas tentang Al-Quean secara detail dulu mas....

Tapi kita mencoba membahas Siti Djenar menurut versi masing2, dan pengetahuan masing2 pula.
Klo memang ada data2, bukti2 dan analisa yg di perlukan dengan Kitab boleh di sebutkan tapi mari kita kupas secara akademis saja....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
gaplex
Koordinator


Join date: 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Apr 17, 2009 10:53 am

siti djenar.....
sebenarnya mitos po tenanan sih..
enek sing ngerti kuburane ra ;) ;)
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
syamsuri
Lurah


Lokasi: Cibinong
Reputation: 1
Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sat Apr 18, 2009 12:50 am

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun Apr 26, 2009 10:10 am

syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
rmlodang
Camat


Lokasi: Kayangan junggring saloko.
Reputation: 12
Join date: 12.08.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Apr 27, 2009 11:20 pm

gaplex wrote:
siti djenar.....
sebenarnya mitos po tenanan sih..
enek sing ngerti kuburane ra ;) ;)

Weis awk e rasah melu melu kang, iki nggone member seing bakal adu argumentasi, adu pengetahuan, adu olahing pikir pikiran , adu olahing ilat ( nyuwun sewu) mleset sithik bakale geblegong kwe... ngakakk

Ben do adu argument disik, awak e nyimak wae. Bagoos

Aseline do tekan ngendi pengetahuane olehe nyinau bab SITI JENAR kuwi.


Didelok seko kadohan wae karo ngombe Wedang. Bagoos Bagoos

peace
Kembali Ke Atas Go down
http://maryoto_metal@yahoo.com
kliwon semin
Koordinator


Lokasi: jakarta
Reputation: 6
Join date: 19.02.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Apr 28, 2009 7:33 pm

ayo podo ngaji roso, roso sejati sejatine roso, roso sing sejati

iku bakalan mangerteni sejatine sing sejati, siti ; lemah. jenar ; suci

lemah kang suci ono ngendi,

ono neng njeroning roso sing sejati
Kembali Ke Atas Go down
syamsuri
Lurah


Lokasi: Cibinong
Reputation: 1
Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Apr 29, 2009 11:13 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...
Kembali Ke Atas Go down
telopendem
Lurah


Lokasi: jogja-semin PP
Reputation: 0
Join date: 19.12.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun May 03, 2009 7:42 am

trnyata Tuhan pun lebih bersifat subjektif...
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun May 03, 2009 7:56 am

syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...

Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Kartiyo
KorLap


Lokasi: Bandung
Reputation: 0
Join date: 04.03.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun May 03, 2009 3:34 pm

[quote="Wonosingo Ngali Kidul"][quote="syamsuri"][quote="Wonosingo Ngali Kidul"][quote="syamsuri"][quote="Wonosingo Ngali Kidul"]
syamsuri wrote:


Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Syariat - Hakekat - Tarekat - Ma'rifat (kewalik ora iki...).
Syariat dijawab nganggo Ma'rifat (mesakne...)
Ma'rifat dijawab nganggo Syariat (mekso.....)
Kembali Ke Atas Go down
syamsuri
Lurah


Lokasi: Cibinong
Reputation: 1
Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun May 03, 2009 5:59 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...

Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Massss.....
Kaemau khan ibarate. yen terus njenengan bener arep ekperimen, yo terserah njenengan, arep nganggo gelas sing gedene sak hohah.. opo arep nganggo gelas cilik... monngo kerso.
sinare arep nganggo senthir.. senter... , lampu liyane sing nganti ber mega2 wt. nggih sumonggo.

yen babakan koyo iki iseh bingung.... saranku ojo dilanjuke. goleko Murshid sing mumpuni amrih ora nyasar.
Kembali Ke Atas Go down
rmlodang
Camat


Lokasi: Kayangan junggring saloko.
Reputation: 12
Join date: 12.08.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sun May 03, 2009 10:15 pm

Aku tak nonton seko mburi kelir seik wae ah..... :no:
Kembali Ke Atas Go down
http://maryoto_metal@yahoo.com
Mbah Tukimin
KorLap


Lokasi: bekasi
Reputation: 1
Join date: 11.02.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 04, 2009 8:50 am

aku babakan koyo kuwi ra pati paham je..
Kembali Ke Atas Go down
http://www.tdw.co.id
Mbah Tukimin
KorLap


Lokasi: bekasi
Reputation: 1
Join date: 11.02.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 04, 2009 8:50 am

Mbah Tukimin wrote:
aku babakan koyo kuwi ra pati paham je..
Kembali Ke Atas Go down
http://www.tdw.co.id
syamsuri
Lurah


Lokasi: Cibinong
Reputation: 1
Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 04, 2009 2:31 pm

[quote="Kartiyo"][quote="Wonosingo Ngali Kidul"][quote="syamsuri"][quote="Wonosingo Ngali Kidul"][quote="syamsuri"]
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Syariat - Hakekat - Tarekat - Ma'rifat (kewalik ora iki...).
Syariat dijawab nganggo Ma'rifat (mesakne...)
Ma'rifat dijawab nganggo Syariat (mekso.....)

leres ngaten mbah lurah kartiyo...!
dan memang manusiawi sekali bila... akan menuju jalan Tuhan itu bingung , susah..., karna setan tidak mau manusia itu begitu.
kalua jalan menuju Setan atau kesesatan gampil, rak onjih tho..?!!.
amargi Setan sampun angsal sertifikat / palilah saking Tuhan untuk menggoda manusia.
Manunggaling kawulo gusti.... ono ugo sing berpendapat.....
Terpisah.. tetapi bukan berarti pisah, bersatu bukan berati menyatu.
lha monggo sami sami pun kaji.
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 05, 2009 12:52 pm

syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...

Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Massss.....
Kaemau khan ibarate. yen terus njenengan bener arep ekperimen, yo terserah njenengan, arep nganggo gelas sing gedene sak hohah.. opo arep nganggo gelas cilik... monngo kerso.
sinare arep nganggo senthir.. senter... , lampu liyane sing nganti ber mega2 wt. nggih sumonggo.

yen babakan koyo iki iseh bingung.... saranku ojo dilanjuke. goleko Murshid sing mumpuni amrih ora nyasar.

Mas, sak jane njenengan niku melempar suatu pendapat dan gagasan tapi tidak ada penjelasan yg akurat.
Malah gelas lan sinar kuwi terserah aku............

Wis jan malah akeh sing do bingung..................................
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 05, 2009 12:57 pm

[quote="Kartiyo"][quote="Wonosingo Ngali Kidul"][quote="syamsuri"][quote="Wonosingo Ngali Kidul"][quote="syamsuri"]
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...


Syariat - Hakekat - Tarekat - Ma'rifat (kewalik ora iki...).
Syariat dijawab nganggo Ma'rifat (mesakne...)
Ma'rifat dijawab nganggo Syariat (mekso.....)

Yo kuwi ngono lho mas donge sing rep tak takoke kuwi.........
Dadi urung wayahe..... Gek kelas siji SD takon di jawab Dosen di padake karo mahasiswa....
Lha opo ora klenger.... ngakak
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
gaplex
Koordinator


Lokasi: KARANG DUWET,KARANG MOJO,CILEDUG
Reputation: 7
Join date: 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 05, 2009 3:09 pm

pisan maneh kang........
ono seng ngerti kuburane siti jenar ora yo lur








Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
Ngabehi_km
Lurah


Lokasi: jakarta
Reputation: 0
Join date: 17.10.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed May 06, 2009 10:46 am

gaplex wrote:
pisan maneh kang........
ono seng ngerti kuburane siti jenar ora yo lur









Kuburane neng cirebon kang, neng daerah Pamaleten, ning di cirebon sendiri ada beberapa makam beliau, sing bener endi aku ga eruh.
Kanjeng Syehk iku piyantune , rada jangkung, badane wangking, pasuryane rada arab, penjenengane wasis ngidung seperti kanjeng Sunan Kali, humornya sufistik, kadang ngagem serban terkadang uga ngagem udeng, lha nek lenggah remene Silo tumpang karo nepuk sukune kiwo...
Kembali Ke Atas Go down
http://ngajitauhid.wordpress.com
gaplex
Koordinator


Lokasi: KARANG DUWET,KARANG MOJO,CILEDUG
Reputation: 7
Join date: 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed May 06, 2009 11:00 am

sampean kok apal banget kang......
po tau ketemu neng alam gaib.....
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
fitrah diyana
Koordinator


Lokasi: gejayan caturtungal,depok sleman yogyakarta
Reputation: 11
Join date: 14.04.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed May 06, 2009 11:21 am

gaplex wrote:
sampean kok apal banget kang......
po tau ketemu neng alam gaib.....
iso pas semedi di weruhi gek dho alam2n Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
qtimboel
Warga


Lokasi: Surabaya, Mertelu, Wiladeg
Reputation: 0
Join date: 06.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed May 06, 2009 12:07 pm

Lungguh silo madep mantep nunggu penjelasan yang laen....
Kembali Ke Atas Go down
syamsuri
Lurah


Lokasi: Cibinong
Reputation: 1
Join date: 22.03.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed May 06, 2009 8:24 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...

Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Massss.....
Kaemau khan ibarate. yen terus njenengan bener arep ekperimen, yo terserah njenengan, arep nganggo gelas sing gedene sak hohah.. opo arep nganggo gelas cilik... monngo kerso.
sinare arep nganggo senthir.. senter... , lampu liyane sing nganti ber mega2 wt. nggih sumonggo.

yen babakan koyo iki iseh bingung.... saranku ojo dilanjuke. goleko Murshid sing mumpuni amrih ora nyasar.

Mas, sak jane njenengan niku melempar suatu pendapat dan gagasan tapi tidak ada penjelasan yg akurat.
Malah gelas lan sinar kuwi terserah aku............

Wis jan malah akeh sing do bingung..................................

ya begitulah jawaban syekh siti jenar bila mendapat pertanyaan saat itu, jawabannya mengikuti tingkatannya syekh siti jenar sendiri. makanya para walipun kawatir dan muridnyapun banyak yang bingung, stresss.
saya bukanya tak mengerti maksud pertanyaan sampean, arahnaya kemana... saya tahu.
logika/akal yang dikedapankan.
hati-hati pakai akal sebab nanti bisa menjadi akal-akalan.
kalau sudah akal akalan bahaya.
lebih baik pakai hati. sehingga nanti akan lebih hatu hati,
inipun kajian juga lho maass....
pertanyaan pertama belum jelas...
sekarang muncul masalah akal akalan dan hati hati.
yang tidak paham pasti akan marah & jengkel.
terus kalau terjadi marah & jengkel...., marah & jengkel itu punya siapa..??
punya manusiakah, punya setan.... atau punya Tuhan.?!

ben... mumet mumet sisan monggo dilanjut. syekh siti jenar kadang cen mumetke kok.
Kembali Ke Atas Go down
Ngabehi_km
Lurah


Lokasi: jakarta
Reputation: 0
Join date: 17.10.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 07, 2009 3:18 pm

gaplex wrote:
sampean kok apal banget kang......
po tau ketemu neng alam gaib.....

lho nek sampeyan pengen jelas yo nyatakno kono kang!
Yen ora podho yo berarti aku sing luput.... :pale:

sampeyan iso kelingan jaman cilik to berarti ngrekam iso dieling2 maneh, lha alam (jagad gedhe) yo ngono kui....
selamat jaln jalan kang gaplex
Kembali Ke Atas Go down
http://ngajitauhid.wordpress.com
gaplex
Koordinator


Lokasi: KARANG DUWET,KARANG MOJO,CILEDUG
Reputation: 7
Join date: 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 07, 2009 3:34 pm

aku ra iso kok kang.......
sampean ki ketoke kebatinane kuat...
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
rmlodang
Camat


Lokasi: Kayangan junggring saloko.
Reputation: 12
Join date: 12.08.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 07, 2009 10:06 pm

qtimboel wrote:
Lungguh silo madep mantep nunggu penjelasan yang laen....


Tak baturi kang, karo wedangan yo....
Kembali Ke Atas Go down
http://maryoto_metal@yahoo.com
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri May 08, 2009 3:19 pm

syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...

Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Massss.....
Kaemau khan ibarate. yen terus njenengan bener arep ekperimen, yo terserah njenengan, arep nganggo gelas sing gedene sak hohah.. opo arep nganggo gelas cilik... monngo kerso.
sinare arep nganggo senthir.. senter... , lampu liyane sing nganti ber mega2 wt. nggih sumonggo.

yen babakan koyo iki iseh bingung.... saranku ojo dilanjuke. goleko Murshid sing mumpuni amrih ora nyasar.

Mas, sak jane njenengan niku melempar suatu pendapat dan gagasan tapi tidak ada penjelasan yg akurat.
Malah gelas lan sinar kuwi terserah aku............

Wis jan malah akeh sing do bingung..................................

ya begitulah jawaban syekh siti jenar bila mendapat pertanyaan saat itu, jawabannya mengikuti tingkatannya syekh siti jenar sendiri. makanya para walipun kawatir dan muridnyapun banyak yang bingung, stresss.
saya bukanya tak mengerti maksud pertanyaan sampean, arahnaya kemana... saya tahu.
logika/akal yang dikedapankan.
hati-hati pakai akal sebab nanti bisa menjadi akal-akalan.
kalau sudah akal akalan bahaya.
lebih baik pakai hati. sehingga nanti akan lebih hatu hati,
inipun kajian juga lho maass....
pertanyaan pertama belum jelas...
sekarang muncul masalah akal akalan dan hati hati.
yang tidak paham pasti akan marah & jengkel.
terus kalau terjadi marah & jengkel...., marah & jengkel itu punya siapa..??
punya manusiakah, punya setan.... atau punya Tuhan.?!

ben... mumet mumet sisan monggo dilanjut. syekh siti jenar kadang cen mumetke kok.


Wah sakjane njenengan niku kepripun to............ Kan nek sesepuh ndisik ki ki duwe sanepo lan di sanepoke samubarang sing do di lakoni manungso kuwi. Gek nek njenengan kan namung gawe pitakonan sing paling dasar.... sakjane kuwi, malah bingung dewe njawabe...
Gek nek Siti Djenar kuwi ora mumetke, sing mumet kuwi sing urung wae ngerteni dasare....

Nek njenengan arep mumetke lan mbingung kabeh sedulur lan pembaca yo ora apik no mas.... Mbok di sanepake wae...

Lagi aku setuju tenan.

Kan upomo wong mangan lan kepiye to iso mangan, nah logikane kuwi mangkene iki lak udu akal2ne....
Njur di runut seko filosofine, wong iso mangan kuwi sing kepiye......
Conto: Panganan kuwi seko ngendi asal usule... Umpamane mangan telo goreng, Iki Lahan disik ding perlu di pupuk lan di paculi, Njur nandure nunggu mongso rendeng. Akar telo kuwi lak seko kayu, telo sing di tandur njur gede gek di rabuk, nek panen kan perlu di kupas lan telone kuwi rep di godok disik ben empuk opo langsung di goreng.
Njur di goreng membutuhkan opo wae... koyo gorengan, minyak goreng, geni, lan ubo rampene...

Njur nek mangan ben seger kuwi yo ono wancine, perlu di karakteristike sing jelas, nek panas telo goreng ki kepiye lan nek adem 1 sak jam seko bar di goreng kuwi kepiye rasane.... Njur nek wayu mengko kepiye rasane...
Lan perlu ono kadaluarsa sing ra keno d maem...
Karepku kuwi koyo mangkono mas...... Kuwi wae sakjane urung detail...

Nah yo kuwi contone wong iso mangan secara logika dialektika.

Njur nek sing iso mangan mergo sulapan/sihir wis bedo maneh....
Gek nek sing iso mangan amergo mukjizat yo bedo maneh...Gur intine kabeh mau kudu belajar seko proses, sabar lan iso nglakoni pembelajaran sing temen.


Lha nek masalah akal2an kuwi mau, manungso ki lak wis tinitahan akal lan pikir.... njur pikir kuwi mau kepiye ben wening olehe mikir.... Gek nek wong akal2an kuwi lak yo wis ket ndisik...

Poro wali wae seko Jamane Adam tekan Awke dewe kudu akal2an, ben iso langgeng uripe.
Adam wae di akali ning Hawa ben iso mangan buah Quldi, lak akhire tekan ning ngalam ndonyo.....
Semono ugo tekan poro wali, tete ono akal2ane...sing marai kepercayaan nek ben do di yakini kuwi kudu netrapke akal2an kuwi mau, nanging akal2ane kuwi sing beruapa kiasan, sanepo sing wong2 awam mengerti ning yo gek ben do belajar tenanan.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Kartiyo
KorLap


Lokasi: Bandung
Reputation: 0
Join date: 04.03.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri May 08, 2009 10:06 pm

Menurut saya.... kontroversi tentang ajaran Syekh Siti jenar .... (yang katanya) "menyimpang" & tidak seperti yang diajarkan oleh para Wali Songo adalah terletak pada cara pandang pemahamannya.
Para Wali Songo mengajarkan sesuatu dari "Bawah ke Atas", sedangkan Syekh Siti Jenar dengan cara dari "Atas ke Bawah".
"Ono katon kang katon hamung dlajating hurip, Hurip tan keno pati, Langgeng tan keno owah, Mulyo tan keno kaworan".
Hurip, langgeng, mulyo hatunggal dadi sawiji
Hurip, langgeng, mulyo; hananing wadhah suci....
Kembali Ke Atas Go down
martinus
Koordinator


Lokasi: JOGJAKARTA
Reputation: 6
Join date: 29.04.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sat May 09, 2009 11:57 am

ribet ngomongin beginian.
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi: Gunungkidul
Reputation: 20
Join date: 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 11, 2009 10:23 am

Kartiyo wrote:
Menurut saya.... kontroversi tentang ajaran Syekh Siti jenar .... (yang katanya) "menyimpang" & tidak seperti yang diajarkan oleh para Wali Songo adalah terletak pada cara pandang pemahamannya.
Para Wali Songo mengajarkan sesuatu dari "Bawah ke Atas", sedangkan Syekh Siti Jenar dengan cara dari "Atas ke Bawah".
"Ono katon kang katon hamung dlajating hurip, Hurip tan keno pati, Langgeng tan keno owah, Mulyo tan keno kaworan".
Hurip, langgeng, mulyo hatunggal dadi sawiji
Hurip, langgeng, mulyo; hananing wadhah suci....


Ning mas nek Ajaran Siti Djenar ki d arani seko atas ke bawah ki sing kepiye mas.....

Cobo urut2ane kepiye.....kok iso di arani
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
republik alam ghaib
Lurah


Lokasi: ponorogo
Reputation: 1
Join date: 19.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 19, 2009 1:24 pm

wedarane sae....syekh siti jenar/syekh lemah abang utawi syekh abdul jalil panci penuh kontroversi,sekedik ingkang kulo pahami sangking ajaranipun syekh abdul jalil inggih meniko "kembali DIA/NYA" ,menghilangkan sifat ke aku an pada diri kita karena semua adalah milikNYA, untuk manunggaling kawulo lan gusti sebenarnya sederhana menurut saya karena gusti adalah bagusing ati jadi bila manusia mempunyai hati yang bersih dimana semua adalah karena didasari karena ALLAH SWT insyaallah DIA akan berada dalam diri kita,soal semua yang di dunia ini adalah mati atau maya saya sangat setuju karena semua ada ukurannya atau bisa di ukur sehingga di namakan mati,usia manusia dapat di ukur ,dalamnya dunia dapat di ukur,dalamnya laut dapat di ukur,hanya HATI lah yang tidak dapat di ukur,dalamnya tiada terkira dan luasnya tiada bertepi....mungkin cekap semanten ingkang saget kulo tulis ,amargi sangking dangkalipun kaweruh kulo,insyaallah wanci wekdal kulo badhe nulis asal-usulipun/garis keturunanipun syekh siti jenar.
Kembali Ke Atas Go down
Pardjimin
Presidium


Lokasi: Blekasi - DjogDja - GK - Semin - Karang Sari
Reputation: 10
Join date: 14.03.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 19, 2009 2:27 pm

melu nyimak sik..

gek karo arep takon..
lha gek syekh siti jenar kui due anak lan bojo ra yo.. ?
nak due saiki keturunane tekan turunan piro ?
gek ono ngendi ?

_________________
MPAN NGGO PAPAN

http://pardjimin.wordpress.com/


Terakhir diubah oleh Pardjimin tanggal Tue May 19, 2009 2:39 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
http://pardjimin.wordpress.com
 

Syekh Siti Jenar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 4Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK ::  :: -