Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 Syekh Siti Jenar

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Syekh Siti Jenar   Thu Jun 19, 2008 12:34 pm

First topic message reminder :

Bagi yang tahu tentang Riwayat dan ajaran syekh siti jenar mari berbagi.......jika tidak suka jgn mencela.....lebih baik diam......
Syekh Siti Jenar (juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit, Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap Sufi dan juga salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa yang sangat kontroversial di Jawa, Indonesia.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal-usulnya, di masyarakat,
terdapat banyak varian cerita mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu Manunggaling Kawula Gusti.
Akan tetapi sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah
intelektual yang sudah mendapatkan esensi Islam itu sendiri. Ajaran -
ajarannya tertuang dalam pupuh, yaitu karya sastra yang dibuatnya. Meskipun demikian, ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang bertentangan dengan cara hidup Walisongo. Pertentangan praktek sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Konsep dan AjaranAjaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati, Tuhan
dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti
Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai
kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian
justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.
Konsekuensinya, ia tidak dapat dikenai hukum yang bersifat
keduniawian (hukum negara dan lainnnya), tidak termasuk didalamnya
hukum syariat peribadatan sebagaimana ketentuan syariah. Dan menurut ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Siti Jenar bahwa manusia di dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam yang lima, yaitu: syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Baginya, syariah itu baru berlaku sesudah manusia menjalani kehidupan paska kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah
itu ada dalam dirinya, yaitu di dalam budi. Pemahaman inilah yang
dipropagandakan oleh para ulama pada masa itu. Mirip dengan konsep Al-Hallaj (tokoh sufi Islam yang dihukum mati pada awal sejarah perkembangan Islam sekitar abad ke-9 Masehi) tentang Hulul yang berkaitan dengan kesamaan sifat manusia
dan Tuhan. Dimana Pemahaman ketauhidan harus dilewati melalui 4
tahapan ; 1. Syariat (dengan menjalankan hukum-hukum agama spt sholat,
zakat dll); 2. Tarekat, dengan melakukan amalan-amalan spt wirid,
dzikir dalam waktu dan hitungan tertentu; 3. Hakekat, dimana hakekat
dari manusia dan kesejatian hidup akan ditemukan; dan 4. Ma'rifat,
kecintaan kepada Allah dengan makna seluas-luasnya. Bukan berarti bahwa
setelah memasuki tahapan-tahapan tersebut maka tahapan dibawahnya
ditiadakan. Pemahaman inilah yang kurang bisa dimengerti oleh para
ulama pada masa itu tentang ilmu tasawuf yang disampaikan oleh Syech
Siti Jenar. Ilmu yang baru bisa dipahami setelah melewati ratusan tahun
pasca wafatnya sang Syech. Para ulama mengkhawatirkan adanya
kesalahpahaman dalam menerima ajaran yang disampaikan oleh Syech Siti
Jenar kepada masyarakat awam dimana pada masa itu ajaran Islam yang
harus disampaikan adalah pada tingkatan 'syariat'. Sedangkan ajaran
Siti Jenar sudah memasuki tahap 'hakekat' dan bahkan 'ma'rifat'kepada
Allah (kecintaan yang sangat kepada ALLAH). Oleh karenanya, ajaran yang
disampaikan oleh Siti Jenar hanya dapat dibendung dengan kata 'SESAT'.
Dalam pupuhnya, Syekh Siti Jenar merasa malu apabila harus berdebat
masalah agama. Alasannya sederhana, yaitu dalam agama apapun, setiap
pemeluk sebenarnya menyembah zat Yang Maha Kuasa.
Hanya saja masing - masing menyembah dengan menyebut nama yang berbeda
- beda dan menjalankan ajaran dengan cara yang belum tentu sama. Oleh
karena itu, masing - masing pemeluk tidak perlu saling berdebat untuk
mendapat pengakuan bahwa agamanya yang paling benar.
Syekh Siti Jenar juga mengajarkan agar seseorang dapat lebih
mengutamakan prinsip ikhlas dalam menjalankan ibadah. Orang yang
beribadah dengan mengharapkan surga atau pahala berarti belum bisa
disebut ikhlas.

Manunggaling Kawulo Lan GustiDalam ajarannya ini, pendukungnya berpendapat bahwa Syekh Siti Jenar tidak pernah menyebut dirinya sebagai Tuhan. Manunggaling Kawula Gusti
dianggap bukan berarti bercampurnya Tuhan dengan Makhluknya, melainkan
bahwa Sang Pencipta adalah tempat kembali semua makhluk. Dan dengan
kembali kepada Tuhannya, manusia telah menjadi sangat dekat dengan
Tuhannya.
Dan dalam ajarannya, 'Manunggaling Kawula Gusti' adalah bahwa di
dalam diri manusia terdapat ruh yang berasal dari ruh Tuhan sesuai
dengan ayat Al Qur'an yang menerangkan tentang penciptaan manusia ("Ketika
Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan
manusia dari tanah. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan
Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan
bersujud kepadanya (Shaad; 71-72)"
)>. Dengan demikian ruh manusia akan menyatu dengan ruh Tuhan dikala penyembahan terhadap Tuhan terjadi.
Perbedaan penafsiran ayat Al Qur'an dari para murid Syekh Siti
inilah yang menimbulkan polemik bahwa di dalam tubuh manusia bersemayam
ruh Tuhan, yaitu polemik paham 'Manunggaling Kawula Gusti'.

Hamemayu Hayuning BawonoPrinsip ini berarti memakmurkan bumi. Ini mirip dengan pesan utama Islam, yaitu rahmatan lil alamin. Seorang dianggap muslim, salah satunya apabila dia bisa memberikan manfaat bagi lingkungannya dan bukannya menciptakan kerusakan di bumi.

KontroversiKontroversi
yang lebih hebat terjadi di sekitar kematian Syekh Siti Jenar.
Ajarannya yang amat kontroversial itu telah membuat gelisah para
pejabat kerajaan Demak Bintoro.
Di sisi kekuasaan, Kerajaan Demak khawatir ajaran ini akan berujung
pada pemberontakan mengingat salah satu murid Syekh Siti Jenar, Ki Ageng Pengging atau Ki Kebokenanga adalah keturunan elite Majapahit (sama seperti Raden Patah) dan mengakibatkan konflik di antara keduanya.
Dari sisi agama Islam,
Walisongo yang menopang kekuasaan Demak Bintoro, khawatir ajaran ini
akan terus berkembang sehingga menyebarkan kesesatan di kalangan umat.
Kegelisahan ini membuat mereka merencanakan satu tindakan bagi Syekh
Siti Jenar yaitu harus segera menghadap Demak Bintoro. Pengiriman
utusan Syekh Dumbo dan Pangeran Bayat
ternyata tak cukup untuk dapat membuat Siti Jenar memenuhi panggilan
Sri Narendra Raja Demak Bintoro untuk menghadap ke Kerajaan Demak.
Hingga konon akhirnya para Walisongo sendiri yang akhirnya datang ke Desa Krendhasawa di mana perguruan Siti Jenar berada.[rujukan?]
Para Wali dan pihak kerajaan sepakat untuk menjatuhkan hukuman mati
bagi Syekh Siti Jenar dengan tuduhan telah membangkang kepada raja. Maka berangkatlah lima wali yang diusulkan oleh Syekh Maulana Maghribi ke Desa Krendhasawa. Kelima wali itu adalah Sunan Bonang, Sunan Kalijaga, Pangeran Modang, Sunan Kudus, dan Sunan Geseng.
Sesampainya di sana, terjadi perdebatan dan adu ilmu antara kelima
wali tersebut dengan Siti Jenar. Menurut Siti Jenar, kelima wali
tersebut tidak usah repot-repot ingin membunuh Siti Jenar. Karena
beliau dapat meminum tirtamarta (air kehidupan) sendiri. Ia dapat menjelang kehidupan yang hakiki jika memang ia dan budinya menghendaki.[rujukan?]
Tak lama, terbujurlah jenazah Siti Jenar di hadapan kelima wali.
Ketika hal ini diketahui oleh murid-muridnya, serentak keempat muridnya
yang benar-benar pandai yaitu Ki Bisono, Ki Donoboyo, Ki Chantulo dan Ki Pringgoboyo pun mengakhiri "kematian"-nya dengan cara yang misterius seperti yang dilakukan oleh gurunya di hadapan para wali.[rujukan?]
Kisah pada saat Pasca KematianTerdapat kisah yang menyebutkan bahwa ketika jenazah Siti Jenar disemayamkan di Masjid Demak, menjelang salat Isya, semerbak beribu bunga dan cahaya kilau kemilau memancar dari jenazah Siti Jenar.
Jenazah Siti Jenar sendiri dikuburkan di bawah Masjid Demak oleh para wali. Pendapat lain mengatakan, ia dimakamkan di Masjid Mantingan, Jepara, dengan nama lain.
Setelah tersiar kabar kematian Syekh Siti Jenar, banyak muridnya
yang mengikuti jejak gurunya untuk menuju kehidupan yang hakiki. Di
antaranya yang terceritakan adalah Kiai Lonthang dari Semarang Ki Kebokenanga dan Ki Ageng Tingkir.

sumber: wikipedia.org
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika

PengirimMessage
Ngabehi_km
Lurah


Join date : 17.10.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 07, 2009 4:18 pm

gaplex wrote:
sampean kok apal banget kang......
po tau ketemu neng alam gaib.....

lho nek sampeyan pengen jelas yo nyatakno kono kang!
Yen ora podho yo berarti aku sing luput.... :pale:

sampeyan iso kelingan jaman cilik to berarti ngrekam iso dieling2 maneh, lha alam (jagad gedhe) yo ngono kui....
selamat jaln jalan kang gaplex
Kembali Ke Atas Go down
http://ngajitauhid.wordpress.com
gaplex
Koordinator


Join date : 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 07, 2009 4:34 pm

aku ra iso kok kang.......
sampean ki ketoke kebatinane kuat...
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
rmlodang
Camat


Join date : 12.08.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 07, 2009 11:06 pm

qtimboel wrote:
Lungguh silo madep mantep nunggu penjelasan yang laen....


Tak baturi kang, karo wedangan yo....
Kembali Ke Atas Go down
http://maryoto_metal@yahoo.com
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri May 08, 2009 4:19 pm

syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
syamsuri wrote:


Syamsur : iPingin tahu Riwayat dan Ajaran dari syekh Siti Jenar buat apa sich kang...
manusia hidup itu kan hanya ada di rasa, iyakan..!!!?
ndak punya rasa...? berarti mati.
lhaaa.. kira-kira kakang ini udah bisa ngrasa manunggal dengan gusti apa belum..?
Gusti ( bagusing ati ) artinya yang ada pada diri kita sendiri, yang selalu dan akan selalu mengajak dan membawa kita kepada yang baik-baik ( Baik dalam artian Hakiki ) yang tidak baik itu bukan bagusing ati (gusti) itu ablisss laknatulloh.
saya rasa ini sesuai dengan hadish " bahwa didalam diri manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka baik pulalah manusia tersebut. segumpal daging tersebut adalah hati ".
sementara ini saja dulu. kalau pingin panjang lebar, datang ke rumah bawa gulo teh. haaa...haaa...
[i]


Lha klo situ sendiri klo udah tahu ya share dong di sini, apa artinya Siti Djenar......
Dan jika sudah paham dengan pengertian manunggaling kawula gusti ya jangan mencela.....
Bisa di jelaskan menurut dengan data, kondisi lapangan dan mayoritas umum dengan analisa dan tesis anti tesanya.....

Bicara jujur itu ibarat TEKO. tergantung apa isinya yang didalam. isinya kopi... akan keluar kopi, saya tidak bermaksud mencela, ttp kalau dirasa mencela saya mohon ma'af.

gini lho...
sampean siapkan beberapa gelas, isi masing2 dengan air yang berbeda,
kemudian siapkan satu lampu terang di atasnya. kemudian perhatikan...,
apa yang anda temukan andaikata salah satu gelas itu adalah diri kita dan sinar lampu itu adalah Tuhan. masuk apa tidak sinar tersebut kedalam gelas. Untuk seterusnya silakan dikaji dulu sendiri.
hal inipun bisa berlaku bagi yang bertanya Tuhan itu berapa dan dimana.
selamat mengkaji, bukan mengaji.
mau kongkrit datang dawa gula dan teh haa...haa....


Wah jan pinter tenan njenengan meniko mas....

Tapi begini begini, kita ambil sample klo Sinar itu Tuhan; dan gelas yg berisi air tersebut manusia atau makhluknya. Yg jadi pertanyaan adalah, Sinar lampu tersebut dengan kekuatan berapa lumen dan berapa Voltage yg di hasilkan berapa pula amperenya. Kemudian jarak antara sinar tersebut beraap dengan gelas tersebut? dan gelas2 tersebut kita ambil sample berapa buah, berat, isi dan ukurannya berapa pula?

Ok trims mas...

Pemahamannya/ pengkajiannya bukan kesana arahnya, karna Tuhan itu sifatnya Maha tetapi seberapa bersih kholbu kita yang akan mampu menampung sinar, untuk kemudian memamtulkannya keluar kembali sebagai bentuk perwujudan-Nya semakin bersih kholbu kita dan semakin besar pengharapan untuk kehadiran Tuhan, maka pancaran Nur Kuasa Illahi-pun akan semakin besar dan terang.

Monggo lanjut...

Wah jan...Ngeten mas pangapunten, sing kulo pitakonke meniko lak karakteristik lan data2 ajeng lan wis entuk sinar kuwi mau....
NJur data2 mau sing Sinar lan Gelase adah banyu ki d ukur disik no...kok malah tekan bersih kolbu barang.


Dadi urung wayahe tekan bersih kolbu kuwi, sing marai lak sinar sing menyinari gelas kuwi....njur gelase terbagi2 lan terisi bermacem2 air.... nah njur gelas sing isine banyu ben resik kabeh mau di perlukan opo lan kepiye carane?

IKi sing tak takoke kuwi gek tingkat dasar lho mas..... Ijih ning materi (syariat/sarengat), pembahasane rung tekan tarekat.......

Suwun...

Massss.....
Kaemau khan ibarate. yen terus njenengan bener arep ekperimen, yo terserah njenengan, arep nganggo gelas sing gedene sak hohah.. opo arep nganggo gelas cilik... monngo kerso.
sinare arep nganggo senthir.. senter... , lampu liyane sing nganti ber mega2 wt. nggih sumonggo.

yen babakan koyo iki iseh bingung.... saranku ojo dilanjuke. goleko Murshid sing mumpuni amrih ora nyasar.

Mas, sak jane njenengan niku melempar suatu pendapat dan gagasan tapi tidak ada penjelasan yg akurat.
Malah gelas lan sinar kuwi terserah aku............

Wis jan malah akeh sing do bingung..................................

ya begitulah jawaban syekh siti jenar bila mendapat pertanyaan saat itu, jawabannya mengikuti tingkatannya syekh siti jenar sendiri. makanya para walipun kawatir dan muridnyapun banyak yang bingung, stresss.
saya bukanya tak mengerti maksud pertanyaan sampean, arahnaya kemana... saya tahu.
logika/akal yang dikedapankan.
hati-hati pakai akal sebab nanti bisa menjadi akal-akalan.
kalau sudah akal akalan bahaya.
lebih baik pakai hati. sehingga nanti akan lebih hatu hati,
inipun kajian juga lho maass....
pertanyaan pertama belum jelas...
sekarang muncul masalah akal akalan dan hati hati.
yang tidak paham pasti akan marah & jengkel.
terus kalau terjadi marah & jengkel...., marah & jengkel itu punya siapa..??
punya manusiakah, punya setan.... atau punya Tuhan.?!

ben... mumet mumet sisan monggo dilanjut. syekh siti jenar kadang cen mumetke kok.


Wah sakjane njenengan niku kepripun to............ Kan nek sesepuh ndisik ki ki duwe sanepo lan di sanepoke samubarang sing do di lakoni manungso kuwi. Gek nek njenengan kan namung gawe pitakonan sing paling dasar.... sakjane kuwi, malah bingung dewe njawabe...
Gek nek Siti Djenar kuwi ora mumetke, sing mumet kuwi sing urung wae ngerteni dasare....

Nek njenengan arep mumetke lan mbingung kabeh sedulur lan pembaca yo ora apik no mas.... Mbok di sanepake wae...

Lagi aku setuju tenan.

Kan upomo wong mangan lan kepiye to iso mangan, nah logikane kuwi mangkene iki lak udu akal2ne....
Njur di runut seko filosofine, wong iso mangan kuwi sing kepiye......
Conto: Panganan kuwi seko ngendi asal usule... Umpamane mangan telo goreng, Iki Lahan disik ding perlu di pupuk lan di paculi, Njur nandure nunggu mongso rendeng. Akar telo kuwi lak seko kayu, telo sing di tandur njur gede gek di rabuk, nek panen kan perlu di kupas lan telone kuwi rep di godok disik ben empuk opo langsung di goreng.
Njur di goreng membutuhkan opo wae... koyo gorengan, minyak goreng, geni, lan ubo rampene...

Njur nek mangan ben seger kuwi yo ono wancine, perlu di karakteristike sing jelas, nek panas telo goreng ki kepiye lan nek adem 1 sak jam seko bar di goreng kuwi kepiye rasane.... Njur nek wayu mengko kepiye rasane...
Lan perlu ono kadaluarsa sing ra keno d maem...
Karepku kuwi koyo mangkono mas...... Kuwi wae sakjane urung detail...

Nah yo kuwi contone wong iso mangan secara logika dialektika.

Njur nek sing iso mangan mergo sulapan/sihir wis bedo maneh....
Gek nek sing iso mangan amergo mukjizat yo bedo maneh...Gur intine kabeh mau kudu belajar seko proses, sabar lan iso nglakoni pembelajaran sing temen.


Lha nek masalah akal2an kuwi mau, manungso ki lak wis tinitahan akal lan pikir.... njur pikir kuwi mau kepiye ben wening olehe mikir.... Gek nek wong akal2an kuwi lak yo wis ket ndisik...

Poro wali wae seko Jamane Adam tekan Awke dewe kudu akal2an, ben iso langgeng uripe.
Adam wae di akali ning Hawa ben iso mangan buah Quldi, lak akhire tekan ning ngalam ndonyo.....
Semono ugo tekan poro wali, tete ono akal2ane...sing marai kepercayaan nek ben do di yakini kuwi kudu netrapke akal2an kuwi mau, nanging akal2ane kuwi sing beruapa kiasan, sanepo sing wong2 awam mengerti ning yo gek ben do belajar tenanan.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Kartiyo
KorLap


Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri May 08, 2009 11:06 pm

Menurut saya.... kontroversi tentang ajaran Syekh Siti jenar .... (yang katanya) "menyimpang" & tidak seperti yang diajarkan oleh para Wali Songo adalah terletak pada cara pandang pemahamannya.
Para Wali Songo mengajarkan sesuatu dari "Bawah ke Atas", sedangkan Syekh Siti Jenar dengan cara dari "Atas ke Bawah".
"Ono katon kang katon hamung dlajating hurip, Hurip tan keno pati, Langgeng tan keno owah, Mulyo tan keno kaworan".
Hurip, langgeng, mulyo hatunggal dadi sawiji
Hurip, langgeng, mulyo; hananing wadhah suci....
Kembali Ke Atas Go down
martinus
Koordinator


Join date : 29.04.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sat May 09, 2009 12:57 pm

ribet ngomongin beginian.
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 11, 2009 11:23 am

Kartiyo wrote:
Menurut saya.... kontroversi tentang ajaran Syekh Siti jenar .... (yang katanya) "menyimpang" & tidak seperti yang diajarkan oleh para Wali Songo adalah terletak pada cara pandang pemahamannya.
Para Wali Songo mengajarkan sesuatu dari "Bawah ke Atas", sedangkan Syekh Siti Jenar dengan cara dari "Atas ke Bawah".
"Ono katon kang katon hamung dlajating hurip, Hurip tan keno pati, Langgeng tan keno owah, Mulyo tan keno kaworan".
Hurip, langgeng, mulyo hatunggal dadi sawiji
Hurip, langgeng, mulyo; hananing wadhah suci....


Ning mas nek Ajaran Siti Djenar ki d arani seko atas ke bawah ki sing kepiye mas.....

Cobo urut2ane kepiye.....kok iso di arani
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
republik alam ghaib
Lurah


Join date : 19.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 19, 2009 2:24 pm

wedarane sae....syekh siti jenar/syekh lemah abang utawi syekh abdul jalil panci penuh kontroversi,sekedik ingkang kulo pahami sangking ajaranipun syekh abdul jalil inggih meniko "kembali DIA/NYA" ,menghilangkan sifat ke aku an pada diri kita karena semua adalah milikNYA, untuk manunggaling kawulo lan gusti sebenarnya sederhana menurut saya karena gusti adalah bagusing ati jadi bila manusia mempunyai hati yang bersih dimana semua adalah karena didasari karena ALLAH SWT insyaallah DIA akan berada dalam diri kita,soal semua yang di dunia ini adalah mati atau maya saya sangat setuju karena semua ada ukurannya atau bisa di ukur sehingga di namakan mati,usia manusia dapat di ukur ,dalamnya dunia dapat di ukur,dalamnya laut dapat di ukur,hanya HATI lah yang tidak dapat di ukur,dalamnya tiada terkira dan luasnya tiada bertepi....mungkin cekap semanten ingkang saget kulo tulis ,amargi sangking dangkalipun kaweruh kulo,insyaallah wanci wekdal kulo badhe nulis asal-usulipun/garis keturunanipun syekh siti jenar.
Kembali Ke Atas Go down
Pardjimin
Presidium


Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 19, 2009 3:27 pm

melu nyimak sik..

gek karo arep takon..
lha gek syekh siti jenar kui due anak lan bojo ra yo.. ?
nak due saiki keturunane tekan turunan piro ?
gek ono ngendi ?


Terakhir diubah oleh Pardjimin tanggal Tue May 19, 2009 3:39 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
http://pardjimin.wordpress.com
gaplex
Koordinator
avatar

Lokasi : KARANG DUWET,KARANG MOJO,CILEDUG
Reputation : 7
Join date : 07.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue May 19, 2009 3:29 pm

yo cobo kang nek njenengan nduwe catatan sing komplit....
mang bagi nten mriki.......
kajenge do ngerti sithik2....
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ndtindonesia.com
bagusee
Lurah
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 20.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 12:35 pm

Berikut ini resensi ringkas buku-buku Achmad Chodjim (Versi Inibuku.com)

Makna Kematian (SSJ1)

Syekh Siti Jenar. Kehadirannya telah menenteramkan sekaligus menggelisahkan! Ajaran Islam yang diajarkannya sangat kontroversial. Jika para wali lain di zamannya menanamkan Islam secara akulturasi, ia membangun Islam di Jawa secara asimilasi, yang kelak dikenal sebagai Islam Jawa atau Islam Kejawen. Pandangan sufistik Islam diramunya dengan mistik Jawa. Lahirlah Islam yang tidak berwajah keras, tapi memancarkan kesejukan - sebagai rahmatan lil alamin.

Buku ini mengupas makna kematian yang diajarkan oleh tokoh yang lebih sering disalahpahami itu. Achmad Codjim juga membawa kita menyelami khazanah kearifan tradisional - tentang rahasia alam, hidup, akal budi, hakikat dan eksistensi manusia - yang diperkaya dengan pelbagai argumentasi keagamaan.

Syekh Siti Jenar 2
Makrifat dan Makna Kehidupan

Syekh Siti Jenar. Ia juga akrab dipanggil Syekh Lemah Abang. Ketinggian ilmunya mengundang curiga. Wali-wali sepuh yang mengajarnya menyangka dia punya ilmu sihir. Padahal, yang muncul tiba-tiba dan disaksikan oleh santri-santri Giri adalah karamahnya. Tetapi, yang membuat nama Syekh Siti Jenar mencuat bukan semata-mata ketinggian ilmunya, melainkan praktik hidupnya yang egaliter, merasa sama dengan orang lain. Keteladanannya dalam beragama mudah diikuti orang lain. Tak heran bila setiap hari masjid di Pesantren Lemah Abang dipenuhi orang.
Melanjutkan buku sebelumnya—Syekh Siti Jenar: Makna 'Kematian"—buku ini bukanlah sejarah hidup Syekh Siti Jenar, melainkan ulasan ajarannya. Jika buku pertama lebih mengulas eksistensi manusia, buku ini akan mengupas tauhid, akhlak, dan makrifat Syekh Siti Jenar.

Tauhid yang menjadi landasan pokok dalam beragama ia ajarkan hingga tuntas. Sifat 20 tidak diajarkan sebagai sifat Tuhan semata, tapi juga sifat yang disandang oleh hamba-Nya yang mukmin. Justru di sinilah ajaran Siti Jenar lebih menarik daripada ajaran yang disampaikan oleh para wali lainnya.
Rukun Islam dijabarkan sebagai basis perilaku dalam hidup sehari-hari. Muslim sejati tak sekadar mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, berpuasa, menunaikan zakat, dan berhaji secara formal. Kalau hanya itu, muslim sulit melepas mentalitas pembangunan yang buruk, mental korupsi dan kolusi. Warisan lama inilah yang hendak diberantas oleh Syekh Siti Jenar.

Bagi Syekh, iman bukanlah semata-mata kepercayaan. Iman harus dapat ditransformasikan dalam kehidupan. Iman bukanlah bekal untuk menghadapi kematian sebagaimana kita membawa bekal dalam perjalanan yang jika kita lapar lalu kita makan. Di tangan Syekh, rukun iman melahirkan kemanunggalan iman, sebagai wujud manunggaling kawula klawan Gusti dalam kehidupan nyata di bumi.
Rukun Islam dan Iman tidak hanya dipraktikkan berdasarkan olah budi dan cipta. Bila tidak berada di atas kehendak Tuhan, keinginan akan mengotori jiwa. Hanya bila budi dan cipta telah dipimpin Tuhan, kita akan terlepas dari ketersesatan.

Syekh juga mengupas lugas makna sifat Rasul bagi kehidupan kita, rahasia Sasahidan, dan pandangan revolusioner tentang Hari Akhir.



Tambahan :

Setahu saya A. Chodjim dan Agus Sunyoto adalah dua dari penulis tentang SSJ yang memiliki garis ilmu dan guru dari SSJ. Bukan penulis yang hanya mencuplik dari sumber sana sini. Sepertinya dari garis yang berbeda.
Jadi isi bukunya sedikit banyak lebih dalam.
Kembali Ke Atas Go down
bagusee
Lurah
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 20.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 12:48 pm

Pardjimin wrote:
melu nyimak sik..

gek karo arep takon..
lha gek syekh siti jenar kui due anak lan bojo ra yo.. ?
nak due saiki keturunane tekan turunan piro ?
gek ono ngendi ?

--------------------

Konon ceritanya :


Gurunya Sdr. Agus Sunyoto yang menulis novel SSJ adalah keturunan SSJ yang ke-13 dan sekarang berdomisili di Surabaya.

Dan konon setiap keturunan punya cincin wasiat yang berhuruf Alloh (dlm bhs Arab).
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 1:52 pm

weh mas....kuwi kan dudu keturunane yooo...kuwikan keturunan perguruan wae...
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
bagusee
Lurah
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 20.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu May 21, 2009 3:24 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
weh mas....kuwi kan dudu keturunane yooo...kuwikan keturunan perguruan wae...

Yoi ... gurunya Agus Sunyoto yang keturunan, konon begitu.
Kembali Ke Atas Go down
kliwon semin
Koordinator
avatar

Lokasi : jakarta
Reputation : 6
Join date : 19.02.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon May 25, 2009 11:50 pm

sing jelas keturane nabi adam....

termasuk awake dewe........... :roll:
Kembali Ke Atas Go down
elfan
Warga
avatar

Lokasi : jakarta
Reputation : 0
Join date : 18.06.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jun 22, 2009 5:21 pm

Iman dan ihsan itu merupakan bagian dari ajaran Islam, jadi bukan masing-masing berdiri sendiri. Syahadat itu merupakan dasar pokok dari ajaran Islam, sekaligus adalah 'puncak' atau kesimpulan dari ajaran iman. Tatkala dia yakin dengan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Islam, maka dia mengucapkan syahadat. Jabaran dari syahadat itu tergambar dalam rukun iman yang 6 (enam) pekara tersebut. Shalat dan puasa adalah gambaran ibadah dari ajaran Islam. Sementara zakat dan haji pada hakikatnya adalah muamalat, karena kedua perintah ini pasti menyangkut hubungan dengan orang lain.

Apabila rukun Islam dilaksanakan oleh setiap Muslim dengan tingkat iman yang tinggi dan dengan cara yang ikhlas dan ihsan yakni semata karena Allah SWT dan Allah SWT pasti melihat Anda, maka jadilah orang itu sufi. Jadi sufi itu adalah seseorang Muslim yang benar-benar melaksanakan rukun Islam dengan tingkat iman yang tinggi dan didasarkan dengan ihsan dan ikhlas. Semua orang Muslim bisa menjadi sufi dan tidak pula wajib harus dengan mursyid tertentu atau toriqoh tertentu. Insya Allah, Anda pun bisa jadi sufi.
Kembali Ke Atas Go down
Agus susanto1999
KorLap
avatar

Lokasi : jakarta palmerah
Reputation : 10
Join date : 23.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jun 22, 2009 7:45 pm

Ajaran syekh siti jenar sebetulnya tidak menyimpang,,cuma beliau kurang pas atau emang ada masksud tertentu.beliau mengajarkan ajaran tasawuf tingkat tinggi kepada orang awam yg kurang faham dalam mengartikan ajaran manunggaling kawula lan gusti,,
Kembali Ke Atas Go down
elfan
Warga
avatar

Lokasi : jakarta
Reputation : 0
Join date : 18.06.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jun 22, 2009 10:18 pm

aku tak usah tinggi-tinggi.....
entar kalo jatuh......
ya teras tenan,
yang biasa-biasa saja :)
Kembali Ke Atas Go down
SYAHYANGWENANG
Warga
avatar

Lokasi : MAGELANG
Reputation : 0
Join date : 06.07.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jul 06, 2009 2:10 pm

Dalam diri manusia terdapat segumpal daging,
Apabila segumpal daging itu rusak,
Maka rusaklah seluruhnya,
Segumpal daging itu bernama qolbu,
Qolbu itu ati dalam bahasa Jawa,
Gusti sering diartikan Bagusing Ati,
Gusti berarti pula Qolbu,
Qolbu yang menjadi cerminan,
Khaliq dengan ciptaan-Nya,
Qolbu adalah terminal,
Ati itu jangka jangkahing jaman,
Atau titik pusat kesadaran kehidupan,
Ruang dan waktu dimana kita hidup,
Kawulo adalah hamba,
Gusti adalah bagusing ati,
Bagusnya qolbu manusia,
Dalam menghamba kepada Allah,
Manusia menghamba itu kawulo,
Dengan hati yang bisa mencerminkan Allah,
Maka manunggallah kawulo dan gusti,
Apabila qolbu itu dekat dengan Allah,
Sampai dekatnya dengan urat nadi leher,
Maka hati hamba menjadi tempat bersemayamnya Allah,
Kalau hati dekat dengan Allah,
Fikiran tenang dan mendengarkan suara hati,
Perkataan difikirkan dulu,
Tindakan diniyatkan dijalan Allah,
Maka benar,
Manunggaling Kawulo Gusti,
Sehingga,
Jumbuh Kawulo lan Gusti,
Dalam ridlo-Nya,
Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,
Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,
Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,
Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,
Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya
Seorang temanku pernah berkata,
Seks itu tidak tabu,
Seksi itu adalah fitrah manusia,
Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,
Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,
Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,
Pemahaman tentang seks,
Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,
Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,
Yang belum layak,
Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….
Manunggaling Kawulo Gusti,
Bukan berarti engkau jadi Fir’aun,
Karena Fir’aun pun mengaku aku menjadi Tuhan,
Padahal Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah mengaku-aku Tuhan,
Justru sebaliknya menghamba kepada Tuhan,
Sehingga semua tindakan mencerminkan sifat dan asma Tuhan.
Engkau hanya bisa mencerminkan sifat dan asma Tuhan,
Justru ketika engkau melakukan sebaliknya,
Dimana qolbu, hati, ati atau manah,
Menjadi cerminan Sifat Tuhan,
Pemahaman Manunggaling Kawulo Gusti bukan berarti tidak bekerja,
Karena bekerja merupakan syarat hidup,
Dengan bekerja kita merasa membutuhkan Tuhan dalam berkarya,
Bukan sebaliknya….
Apabila Manunggaling Kawulo Gusti ini justru mendatangkan kesalahan persepi,
Dan kesesatan akibat kesalahan persepsi,
Mending dilarang saja ajarannya berkembang di masyarakat,
Sebagaimana dilarangnya gambar porno di masyarakat,
Seks-nya itu sendiri tidak dilarang,
Namun penyimpangan yang diakibatkan pemahaman yang tidak pada tempatnya-lah yang menyebabkan kerusakan,
Now, pertanyaan terakhir,
Apakah Manunggaling Kawulo Gusti itu sesat ?
Silahkan jawab sendiri.
Kembali Ke Atas Go down
kliwon semin
Koordinator
avatar

Lokasi : jakarta
Reputation : 6
Join date : 19.02.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Jul 10, 2009 6:28 pm

duh, dowo banget postinge

intine setuju,

hakekat kudu dibarengi karo sareat ajib
Kembali Ke Atas Go down
setyo
Warga
avatar

Lokasi : banten
Reputation : 0
Join date : 04.06.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Jul 21, 2009 7:23 pm

Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,
Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,
Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,
Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,
Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya
Seorang temanku pernah berkata,
Seks itu tidak tabu,
Seksi itu adalah fitrah manusia,
Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,
Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,
Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,
Pemahaman tentang seks,
Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,

Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,
Yang belum layak,
Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….
Kembali Ke Atas Go down
Agus susanto1999
KorLap
avatar

Lokasi : jakarta palmerah
Reputation : 10
Join date : 23.05.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Jul 21, 2009 7:32 pm

setyo wrote:
Ketidakbenaran Manunggaling Kawulo Gusti,
Terletak pada kurang tepatnya persepsi dalam memahami,
Akhirnya hal ini bisa menimbulkan kesesatan,
Jadi, Manunggaling Kawulo Gusti tidak salah,
Namun menyesatkan apabila tidak pas dalam memahaminya
Seorang temanku pernah berkata,
Seks itu tidak tabu,
Seksi itu adalah fitrah manusia,
Namun kalau ada anak lima tahun yang bertanya tentang seks,
Akan menimbulkan ambiguitas akibat pemahaman perseptif anak lima tahun,
Maka, orang tua merahasiakan seks pada anak seusia itu,
Pemahaman tentang seks,
Harus diberikan kepada orang yang sudah layak untuk memahaminya,

Begitu pula Manunggaling Kawulo Gusti bukanlah ajaran yang diberikan pada orang kebanyakan,
Yang belum layak,
Alias masih dalam usia 5 tahun dalam spiritual….



betul itu kang
Kembali Ke Atas Go down
sacho_eka
Pengawas
avatar

Lokasi : tangerang- banten
Reputation : 36
Join date : 03.11.08

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Jul 21, 2009 11:16 pm

melu moco-moco karo mikir-mikir...

melu kang lodang sik... nonton seko kadohan aku.. ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
http://kiossticker.com
nananhahn
Warga
avatar

Lokasi : Bandung
Reputation : 0
Join date : 01.08.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Sat Aug 01, 2009 11:31 pm

Saya baru gabung , dan pgen tau lebih lanjut tentang syekh siti jenar..jadi saya mau baca2 aja dulu, kalo banyak yg posting saya senang, berarti saya bisa banyak baca n semoga bisa mengambil intisarinya..hehehehee...salam kenal semua..
Kembali Ke Atas Go down
abrata
Lurah
avatar

Lokasi : jawa timur
Reputation : 1
Join date : 26.08.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Fri Aug 28, 2009 11:26 am

lek menurut akang akang...seng endi disek...? noto ati disek opo nglakoni perbuatan disek? lek didelok teko pengertiane ""Ada segumpal daging didalam diri, bila daging itu jelek, maka jelek pulalah seluruh diri kita, jika segumpal daging itu baik, baik pulalah seluruh diri kita, itulah qolbu/hati" lek pengertianq kunci utama adalah hati...kalau hati baik..maka perbuatan akan otomatis dengan sendirinya mengikuti kata hati kita. monggo ingkang gadah pengertian lintune dishare mawon kanggo nambah pengetahuan
Kembali Ke Atas Go down
SYAHYANGWENANG
Warga
avatar

Lokasi : MAGELANG
Reputation : 0
Join date : 06.07.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Aug 31, 2009 11:24 pm

sufi is the best
Kembali Ke Atas Go down
Asmaraningtyas
Camat
avatar

Lokasi : Karangmojo
Reputation : 39
Join date : 08.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Sep 01, 2009 3:00 pm

sahyang wenang iku gawe jenneg dhewe apap niru wayang?

Nek nggon wayang SAngyang Wenang.....
Kembali Ke Atas Go down
abrata
Lurah
avatar

Lokasi : jawa timur
Reputation : 1
Join date : 26.08.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Sep 01, 2009 11:52 pm

Asmaraningtyas wrote:
sahyang wenang iku gawe jenneg dhewe apap niru wayang?

Nek nggon wayang SAngyang Wenang.....

gawe dewe paling kang mas...he he lek podo mengko marahi kliru ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
Asmaraningtyas
Camat
avatar

Lokasi : Karangmojo
Reputation : 39
Join date : 08.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Sep 02, 2009 12:10 pm

abrata wrote:
lek menurut akang akang...seng endi disek...? noto ati disek opo nglakoni perbuatan disek? lek didelok teko pengertiane ""Ada segumpal daging didalam diri, bila daging itu jelek, maka jelek pulalah seluruh diri kita, jika segumpal daging itu baik, baik pulalah seluruh diri kita, itulah qolbu/hati" lek pengertianq kunci utama adalah hati...kalau hati baik..maka perbuatan akan otomatis dengan sendirinya mengikuti kata hati kita. monggo ingkang gadah pengertian lintune dishare mawon kanggo nambah pengetahuan
ngene dimas brata.....

tau krungu ra ana wong ngomong " laraning awak/tatuning awak iso mari, laraning ati iso digawa mati"?Nek tau..coba pikiren sing mateng...uripe manungasa iku okeh ning raga apap neng rasa? okeh kehidupan fisik apap kehidupan spiritual? lha nek nurut unen unen iku kayane muripe manungasa iku okeh sing anan alaming rasa....dudu sing neng alam ketara iki. sing jelas urtip ning alam donya yo mung kewan lan wit witan...nek menungsa iku akeh uripe neng alam rasa spiritual...mula manungsa iso golek duit mung ngagago konsep utawa mung swara... sebab manungsa gelem mbayar kabeh barang sing iso nguripe rasane sakliyane sing nguripe ragane...coba sliramu nyanyi neng ngarepe kebo...yo ra ngaruh...mula sapi yo ra ono sing pingin nonton wayang...umpama duwe duit sapai kebo yo geleme mung tuku suket...merga kebo sapi iku urip anan ing alam wadag/fisik...nek menungsa gelem kelangan duit akeh nggo ngrungoke swarane krisdayanti...mergo swarane krisdayanti iku iso kanggo makani rasane....

kanthi mangkono..nurut aku...pitakonmu iku iso dijawb mankene. manungasa yen pingin urip mulya kudu nggegualng rasane utawa athine disik....ati kudu di gegeulang lan diwulang ben iso "krasa" utawa ngerti rasa...utamane kudu ngerti sing diarani rasa sejati......ngono dimas....
Kembali Ke Atas Go down
andiepram
Warga
avatar

Lokasi : jakarta
Reputation : 0
Join date : 18.01.10

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jan 18, 2010 3:11 pm

ijin nyimak Pakdhe.
Kembali Ke Atas Go down
Asmaraningtyas
Camat
avatar

Lokasi : Karangmojo
Reputation : 39
Join date : 08.01.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Jan 27, 2010 5:00 pm

mangga.......
Kembali Ke Atas Go down
KaisaR-13th-
Warga
avatar

Lokasi : Balikpapan
Reputation : 0
Join date : 31.01.10

PostSubyek: haha..   Sun Jan 31, 2010 11:11 am

mengapa sih yg seperti ini dipermasalahkan..
smw org punya pndpt masing"..
smw manusia itu benar..
karena manusia jg punya sifat tuhan yaitu egois..
kalem wae ^^..
Kembali Ke Atas Go down
azodiet
Warga
avatar

Lokasi : Jakarta Timur
Reputation : 0
Join date : 03.12.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Tue Mar 02, 2010 11:46 am

wah... kayanya banyak yang tau mbah Siti Jenar niy...
Mohon izin ikut menyimak... Bagoos
Kembali Ke Atas Go down
orangraungan
Lurah
avatar

Lokasi : Cimahi jawa barat
Reputation : 5
Join date : 29.03.10

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu Apr 01, 2010 1:09 am

Salam kenal Semuanya, Saya tertarik dengan thread Ini
sidikit masukan rujukan dati http://indonesia.faithfreedom.org/forum/syekh-siti-jenar-t34838/
TANYA JAWAB DENGAN SYEH SITI JENAR

Ajaran Syekh Siti Jenar dikenal sebagai ajaran ilmu kebatinan. Suatu ajaran yang menekankan aspek kejiwaan dari pada aspek lahiriah yang kasat mata. Intinya ialah konsep tujuan hidup. Titik akhir dari ajaran Siti Jenar ialah tercapainya manunggaling kawula-Gusti. Yaitu bersatunya antara roh manusia dengan Dzat Allah. Paham inilah yang hampir sama dengan ajaran para zuhud, wali dan orang-orang khowash. Zuhud banyak dijumpai dalam dunia tasawuf. Mereka merupakan orang-orang atau kelompok yang menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan duniawi. Sebab mereka mempunyai tujuan hidup yang lebih utama, yakni ingin mencapai kesucian jiwa atau roh.

Inti ajaran Syeh Siti Jenar adalah pencapaian spiritualitas yang tinggi dalam penyatuan antara makhluk dengan Dzat Pencipta, yang lebih populer disebut sebagai manunggaling kawula-Gusti. Bagian-bagian dari ajaran itu adalah meliputi penguasaan hidup, pengetahuan tentang pintu kehidupan, tentang kematian, tempat kelak sesudah ajal, hidup kekal tak berakhir, dan tentang kedudukan Yang Mahaluhur. Paham yang hampir senada dengan falsafah Jawa kuno.

Suatu ketika Syeh Siti Jenar mengajarkan ilmu kepada para murid-muridnya. Syeh Siti Jenar berkata,”Manusia harus berpegang pada akal, meyakini pula dua puluh sifat yang dimiliki Allah”. Antara lain yakni; wujud, tak berawal, tak berakhir, berlainan dengan barang baru, berkuasa, berkehendak, berpengetahuan, memiliki ilmu secara hakikat dan sebagainya. Para santri mengajukan pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut;



Tentang Ketuhanan



M (murid) ; Apakah wujud dari Tuhan itu dapat dimiliki oleh manusia ?”

S (Syeh Jenar) ; Memang, sifat wujud itu bisa dimiliki manusia dan itulah inti dari ajaran ini. Selama manusia mampu menjernihkan kalbunya, maka ia akan mempunyai sifat-sifat itu. Sifat tersebut pun sudah kumiliki. Kalian bisa melakukannya dengan mengamalkan apa yang hendak kuajarkan. Allah adalah satu-satunya yang wajib disembah. Dia tidak tampak dan tidak berbentuk. Tidak terlihat oleh mata. Sedangkan alam dan segala isinya merupakan cerminan dari wujud Allah yang tampak. Seseorang bisa meyakini adanya Allah karena ia melihat pancaran wujudNya melalui jagad raya ini. Allah tidak berawal dan berakhir, memiliki sifat langgeng, tak mengalami perubahan sedikitpun. Allah berada di mana-mana, bukan ini dan bukan itu. Dia berbeda dengan segala wujud barang baru yang ada di dunia.



M ; Wahai Kanjeng Syeh, jelaskan kepada kami tentang hakikat kodrat !”

S ; Kodrat adalah kekuasaan pribadi Tuhan. Tak ada yang menyamainya. KekuatanNya tanpa sarana. kehadiranNya berasal dari ketiadaan, luar dan dalam tiada berbeda. Tak dapat ditafsirkan. Jika engkau menghendaki sesuatu maka pasti kalian rencanakan matang-matang dan pasti pikirkan berulang-ulang. Itupun masih sering meleset. Namun Allah tidak demikian, bila menghendaki sesuatu tak perlu dipersoalkan terlebih dahulu.



M ; Kalau begitu Allah tidak memerlukan sesuatu ?

S ; Benar Allah tidak memerlukan sesuatu. Karena itu jika kalian hidup tanpa memerlukan sesuatu, tanpa butuh harta benda, tanpa butuh jabatan, tanpa butuh pujian, maka kalian akan merasakan hidup yang sesungguhnya. Kalian akan memiliki sifat Allah tersebut.



M ; Kalau manusia menghindari sesuatu dan merasa tidak memerlukan apapun, apakah akhirnya dapat disamakan dengan Allah ?

S ; Tidak ! walaupun manusia hidup tanpa bergantung sama sekali kepada duniawi, namun ia tetap berbeda dengan Allah. Tidak bisa disamakan dengan Tuhan. Allah adalah pencipta dan kalian adalah yang diciptakan. Allah berdiri sendiri, tanpa memerlukan bantuan. Hidupnya tanpa roh, tidak merasa sakit dan kesedihan, Allah muncul sekehendaknya.



M ; Jika Allah berkehendak, maka apakah kehendak seseorang itu karena kemauan Allah ?

S ; Untuk sampai pada jawaban itu, kita harus membedakan seseorang mana. Manusia itu dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Ada yang awam, ada yang khowash. Orang awam hanya beribadah secara syariat, tanpa dapat memelihara kalbu, maka ia masih jauh bisa berhubungan dengan Allah. Sedangkan orang-orang khowash, termasuk para nabi, rasul, dan waliyullah, mereka beribadah secara utuh. Bahkan sampai pula pada tingkatan hakikat. Kalau kalbunya sudah bersih dari duniawi dan menyatu dengan cahaya Ilahi, maka kehendak dan kemauannya itu berasal dari Allah. Perbuatannya adalah perbuatan Allah. Maka jangan heran jika ada orang yang diberi karomah sehingga segala ucapannya menjadi bertuah.



M ; Kalau begitu, ibadahnya orang yang sudah khowash itu merupakan kehendak Allah ?

S ; Benar ! mereka mempunyai kejernihan akal budi. Memiliki kebersihan jiwa dan ilmu. Shalat lima waktu dan berzikir merupakan kehendak yang sangat dalam. Bukan kehendak nafsunya, namun kehendak Allah. Semangatnya sedemikian besar. Mereka shalat tidak mengharapkan pahala, tetapi merupakan suatu kewajiban (diri) dan pengabdian. Badan haluslah yang mendorong untuk menjalankan.



M ; Banyak orang melakukan shalat tetapi tidak menyentuh kepada Yang Disembah. Ini bagaimana ?

S ; Memang banyak orang yang secara lahiriah tampak khusuk shalatnya. Bibirnya sibuk mengucapkan zikir dan doa-doa, namun hatinya ramai oleh urusan duniawi mereka. Islam yang demikian ini ibarat kelapa, mereka hanya makan serabutnya. Padahal yang paling nikmat adalah buah/daging kelapa dan air kelapanya. Mereka sembahyang lima waktu sebatas lahiriah saja. Tidak berpengaruh sama sekali kepada akal budinya. Padahal sembahyang itu diharapkan dapat mencegah keji dan munkar namun mereka tak mampu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Kalaupun hakikat shalatnya itu membekas pada budinya itupun hanya sedikit. Buat apa sembahyang lima kali jika perangainya buruk ? masih suka mencuri dan berbohong. Untuk apa bibir lelah berzikir menyebut asma Allah, jika masih berwatak suka mengingkari asma. Kadang-kadang pula mereka berharap pahala. Shalatnya saja belum tentu dihargai oleh Allah, tetapi buru-buru meminta balasan,…..aneh!



M ; Wahai Syeh, ada hadits Rasulullah yang menyebutkan bahwa amal hamba yang pertama kali diperhitungkan adalah sembahyang. Jika sembahyangnya baik, maka semua dianggap baik. Ini bagaimana ?

S ; Itu perlu ditafsirkan. Tidak boleh dipahami secara dangkal makna dari hadits tersebut. Hadits itu mengandung logika sebagai berikut; Orang yang tekun mengerjakan sembahyang dengan sempurna, maka perilaku, budi pekerti dan kalbunya juga harus terpengaruh menjadi baik. Sebab sembahyang yang dilakukan dengan jiwa yang bersih akan berpengaruh pula bagi cabang kehidupan lainnya. Lebih lanjut Syeh Siti Jenar mengatakan; sebaliknya hadits itu tidak berlaku bagi orang yang tekun mengerjakan sembahyang tetapi hatinya masih kotor, tersimpan keinginan-keinginan nafsu misalnya ingin dipuji orang lain, terdapat ujub dan sombong, serta budinya menyimpang dan menabrak tatanan yang dilarang.



M ; Apakah ada tuntunan mengenai pakaian seseorang yang sedang melakukan sembahyang ?

S ; Sesungguhnya aku (Syeh Siti Jenar) tidak sependapat jika ada orang yang mengenakan pakaian gamis dan meniru-niru pakaian orang Arab dalam melakukan shalat. Jika selesai shalat, jubah atau gamis itu dilepaskan. Sedangkan shalat orang tersebut tidaklah menyentuh hatinya. Meskipun berlama-lama merunduk di masjid, namun masih mencintai duniawi. Sembahyang yang pakaiannya kedombrangan, merunduk di masjid berlama-lama sampai lupa anak istri. Sedangkan ia masih menyintai duniawi dan mengumbar nafsu manusiawinya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, ia seringkali menyusahkan orang lain. Maka orang yang demikian itu tidak terpengaruh oleh sembahyang yang dilakukan. Biasanya tipe orang seperti itu sibuk menghitung pahala. Dia sangat keliru dan bodoh. Pahala yang masih jauh tetapi diperhitungkan. Sungguh, sedikit pun tak akan dapat dicapainya.



M ; Dzat Yang Luhur dan Sejati itu sesungguhnya siapa, wahai Syekh ?

S ; Gusti Allah. Gusti Allah adalah Dzat yang tinggi dan terhormat. Ia memiliki dua puluh sifat, semua timbul atas kehendakNya. Ia mampu mencurahkan ilmu kebesaran, kasampurnan, kebaikan, keramahan, kekebalan dalam segala bentuk, memerintah umat. Dapat muncul di segala tempat dan sakti sekali. Aku (Syekh Siti Jenar) merasa wajib dan menuruti kehendakNya. Sebagaimana ajaran jabariyah, dengan kesungguhan dan konsekuen, selalu kuat cita-citanya, kokoh tak tergoyahkan terhadap sesuatu yang tidak suci, berpegang teguh kepadaNya selama hidup, tak akan menyembah terhadap ciptaanNya, baik dalam wujud maupun dalam pengertian.



M ; Mengapa Kanjeng Syekh dianggap oleh para wali sebagai wali murtad ?

S ; Karena ajaranku tidak mudah dipahami orang awam.



M ; Bagaimana ajaran Kanjeng Syeh yang dianggap sesat ?

S ; Aku adalah penjelmaan dari Dzat Luhur, yang memiliki semangat, sakti, dan kekal akan kematian. Dengan hilangnya dunia Gusti Allah telah memberi kekuasaan kepadaku dapat manunggal denganNya, dapat langgeng mengembara melebihi kecepatan peluru. Bukannya akal, bukannya nyawa, bukan penghidupan yang tanpa penjelasan dari mana asalnya dan kemana tujuannya.



M ; Apa hubungannya antara kanjeng Syeh Siti Jenar dengan Allah, yang kau sebut sebagai Dzat sejati ?

S ; Dzat yang sejati menguasai wujud penampilanku. Karena kehendakNya maka wajarlah jika aku tidak mendapat kesulitan. Aku bisa berkelana ke mana-mana. Tidak merasa haus dan lelah, tanpa sakit dan lapar, karena ilmu kelepasan diri, tanpa suatu daya kekuatan. Semua itu disebabkan jiwaku tiada bandingannya. Secara lahiriah memang tidak berbuat sesuatu, tetapi tiba-tiba sudah berada di tempat lain. Gusti Kang Murbeng Dumadi (Allah) yang kuikuti, kutaati siang malam, yang kuturut segala perintahNya. Tiada menyembah Tuhan lain, kecuali setia terhadap suara hati nuraniku. Allah Mahasuci.



M ; Wahai Syeh jelaskan apa yang di maksud bahwa Allah itu Maha Suci ?

S ; Allah Mahasuci itu hanyalah sebatas istilah saja. Merupakan nama saja. Sebenarnya hal itu dapat disamakan dengan bentuk penampilanku. Jika kalian melihatku, maka tampak dari luar sebagai warangka (kerangka), sedangkan di dalamnya adalah kerisnya (intinya) Hyang Agung, yang tak ada bedanya dengan kerangka. Tuhan itu wujud yang tidak dapat dilihat dengan mata, tetapi dilambangkan seperti bintang yang bersinar cemerlang. Sifat-sifatNya berwujud samar-samar bila dilihat, warnanya indah sekali seperti cahaya.



M ; Di manakah Tuhan berada ? kami membayangkan Dia ada di langit ke 7 dan bersemayam di atas singgasana layaknya raja.

S ; Siti Jenar mendadak tertawa. Setelah tertawanya reda, ia berkata, “Itu salah besar, itu kebodohan. Sesungguhnya Tuhan tidak berada di langit ketujuh dan tidak bertahta di singgasana atau arsy (Kursi). Bila kalian membayangkan demikian, maka hati kalian sudah musyrik. Berdosa besar. Karena kalian menyamakan Dia dengan raja atau dengan penguasa.



M ; Kami jadi bingung, Kanjeng Syekh, lantas Tuhan itu ada di mana ?

S ; Kalau kalian bertanya demikian, maka jawabnya mudah. Gusti Allah itu tidak kemana-mana, tetapi ada di mana-mana.



M ; Kami semakin tak mengerti. Bisakah Kanjeng Syeh memberi penjelasan yang lebih gamblang ?

S ; Gusti Allah itu berada pada dzat yang tempatnya tidak jauh. Dia bersemayam di dalam tubuh kita. Tetapi hanya orang yang khowash, orang yang terpilih dapat melihat. Tentunya dengan mata batin. Hanya mereka yang dapat merasakannya.



M ; Apakah Allah itu berupa roh atau sukma ?

S ; Bukan roh dan bukan sukma. Allah adalah wujud yang tak dapat dilihat oleh mata, tetapi dilambangkan seperti bintang-bintang bersinar cemerlang. Sudah kukatakan tadi, warnanya indah sekali. Ia memiliki dua puluh sifat seperti; sifat ada, tak berawal, tak berakhir, berbeda dengan barang-barang yang baru, hidup sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari sesuatu, berkuasa, berkehendak, mendengar, melihat, berilmu, hidup dan berbicara. Sifat Gusti Allah yang duapuluh itu terkumpul menjadi satu wujud mutlak yang disebut dengan Dzat. Sifat duapuluh itu juga menjelma pada diriku. Karena itu aku yakin tidak akan mengalami sakit dan sehat, punya budi kebenaran, kesempurnaan, kebaikan dan keramahan. Roh ku memiliki sifat duapuluh itu, sedangkan ragaku yang lahiriah memiliki sifat nur Muhammad.



M ; Wahai Syekh, bukankah Muhammad SAW itu seorang nabi. Apakah Syekh mengaku sebagai Nabi ? Sedangkan dikatakan bahwa setelah nabi Muhammad, di dunia ini tidak ada kenabian lagi ?

S ; Jangan salah menafsirkan kata-kataku. Jika salah, maka kau akan sesat dan timbul fitnah. Tentu saja memfitnah diriku. Begini, bahwa rohku adalah roh Ilahi. Karena aku pun memiliki sifat duapuluh. Sedangkan badan wadag ku, jasadku ini, adalah jasad Muhammad. Dari segi lahiriah Muhammad adalah manusia. Namun manusia Muhammad berbeda dengan orang kebanyakan. Muhammad memiliki jasad yang kudus, yang suci. Aku dan dia sama-sama merasakan kehidupan, merasakan manfaat panca indera. Dan panca indra itu hanyalah meminjam. Jika sudah diminta kembali oleh Pemiliknya akan berubah menjadi tanah yang busuk, berbau, hancur dan najis. Nabi atau wali, jika sesudah kematian jasadnya menjadi tak bermanfaat. Bahkan berbau, kotor, najis, busuk dan hancur. Warangka jika sudah ditinggalkan kerisnya maka tiada guna.



M ; Jika seseorang sudah mati, berarti selesai sudah kehidupannya ?

S ; Siapa bilang begitu ? Tidak ! meskipun jasadnya mati, tetapi sebenarnya ia tidaklah mati. Karena itu, kalian semua harus mengerti bahwa dunia ini sesungguhnya bukanlah kehidupan. Buktinya ada mati. Di dunia ini, kehidupan disebut kematian. Coba rasakan ! Aku mengajarkan kepada kalian untuk tidak menyintai dunia ini dan tidak terpesona terhadap keindahannya. Carilah kebenaran dan kebahagiaan sejati demi kehidupan mendatang, kehidupan setelah kematian. Kalian akan berarti jika telah menemui kematian dan hidup sesudah itu. Engkau harus memilih hidup yang tak bisa mati. Dan hidup yang tak bisa mati itu hanya kalian rasakan setelah nyawa terlepas dari badan. Kehidupan itu akan dapat dirasakan dengan tanpa gangguan seperti sekarang ini. Ketahuilah, hidup yang sesungguhnya adalah setelah nyawa lenyap dari badan.



M ; Agar dapat meraih kehidupan dalam kemuliaan sejati kelak, dalam kehidupan di dunia ini dibutuhkan kebenaran dan kebahagian sejati. Bagaimanakah cara mendapatkannya Kanjeng Syekh ?

S ; Jiwa manusia adalah suara hati nurani. suara hati nurani merupakan ungkapan Dzat Allah yang harus ditaati perintahnya. Maka ikutilah hati nuranimu.



M ; Bagaimana caranya meyakinkan bahwa suatu bisikan adalah suara hati nurani yang sesungguhnya ?

S ; Kalian harus cermat, karena hati nurani berbeda dengan akal budi, jiwa itu milik Allah, sedangkan akal milik manusia. Akal bersifat manusiawi, karena itu kadang-kadang akal tak mampu menemukan keajaiban Allah. Kehendak, angan-angan, ingatan, merupakan suatu akal yang tak kebal atas kegilaan. Suatu ketika akal bisa menjadi bingung sehingga membuat seseorang lupa diri. Akal seringkali tidak jujur. Siang malam membuat kepalsuan demi memakmurkan kepentingan pribadi.



M ; Bukankah manusia menjadi lebih mulia jika dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia diberi akal oleh Allah ?

S ; Ya, itulah yang membedakan. Tapi jangan lupa bahwa akal seringkali tidak jujur. Sering bersifat dengki, suka memaksa, melanggar aturan, jahat, suka disanjung-sanjung, sombong, yang ahirnya membuat manusia justru tidak berharga samasekali. Lebih hina dari makhluk lainnya.



M ; Jadi kita harus menggunakan akal sesuai dengan jiwa atau kehendak Allah ?

S ; Ya, benar. Jika seseorang mampu mengendalikan akalnya dengan ajaran Allah, dengan kebenaran, dan dengan jiwa yang bersih, maka ia bermanfaat. Menjadikan diri lebih mulia.



M ; Apa yang menghalangi seseorang sehingga gagal dalam dalam menempuh manunggaling kawula-Gusti ?

S ; Jangan mementingkan kehidupan duniawi. Sebab kehidupan duniawi yang kalian jalani penuh kotoran. Akal kalian mudah tercemar dengan kotoran sifat dan mudah dikuasai oleh nafsu, sehingga menghalangi kalian untuk bisa menuju pada tahap manunggaling kawula-Gusti.



M ; Di dunia ini ada yang cantik, tampan dan gagah. Bagaimana kedudukan orang-orang tersebut jika kelak telah terlepas rohnya ?

S ; Kalian jangan menyintai dan mengagumi bentuk yang cantik, tampan atau gagah. Sebab sebenarnya badan wadag (jasad) laksana sangkar yang mengurung jiwa. Badan wadag merupakan beban yang memberatkan dan menyakitkan roh kalian.



M ; Wahai Syekh, benarkah sesudah kematian ada surga neraka ?

S ; Para wali memang mengajarkan demikian. Inilah ajaran yang justru menurutku menyesatkan karena terlalu dangkal. Para wali hanya mengajarkan “serabut” atau kulitnya, tidak sampai pada isinya; tidak sampai pada hakikat yang sebenarnya. Para wali mengajarkan bahwa surga dan neraka hanya dijumpai kelak setelah kiamat. Adanya di akherat. Dan orang-orang awam menelan mentah-mentah keterangan itu. Siksa kubur hanya dijumpai dan dirasakan badan wadag ketika di tanam di kuburan. Para wali memang bertujuan baik, tetapi diputus sampai di situ. Mereka enggan menjelaskan lebih dalam dan lebih sampai pada makna yang hakiki.



M ; Kalau menurut Syekh bagaimana ?

S ; Begini, untuk menemui dan merasakan surga dan neraka maka seseorang tidak harus menunggu sampai mati atau sampai datangnya kiamat. Di dunia ini saja kita sudah dapat merasakan surga dan siksa neraka. Karena sesungguhnya surga dan neraka itu berada di dalam jiwa kalian. Berada di dalam jiwa setiap manusia yang bernafas. Jika jiwa manusia telah bersih dari gangguan hawa nafsu dan dapat menyatu dengan Gusti Allah, maka di dunia ini ia akan merasakan suatu kenikmatan surga. Jika budi kalian, misalnya menolong orang lemah, lalu hati menjadi ikhlas dan puas, maka itulah yang disebut surga. Sedangkan neraka, perwujudannya adalah jika hawa nafsu telah menguasai diri seseorang. Kemudian jiwanya meronta dan merasa bersalah. Maka dia tentu tersiksa. Ia tidak bisa tidur, gelisah pikirannya, sedih dan bermacam-macam rasa tak enak. Itulah yang dinamakan neraka.



M ; Jadi surga dan neraka di akherat tidak berlaku ? maksud kami tidak ada ?

S ; Surga dan neraka di hari kiamat, di akherat kelak, sudah diterangkan dalam Al Quran. Itu perkara gaib dan erat kaitannya dengan iman. Kalian harus meyakininya.



M ; Untuk apa meyakini ? bukankah jika di dunia berbudi baik dan beriman kepada Allah sudah merasakan surga. Sedangkan surga dan neraka di akhirat hanyalah bersifat menakut-nakuti manusia agar tidak berbuat buruk ?

S ; Pendapatmu memang cerdas dan kritis. Namun kalian tidak usah mempertanyakan, apakah kelak di akhirat ada surga dan neraka. Itu urusan Gusti Allah. Kalian harus meyakini. Karena meyakini hari akhir merupakan rukun iman. Sekali lagi, untuk mendapatkan surga pun kalian tak perlu menunggu datangnya hari akhir. Meskipun seseorang sembahyang seribu kali setiap hari, toh akhirnya mati juga. Walaupun badanmu kau tutupi dengan kain surban dan jubah, namun akhirnya menjadi debu juga. Maka jiwalah yang paling penting. Jika keadaan jiwa seperti Tuhan, maka surga akan didapatkannya. Kenikmatan luar biasa akan dirasakan.



M ; Wahai Syeh, sesungguhnya yang menjadi pikiranku adalah sebelum ada dunia ini, apakah sudah ada dunia lainnya. Atau setelah kiamat, apakah Tuhan membuat dunia baru lagi seperti sekarang ?

S ; Sebelum dunia ada, apakah ada dunia lain, itu hanya Allah yang tahu. Tetapi sekarang kita berada di dunia ini menempati ruang dan waktu. Dunia ini asalnya adalah baru. Kemudian mengalami kerusakan dan kelak akhirnya menjadi hancur. Lenyap tak berharga. Setelah kiamat, apakah Tuhan membuat dunia baru untuk keduakalinya ? Tidak !



M ; Wahai Syekh, kalau begitu dunia erat kaitannya dengan raga kita, sedangkan jiwa erat kaitannya dengan alam akhirat ?

S ; Benar, dunia itu erat kaitannya dengan raga. Raga mempunyai sifat seperti alam semesta, yang semula baru kemudian rusak. Sedangkan jiwa tidak akan mengenal kerusakan karena jiwa merupakan penjelmaan Dzat Allah. Ketahuilah bahwa raga adalah barang pinjaman yang suatu saat akan diminta oleh Pemiliknya. Ketahuilah wahai murid-muridku. Raga ini sesungguhnya sangkar yang membelenggu dan menyulitkan jiwa. Agar jiwa menjadi bebas, maka suatu saat kelak, kalian akan kuajarai bagaimana cara melepas jiwa dari raga. Ilmu melepas jiwa artinya bahwa kematian adalah titik awal kehidupan yang sebenarnya. Jika seseorang raganya mati, maka jiwanya menjadi merdeka, bebas dan tidak terkungkung lagi. Sebab raga berhubungan erat dengan alam semesta. Sedangkan jiwa berhubungan erat dengan Dzat Tuhan. selamanya jiwa tak akan bisa mati atau rusak.



M ; Apakah yang dimaksud jalan kehidupan, wahai Syekh ?

S ; Jalan kehidupan adalah jalan menuju kepada hidup yang sebenar-benarnya, setelah engkau mengalami kematian. Jika seorang bayi lahir, maka bukanlah awal kehidupan, namun merupakan awal “kehidupan palsu” seperti yang kalian rasakan saat ini. Inilah yang sesungguhnya kematian sejati.



M ; Jika demikian badan ini tidak bisa merasakan kehidupan yang sebenar-benarnya ?

S ; Ya, tidak bisa. Kehidupan sejati tidak dapat dirasakan oleh raga, karena jika raga mati akan tetapi dapat dirasakan oleh jiwa. Membusuk menjadi tanah.



M ; Bagaimana jika sekarang ini seseorang berbuat dosa. Apakah jiwanya ikut bertanggungjawab. Sedangkan yang melakukan dosanya adalah raga.

S ; Tetap ikut bertanggungjawab, karena jiwa yang menyatu ke dalam raga tidak bisa mencegah hawa nafsunya serta akal yang suka berbuat buruk.



M ; Maaf saya belum paham Syekh.

S ; Ketahuilah, setiap orang yang lahir di dunia ini maka jiwanya menyatu dengan akal. Selain akal dalam diri manusia juga ada hawa nafsu. Ketika seseorang berbuat buruk, berarti raganya didorong dan dipengaruhi oleh hawa nafsu dan akalnya. Akal dan nafsu memang suka berbuat buruk. Apabila jiwa mencegah (melalui hati nurani), maka raga tidak akan berbuat buruk. Akan tetapi jika jiwa membiarkannya, maka raga tetap melakukannya. Karena itu bagaimanapun juga jiwalah yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan baik dan buruk raganya.



M ; Tadi Syekh mengatakan jiwa adalah penjelmaan dzat Tuhan. Mengapa kadang-kadang jiwa mau mencegah dan kadang membiarkannya ?

S ; Perlu kalian semua ingat, bahwa di dalam raga ini terdapat nafsu-nafsu. Jika nafsu kuat menguasai, maka jiwa menjadi terbelenggu. Karena itulah mengapa aku katakan bahwa kehidupan sekarang ini adalah kematian. Sedangkan setelah ajal merupakan awal kehidupan. Sesudah kematian maka seseorang akan mencapai kebebasan jiwanya.



Ajaran Syekh Siti Jenar memang agak beda dengan ajaran para wali sanga. Siti Jenar mengajarkan bahwa Tuhan adalah Zat yang mendasari adanya manusia, hewan, tumbuhan dan segala yang ada. Keberadaan segala di dunia ini tergantung pada adanya Zat. Tanpa ada Zat Yang Mahakuasa, maka mustahil sesuatu yang wujud itu ada.

Ajaran ini tidak pernah disampaikan oleh para Wali Sanga. Mereka menyadari bahwa umatnya masih terlalu awam terhadap Islam, sehingga memberi materi yang ringan dan praktis saja.http://indonesia.faithfreedom.org/forum/syekh-siti-jenar-t34838/

saya tertarik dengan pembicaraan ini :
M ; Jika Allah berkehendak, maka apakah kehendak seseorang itu karena kemauan Allah ?

S ; Untuk sampai pada jawaban itu, kita harus membedakan seseorang mana. Manusia itu dibedakan menjadi beberapa tingkatan. Ada yang awam, ada yang khowash. Orang awam hanya beribadah secara syariat, tanpa dapat memelihara kalbu, maka ia masih jauh bisa berhubungan dengan Allah. Sedangkan orang-orang khowash, termasuk para nabi, rasul, dan waliyullah, mereka beribadah secara utuh. Bahkan sampai pula pada tingkatan hakikat. Kalau kalbunya sudah bersih dari duniawi dan menyatu dengan cahaya Ilahi, maka kehendak dan kemauannya itu berasal dari Allah. Perbuatannya adalah perbuatan Allah. Maka jangan heran jika ada orang yang diberi karomah sehingga segala ucapannya menjadi bertuah.

Bagaimana agar kita beribadah secara syariat tapi dengan memelihara kalbu ?
Share buat sesepuhnya.
Karena Kalbu dalam ajaran Syekh Siti jenar sangat Luas, Disinilah Menurut saya pemahaman yang sangat luar biasa Untuk seorang Syekh Siti Jenar.

Pepatah Orangraungan he... he... maaf saking senang dan asiknya ditherad ini adalah :

Kita kadang kadang membicarakan sesuatu yang kita tidak sepenuhnya yakin, terus kita menyalahkan pandangan orang lain.

Bedalah antara orang yang mengetahui dan tidak. Tapi kita sombong, kita menyangka kita di pihak yang “mengetahui”
.

Kembali Ke Atas Go down
azodiet
Warga
avatar

Lokasi : Jakarta Timur
Reputation : 0
Join date : 03.12.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Thu Apr 01, 2010 2:02 pm

wah... makin serius deh sama thread ini, mudah2an bisa mendapat pencerahan lagi dari teman2 yang lain yang menjalani ajaran ini. ajib
Kembali Ke Atas Go down
samuderakehendak666
Warga
avatar

Lokasi : jkt
Reputation : 0
Join date : 01.12.10

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Dec 01, 2010 3:28 pm

nyimak... Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
tolex
KorLap
avatar

Lokasi : jambi
Reputation : 0
Join date : 23.07.09

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Wed Dec 08, 2010 5:28 pm

wuih....................
nyimak sek lah yo poro sepuh...
jane ya pingin melu koment, tapi wedi nek kleru koment malahi dadi tambah bingung..
sek la yoh.....
Kembali Ke Atas Go down
solocomp
Warga
avatar

Lokasi : semarang
Reputation : 0
Join date : 17.01.11

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jan 17, 2011 1:49 pm

manunggaling kawula lan gusti juga merupakan unsur persenyawaan antara dzat dan sifat, jadi bisa dikatakan "seng tak sembah iku yo seng nyembah". ( yang saya sembah itu yang menyembah) kira2 kira begini penafsiran saya dari kalimat manunggaling kawulo lan gusti
Kembali Ke Atas Go down
solocomp
Warga
avatar

Lokasi : semarang
Reputation : 0
Join date : 17.01.11

PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   Mon Jan 17, 2011 1:58 pm

damar mati, playune geni neng endi
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Syekh Siti Jenar   

Kembali Ke Atas Go down
 
Syekh Siti Jenar
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 3 dari 4Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: LOUNGE 'N CHIT-CHAT :: Kebatinan, Misteri dan Ghaib-
Navigasi: