Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Mase_
Camat
avatar

Lokasi : di atas Gentheng
Reputation : 45
Join date : 28.02.08

PostSubyek: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Mon Mar 17, 2008 3:50 am

Pengantar Redaksi:

Informasi ini saya dapat dari sebuah milis dimana saya menjadi anggotanya. Menarik melihat sharing salah satu kontestan AFI yang hidupnya memprihatinkan. Masalah ini baik untuk diteliti agar tidak mengorbankan banyak orang. Di sinilah penting sportivitas dan keadilan.

============================

KONTES INDOSIAR MENIPU!!!

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang personel AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah. Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll. Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar. Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi.

Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka. Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.

JUDI SMS MENGGILAAAA …..
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium. Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini.

Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya –anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau ”sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : ”Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”. Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!

Di Malaysia judi SMS sudah lama dilarang. Saatnya judi SMS juga dilarang di Indonesia . Mohon pemerintah dan Ulama segera bertindak, agar masyarakat tidak semakin resah dan dibodohi. Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.

=========

Perang melawan judi SMS sangat mendesak. Judi SMS menciptakan mentalitas instan.


Sumber : http://pormadi.wordpress.com/2008/02/24/kontes-indosiar-menipu/
_________________

_________________
===========================================
Nothing special
Kembali Ke Atas Go down
http://www.wonosari.com
adjie
Koordinator
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Mon Mar 17, 2008 6:12 pm

Sultan_ wrote:
Pengantar Redaksi:

Informasi ini saya dapat dari sebuah milis dimana saya menjadi anggotanya. Menarik melihat sharing salah satu kontestan AFI yang hidupnya memprihatinkan. Masalah ini baik untuk diteliti agar tidak mengorbankan banyak orang. Di sinilah penting sportivitas dan keadilan.

============================

KONTES INDOSIAR MENIPU!!!

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang personel AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah. Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll. Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar. Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi.

Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka. Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.

JUDI SMS MENGGILAAAA …..
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium. Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini.

Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya –anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau ”sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : ”Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”. Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!

Di Malaysia judi SMS sudah lama dilarang. Saatnya judi SMS juga dilarang di Indonesia . Mohon pemerintah dan Ulama segera bertindak, agar masyarakat tidak semakin resah dan dibodohi. Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.

=========

Perang melawan judi SMS sangat mendesak. Judi SMS menciptakan mentalitas instan.


Sumber : http://pormadi.wordpress.com/2008/02/24/kontes-indosiar-menipu/
_________________

betul bosss
memang bener penipu
tapi kalau kita lihat dari segi rumah tangga
ya wajarlah orang tua ampe rela begitu demi sang buah hatinya
betul ga juragan ngakak ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
http://kerajinanbatualam.blogspot.com/
daRinto
Donatur
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 1
Join date : 08.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Fri Mar 21, 2008 8:24 am

adjie wrote:
Sultan_ wrote:
Pengantar Redaksi:

Informasi ini saya dapat dari sebuah milis dimana saya menjadi anggotanya. Menarik melihat sharing salah satu kontestan AFI yang hidupnya memprihatinkan. Masalah ini baik untuk diteliti agar tidak mengorbankan banyak orang. Di sinilah penting sportivitas dan keadilan.

============================

KONTES INDOSIAR MENIPU!!!

Dua hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang personel AFI (Akademi Fantasi Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar. Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah. Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll. Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena takut ga bisa bayar. Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi.

Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka. Nah acara ini dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.

Mungkin ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.

JUDI SMS MENGGILAAAA …..
Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium. Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini.

Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya –anggaplah- - Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan “siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau ”sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : ”Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”. Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!

Di Malaysia judi SMS sudah lama dilarang. Saatnya judi SMS juga dilarang di Indonesia . Mohon pemerintah dan Ulama segera bertindak, agar masyarakat tidak semakin resah dan dibodohi. Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.

=========

Perang melawan judi SMS sangat mendesak. Judi SMS menciptakan mentalitas instan.


Sumber : http://pormadi.wordpress.com/2008/02/24/kontes-indosiar-menipu/
_________________

betul bosss
memang bener penipu
tapi kalau kita lihat dari segi rumah tangga
ya wajarlah orang tua ampe rela begitu demi sang buah hatinya
betul ga juragan ngakak ngakak ngakak

:afro: :pig:
Emang kalo udah mau daftar kontes itu namanya udah masuk lingkaran keberuntungan.
Kembali Ke Atas Go down
redbiem
Koordinator
avatar

Lokasi : dunia maya
Reputation : 2
Join date : 03.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Fri Mar 21, 2008 9:49 pm

adjie wrote:

betul bosss
memang bener penipu
tapi kalau kita lihat dari segi rumah tangga
ya wajarlah orang tua ampe rela begitu demi sang buah hatinya
betul ga juragan ngakak ngakak ngakak


Sippppp.. setubuh bosss... ajib ajib ajib
Kembali Ke Atas Go down
__BlacKy__
Donatur
avatar

Lokasi : Djodja___
Reputation : 14
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Sun Mar 23, 2008 6:24 pm

;) itulah indonesia yng miskin semakin miskin yang kaya tbh duit :rendeer: :rendeer:
Kembali Ke Atas Go down
daRinto
Donatur
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 1
Join date : 08.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Sun Mar 23, 2008 9:32 pm

__BlacKy__ wrote:
;) itulah indonesia yng miskin semakin miskin yang kaya tbh duit :rendeer: :rendeer:


nIPU SIH ENGGAK CUMA nGAPUSI
Kembali Ke Atas Go down
gimbik
Pengawas
avatar

Lokasi : Nori One
Reputation : 6
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Mon Mar 24, 2008 10:51 am

leres tapi dudu kui
seng bener ki ra salah
nggih ki dudu mboten
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/imbik
rosso99
KorLap
avatar

Lokasi : west coast
Reputation : 0
Join date : 13.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Mon Mar 24, 2008 12:33 pm

redbiem wrote:
adjie wrote:

betul bosss
memang bener penipu
tapi kalau kita lihat dari segi rumah tangga
ya wajarlah orang tua ampe rela begitu demi sang buah hatinya
betul ga juragan ngakak ngakak ngakak


Sippppp.. setubuh bosss... ajib ajib ajib

ok mas redbiem setubuh juga ajib ajib ajib Bagoos Bagoos
Kembali Ke Atas Go down
gimbik
Pengawas
avatar

Lokasi : Nori One
Reputation : 6
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Mon Mar 24, 2008 2:57 pm

rosso99 wrote:
redbiem wrote:
adjie wrote:

betul bosss
memang bener penipu
tapi kalau kita lihat dari segi rumah tangga
ya wajarlah orang tua ampe rela begitu demi sang buah hatinya
betul ga juragan ngakak ngakak ngakak


Sippppp.. setubuh bosss... ajib ajib ajib

ok mas redbiem setubuh juga ajib ajib ajib Bagoos Bagoos

well gedang del
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/imbik
__BlacKy__
Donatur
avatar

Lokasi : Djodja___
Reputation : 14
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Mon Mar 24, 2008 3:00 pm

ngakakk wah kok do setubuh kabeh ngakakk ngakakk awan2 loh ra ilok ngakakk ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
gimbik
Pengawas
avatar

Lokasi : Nori One
Reputation : 6
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Tue Mar 25, 2008 5:01 am

yo pancen setubuh awan2 ki railok
tapi yo huenak tenan
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/imbik
redbiem
Koordinator
avatar

Lokasi : dunia maya
Reputation : 2
Join date : 03.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Tue Mar 25, 2008 7:04 am

gimbik wrote:
yo pancen setubuh awan2 ki railok
tapi yo huenak tenan


Waaaaa nek karo teblek rasane sepetttt... ngakakk ngakakk ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
adjie
Koordinator
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Tue Mar 25, 2008 7:32 pm

redbiem wrote:
gimbik wrote:
yo pancen setubuh awan2 ki railok
tapi yo huenak tenan


Waaaaa nek karo teblek rasane sepetttt... ngakakk ngakakk ngakakk

sepet emping`e mlinjo yo mas
wes ra kuat ngampet mending ngeloco

ngakak ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
http://kerajinanbatualam.blogspot.com/
gimbik
Pengawas
avatar

Lokasi : Nori One
Reputation : 6
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Sun Mar 30, 2008 10:30 pm

ojo sek mas Ngloco ki marai tuwuh rambut nang telapak tangan
ga percoyo coba liat
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/imbik
adjie
Koordinator
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 29.02.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Tue Apr 01, 2008 7:04 pm

gimbik wrote:
ojo sek mas Ngloco ki marai tuwuh rambut nang telapak tangan
ga percoyo coba liat

huaaaaaaaaaaaaaaaa
kah kah kah
ngakak ngakak ngakak ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
http://kerajinanbatualam.blogspot.com/
ping 192.168.10.1
KorLap
avatar

Lokasi : Jakarta saiki
Reputation : 0
Join date : 16.05.08

PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   Fri May 16, 2008 4:01 am

acar ra mutu kae jan jelehi tenan kok dasare//// :;;./0: :koji.;:
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?   

Kembali Ke Atas Go down
 
Kontes INDOSIAR.. menipu ga yagh?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: LOUNGE 'N CHIT-CHAT :: Teras Nongkrong-
Navigasi: