Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 Ayo Ndongeng.......

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Ayo Ndongeng.......   Wed Aug 06, 2008 2:28 pm



Tukang Sepatu dan Liliput



Dahulu kala, disebuah kota tinggal seorang Kakek dan Nenek pembuat
sepatu. Mereka sangat baik hati. Si kakek yang membuat sepatu sedangkan
nenek yang menjualnya. Uang yang didapat dari setiap sepatu yang
terjual selalu dibelikan makanan yang banyak untuk dibagikan dan
disantap oleh orang-orang jompo yang miskin dan anak kecil yang sudah
tidak mempunyai orangtua. Karena itu walau sudah membanting tulang,
uang mereka selalu habis. Karena uang mereka sudah habis, dengan kulit
bahan sepatu yang tersisa, kakek membuat sepatu berwarna merah. Kakek
berkata kepada nenek, “Kalau sepatu ini terjual, kita bisa membeli
makanan untuk Hari Raya nanti.

Tak lama setelah itu, lewatlah
seorang gadis kecil yang tak bersepatu di depan toko mereka. “Kasihan
sekali gadis itu ! Ditengah cuaca dingin seperti ini tidak bersepatu”.
Akhirnya mereka memberikan sepatu berwarna merah tersebut kepada gadis
kecil itu.

“Apa boleh buat, Tuhan pasti akan menolong kita”,
kata si kakek. Malam tiba, merekapun tertidur dengan nyenyaknya. Saat
itu terjadi kejadian aneh. Dari hutan muncul kurcaci-kurcaci mengangkut
kulit sepatu, membawanya ke rumah si kakek kemudian membuatnya menjadi
sepasang sepatu yang sangat bagus. Ketika sudah selesai mereka kembali
ke hutan.

Keesokan paginya kakek sangat terkejut melihat ada
sepasang sepatu yang sangat hebat. Sepatu itu terjual dengan harga
mahal. Dengan hasil penjualan sepatu itu mereka menyiapkan makanan dan
banyak hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak kecil pada Hari Raya.
“Ini semua rahmat dari Yang Maha Kuasa”.

Malam berikutnya,
terdengar suara-suara diruang kerja kakek. Kakek dan nenek lalu
mengintip, dan melihat para kurcaci yang tidak mengenakan pakaian
sedang membuat sepatu. “Wow”, pekik si kakek. “Ternyata yang membuatkan
sepatu untuk kita adalah para kurcaci itu”. “Mereka pasti kedinginan
karena tidak mengenakan pakaian”, lanjut si nenek. “Aku akan membuatkan
pakaian untuk mereka sebagai tanda terima kasih”. Kemudian nenek
memotongh kain, dan membuatkan baju untuk para kurcaci itu. Sedangkan
kakek tidak tinggal diam. Ia pun membuatkan sepatu-sepatu mungil untup
para kurcaci. Setelah selesai mereka menjajarkan sepatu dan aju para
kurcaci di ruang kerjanya. Mereka juga menata meja makan, menyiapkan
makanan dan kue yang lezat di atas meja.
Saat tengah malam, para
kurcaci berdatangan. Betapa terkejutnya mereka melihat begitu banyaknya
makanan dan hadiah di ruang kerja kakek. “Wow, pakaian yang indah !”.
Merek segera mengenakan pakaian dan sepatu yang sengaja telah disiapkan
kakek dan nenek. Setelah selesai menyantap makanan, mereka menari-nari
dengan riang gembira. Hari-hari berikutnya para kurcaci tidak pernah
dating kembali.

Tetapi sejak saat itu, sepatu-sepatu yang
dibuat Kakek selalu laris terjual. Sehingga walaupun mereka selalu
memberikan makan kepada orang-orang miskin dan anak yatim piatu, uang
mereka masih tersisa untuk ditabung. Setelah kejadian itu semua, Kakek
dan dan nenek hidup bahagia sampai akhir hayat mereka.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Aug 20, 2008 2:45 pm


Sangkuriang

Pada jaman dahulu, tersebutlah
kisah seorang puteri raja di Jawa Barat bernama Dayang Sumbi.Ia mempunyai
seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar
berburu.


Ia berburu dengan ditemani oleh
Tumang, anjing kesayangan istana. Sangkuriang tidak tahu, bahwa anjing itu
adalah titisan dewa dan juga bapaknya.


Pada suatu hari Tumang tidak mau
mengikuti perintahnya untuk mengejar hewan buruan. Maka anjing tersebut
diusirnya ke dalam hutan.


Ketika kembali ke istana,
Sangkuriang menceritakan kejadian itu pada ibunya. Bukan main marahnya Dayang
Sumbi begitu mendengar cerita itu. Tanpa sengaja ia memukul kepala Sangkuriang
dengan sendok nasi yang dipegangnya. Sangkuriang terluka. Ia sangat kecewa dan
pergi mengembaraSetelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali dirinya. Ia
selalu berdoa dan sangat tekun bertapa. Pada suatu ketika, para dewa memberinya
sebuah hadiah. Ia akan selamanya muda dan memiliki kecantikan abadi.


Setelah bertahun-tahun mengembara,
Sangkuriang akhirnya berniat untuk kembali ke tanah airnya. Sesampainya disana,
kerajaan itu sudah berubah total. Disana dijumpainya seorang gadis jelita, yang
tak lain adalah Dayang Sumbi. Terpesona oleh kecantikan wanita tersebut maka,
Sangkuriang melamarnya. Oleh karena pemuda itu sangat tampan, Dayang Sumbi pun
sangat terpesona padanya.


Pada suatu hari Sangkuriang minta
pamit untuk berburu. Ia minta tolong Dayang Sumbi untuk merapikan ikat
kepalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi demi melihat bekas luka di kepala
calon suaminya. Luka itu persis seperti luka anaknya yang telah pergi merantau.
Setelah lama diperhatikannya, ternyata wajah pemuda itu sangat mirip dengan
wajah anaknya. Ia menjadi sangat ketakutan.


Maka kemudian ia mencari daya upaya
untuk menggagalkan proses peminangan itu. Ia mengajukan dua buah syarat.
Pertama, ia meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Dan kedua, ia
minta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai
itu. Kedua syarat itu harus sudah dipenuhi sebelum fajar menyingsing.


Malam itu Sangkuriang melakukan
tapa. Dengan kesaktiannya ia mengerahkan mahluk-mahluk gaib untuk membantu
menyelesaikan pekerjaan itu. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan
tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan
pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.


Ketika menyaksikan warna memerah di
timur kota, Sangkuriang mengira hari sudah menjelang pagi. Ia pun menghentikan
pekerjaannya. Ia sangat marah oleh karena itu berarti ia tidak dapat memenuhi
syarat yang diminta Dayang Sumbi.


Dengan kekuatannya, ia menjebol
bendungan yang dibuatnya. Terjadilah banjir besar melanda seluruh kota. Ia pun
kemudian menendang sampan besar yang dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh
menjadi sebuah gunung yang bernama "Tangkuban Perahu."
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Aug 20, 2008 2:46 pm


LEGENDA CANDI
PRAMBANAN

Di dekat kota Yogyakarta terdapat
candi Hindu yang paling indah di Indonesia. Candi ini dibangun dalam abad
kesembilan Masehi. Karena terletak di desa Prambanan, maka candi ini disebut
candi Prambanan tetapi juga terkenal sebagai candi Lara Jonggrang, sebuah nama
yang diambil dari legenda Lara Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Beginilah
ceritanya.


Konon tersebutlah seorang raja yang
bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di Prambanan. Raja ini seorang raksasa yang
menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir,
akhirnya dia kalah juga dengan Raja Pengging. Prabu Baka meninggal di medan
perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan karena bantuan orang kuat yang
bernama Bondowoso yang juga terkenal sebagai Bandung Bondowoso karena dia
mempunyai senjata sakti yang bernama Bandung.


Dengan persetujuan Raja Pengging,
Bandung Bondowoso menempati Istana Prambanan. Di sini dia terpesona oleh
kecantikan Lara Jonggrang, putri bekas lawannya -- ya, bahkan putri raja yang
dibunuhnya. Bagaimanapun juga, dia akan memperistrinya.


Lara Jonggrang takut menolak pinangan
itu. Namun demikian, dia tidak akan menerimanya begitu saja. Dia mau kawin
dengan Bandung Bondowoso asalkan syarat-syaratnya dipenuhi. Syaratnya ialah
supaya dia dibuatkan seribu candi dan dua sumur yang dalam. Semuanya harus
selesai dalam waktu semalam. Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak
keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri, orang sakti yang mempunyai
balatentara roh-roh halus.


Pada hari yang ditentukan, Bandung
Bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar
jumlahnya itu. Sangatlah mengherankan cara dan kecepatan mereka bekerja. Sesudah
jam empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping
itu sumurnya pun sudah hampir selesai.


Seluruh penghuni Istana Prambanan
menjadi kebingungan karena mereka yakin bahwa semua syarat Lara Jonggrang akan
terpenuhi. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis dibangunkan dan disuruh
menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya. Mendengar
bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum, roh-roh halus
menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang. Pembuatan
candi kurang sebuah, tetapi apa hendak dikata, roh halus berhenti mengerjakan
tugasnya dan tanpa bantuan mereka tidak mungkin Bandung Bondowoso
menyelesaikannya.


Keesokan harinya waktu Bandung
Bondowoso mengetahui bahwa usahanya gagal, bukan main marahnya. Dia mengutuk
para gadis di sekitar Prambanan -- tidak akan ada orang yang mau memperistri
mereka sampai mereka menjadi perawan tua. Sedangkan Lara Jonggrang sendiri
dikutuk menjadi arca. Arca tersebut terdapat dalam ruang candi yang besar yang
sampai sekarang dinamai candi Lara Jonggrang. Candi-candi yang ada di dekatnya
disebut Candi Sewu yang artinya seribu.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Aug 20, 2008 2:48 pm

Aryo
Menak




Dikisahkan pada jaman Aryo
Menak hidup, pulau Madura masih sangat subur. Hutannya sangat lebat.
Ladang-ladang padi menguning.


Aryo Menak adalah seorang
pemuda yang sangat gemar mengembara ke tengah hutan. Pada suatu bulan purnama,
ketika dia beristirahat dibawah pohon di dekat sebuah danau, dilihatnya cahaya
sangat terang berpendar di pinggir danau itu. Perlahan-lahan ia mendekati sumber
cahaya tadi. Alangkah terkejutnya, ketika dilihatnya tujuh orang bidadari sedang
mandi dan bersenda gurau disana.


Ia sangat terpesona oleh
kecantikan mereka. Timbul keinginannya untuk memiliki seorang diantara mereka.
Iapun mengendap-endap, kemudian dengan secepatnya diambil sebuah selendang dari
bidadari-bidadari itu.


Tak lama kemudian, para
bidadari itu selesai mandi dan bergegas mengambil pakaiannya masing-masing.
Merekapun terbang ke istananya di sorga kecuali yang termuda. Bidadari itu tidak
dapat terbang tanpa selendangnya. Iapun sedih dan menangis.


Aryo Menak kemudian
mendekatinya. Ia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Ditanyakannya apa
yang terjadi pada bidadari itu. Lalu ia mengatakan: "Ini mungkin sudah kehendak
para dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu. Janganlah
bersedih. Saya akan berjanji menemani dan menghiburmu."


Bidadari itu rupanya percaya
dengan omongan Arya Menak. Iapun tidak menolak ketika Arya Menak menawarkan
padanya untuk tinggal di rumah Arya Menak. Selanjutnya Arya Menak melamarnya.
Bidadari itupun menerimanya.


Dikisahkan, bahwa bidadari
itu masih memiliki kekuatan gaib. Ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari
sebutir beras. Syaratnya adalah Arya Menak tidak boleh menyaksikannya.


Pada suatu hari, Arya Menak
menjadi penasaran. Beras di lumbungnya tidak pernah berkurang meskipun bidadari
memasaknya setiap hari. Ketika isterinya tidak ada dirumah, ia mengendap ke
dapur dan membuka panci tempat isterinya memasak nasi. Tindakan ini membuat
kekuatan gaib isterinya sirna.


Bidadari sangat terkejut
mengetahui apa yang terjadi. Mulai saat itu, ia harus memasak beras dari
lumbungnya Arya Menak. Lama kelamaan beras itupun makin berkurang. Pada suatu
hari, dasar lumbungnya sudah kelihatan. Alangkah terkejutnya bidadari itu ketika
dilihatnya tersembul selendangnya yang hilang. Begitu melihat selendang
tersebut, timbul keinginannya untuk pulang ke sorga. Pada suatu malam, ia
mengenakan kembali semua pakaian sorganya. Tubuhnya menjadi ringan, iapun dapat
terbang ke istananya.


Arya Menak menjadi sangat
sedih. Karena keingintahuannya, bidadari meninggalkannya. Sejak saat itu ia dan
anak keturunannya berpantang untuk memakan nasi
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Mon Aug 25, 2008 11:28 am

Si Lancang

Alkisah tersebutlah sebuah
cerita,
di daerah Kampar pada zaman dahulu
hiduplah si Lancang dengan
ibunya. Mereka hidup dengan sangat miskin. Mereka berdua
bekerja sebagai
buruh tani.




Untuk
memperbaiki hidupnya, maka Si Lancang berniat merantau. Pada suatu hari ia
meminta ijin pada ibu dan guru ngajinya. Ibunya pun berpesan agar di rantau
orang kelak Si Lancang selalu ingat pada ibu dan kampung halamannya. Ibunya
berpesan agar Si Lancang jangan menjadi anak yang durhaka.


Si
Lancang pun berjanji pada ibunya tersebut. Ibunya menjadi terharu saat Si
Lancang menyembah lututnya untuk minta berkah. Ibunya membekalinya sebungkus
lumping dodak, kue
kegemaran Si Lancang.


Setelah bertahun-tahun
merantau, ternyata Si Lancang sangat beruntung. Ia menjadi saudagar yang kaya
raya. Ia memiliki berpuluh-puluh buah kapal dagang. Dikhabarkan ia pun mempunyai
tujuh orang istri. Mereka semua berasal dari keluarga saudagar yang kaya.
Sedangkan ibunya, masih tinggal di Kampar dalam keadaan yang sangat
miskin.


Pada
suatu hari, Si Lancang berlayar ke Andalas. Dalam pelayaran itu ia membawa ke
tujuh isterinya. Bersama mereka dibawa pula perbekalan mewah dan alat-alat
hiburan berupa musik. Ketika merapat di Kampar, alat-alat musik itu dibunyikan
riuh rendah. Sementara itu kain sutra dan aneka hiasan emas dan perak digelar.
Semuanya itu disiapkan untuk menambah kesan kemewahan dan kekayaan Si
Lancang.


Berita kedatangan Si Lancang
didengar oleh ibunya. Dengan perasaan terharu, ia bergegas untuk menyambut
kedatangan anak satu-satunya tersebut. Karena miskinnya, ia hanya mengenakan
kain selendang tua, sarung usang dan kebaya penuh tambalan. Dengan memberanikan
diri dia naik ke geladak kapal mewahnya Si Lancang.


Begitu menyatakan bahwa
dirinya adalah ibunya Si Lancang, tidak ada seorang kelasi pun yang
mempercayainya. Dengan kasarnya ia mengusir ibu tua tersebut. Tetapi perempuan
itu tidak mau beranjak. Ia ngotot minta untuk dipertemukan dengan anaknya Si
Lancang. Situasi itu menimbulkan keributan.


Mendengar kegaduhan di atas
geladak, Si Lancang dengan diiringi oleh ketujuh istrinya mendatangi tempat itu.
Betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan bahwa perempuan compang camping yang
diusir itu adalah ibunya. Ibu si Lancang pun berkata, "Engkau Lancang ...
anakku! Oh ... betapa rindunya hati emak padamu. Mendengar sapaan itu, dengan
congkaknya Lancang menepis. Anak durhaka inipun berteriak, "mana mungkin aku
mempunyai ibu perempuan miskin seperti kamu. Kelasi! usir perempuan gila
ini."


Ibu
yang malang ini akhirnya pulang dengan perasaan hancur. Sesampainya di rumah,
lalu ia mengambil pusaka miliknya. Pusaka itu berupa lesung penumbuk padi dan
sebuah nyiru. Sambil berdoa, lesung itu diputar-putarnya dan dikibas-kibaskannya
nyiru pusakanya. Ia pun berkata, "ya Tuhanku ... hukumlah si Anak durhaka
itu."


Dalam
sekejap, turunlah badai topan. Badai tersebut berhembus sangat dahsyatnya
sehingga dalam sekejap menghancurkan kapal-kapal dagang milik Si Lancang. Bukan
hanya kapal itu hancur berkeping-keping, harta benda miliknya juga terbang ke
mana-mana. Kain sutranya melayang-layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain
yang terletak di Kampar Kiri. Gongnya terlempar ke Kampar Kanan dan menjadi
Sungai Oguong. Tembikarnya melayang menjadi Pasubilah. Sedangkan tiang bendera
kapal Si Lancang terlempar hingga sampai di sebuah danau yang diberi nama Danau
Si Lancang.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Mon Aug 25, 2008 11:29 am

Sing do iso ndongeng...bagi2 ceritan lan dedongengane....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Pardjimin
Presidium
avatar

Lokasi : Blekasi - DjogDja - GK - Semin - Karang Sari
Reputation : 10
Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Mon Aug 25, 2008 12:36 pm

kancil nyolong timun..

sak wijining ndino kancil nyolong timun




nyuwun ngapunten, ngejunk !!

_________________
MPAN NGGO PAPAN

http://pardjimin.wordpress.com/
Kembali Ke Atas Go down
http://pardjimin.wordpress.com
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Aug 27, 2008 1:22 pm

Pardjimin wrote:
kancil nyolong timun..

sak wijining ndino kancil nyolong timun




nyuwun ngapunten, ngejunk !!

endi ki critane.... gak boleh gak boleh gak boleh
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
dedik cahyono
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 11.07.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Thu Aug 28, 2008 1:33 am

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene....

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene....

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene....

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene....

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene....

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene....

mbiyen ono raja...
raja lagi crito karo anak'e...
lha critane ngene.... 😕
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ciriajasa.com
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Sep 03, 2008 2:37 pm

Terjadinya Danau Toba


Pada jaman dahulu, hiduplah seorang
pemuda tani yatim piatu di bagian utara pulau Sumatra. Daerah tersebut sangatlah
kering. Syahdan, pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Pada suatu
hari ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Warnanya kuning keemasan.
Begitu dipegangnya, ikan tersebut berubah menjadi seorang putri jelita. Putri
itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu larangan. Ia akan berubah
menjadi sejenis mahluk yang pertama menyentuhnya. Oleh karena yang menyentuhnya
manusia, maka ia berubah menjadi seorang putri.

Terpesona oleh kecantikannya, maka
pemuda tani tersebut meminta sang putri untuk menjadi isterinya. Lamaran
tersebut diterima dengan syarat bahwa pemuda itu tidak akan menceritakan
asal-usulnya yang berasal dari ikan.Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut.
Setelah setahun, pasangan suami istri tersebut dikarunia seorang anak laki-laki.
Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang. Ia makan semua makanan
yang ada.

Pada suatu hari anak itu memakan
semua makanan dari orang tuanya. Pemuda itu sangat jengkelnya berkata: "dasar
anak keturunan ikan!"Pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari
isterinya.Dengan demikian janji mereka telah dilanggar.

Istri dan anaknya menghilang secara
gaib. Ditanah bekas pijakan mereka menyemburlah mata air. Air yang mengalir dari
mata air tersebut makin lama makin besar. Dan menjadi sebuah danau yang sangat
luas. Danau itu kini bernama Danau Toba
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Thu Sep 11, 2008 1:48 pm

Aji Saka
Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.
Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.
Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.
Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.
Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.
Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.
Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.
Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Ipung Purwanto
Camat
avatar

Lokasi : Lubang Buaya Jaktim
Reputation : 5
Join date : 08.03.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Fri Sep 12, 2008 7:45 pm

aku ra iso crito....tak dadi tukang moco wae...

monggo endi maneh sing critone aipk lan kocak...
Kembali Ke Atas Go down
dewalangit
Officer
avatar

Lokasi : Jl.jogja-wnsari km 20 Patuk.Dhaksinargha Bhumikarta.
Reputation : 39
Join date : 20.07.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Fri Sep 12, 2008 10:17 pm

ceritane anoman obong endi kang,....... ngakak

_________________
Dengan Ilmu hidup jadi mudah
Dengan Seni dan Cinta hidup jadi indah
Dengan Agama hidup jadi terarah
Dengan smart & smile hidup jadi bergairah


FB
Kembali Ke Atas Go down
http://www.saeahchim.co.kr/
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Sep 24, 2008 11:58 am

dewalangit wrote:
ceritane anoman obong endi kang,....... ngakak

Anoman obong ra duwe jek mas......kuwi kan crito wayang mas...cobo di klik ning http://www.wonosari.com/kesenian-daerah-f49/cerita-wayang-t817.htm
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Thu Nov 20, 2008 4:50 pm

Arti Sebuah Persahabatan





Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang. Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.

Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut. Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu menertawakan sang kura-kura : "ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung"

Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati. Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. "Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang polong, maka aku akan memberikan kata-kata bijak untukmu" seru sang kodok. Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok berkata lagi: "kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu, selalu saja dia mengejekmu dengan berkata " ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung". Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu"

Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. Sang elang berkata: "hai temanku kura-kura, ijinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya untuk istri dan anakmu". Kemudian sang elang terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh istrinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, istri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.

Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Namun kali ini sang kura-kura mendengar sendiri perkataannya. Sampailah mereka di sarang sang elang, dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis. Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut. "Hai temanku sang elang, engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu. Kelihatannya akan sangat berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati makananku." Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Dengan marah ia mematuk sang kura-kura.Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras, kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura berkata: "Aku telah melihat persahabatan macam apa yang engkau tawarkan padaku hai sang elang. Betapa kecewanya aku. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku dan persahabatan kita akan berakhir." Sang elangpun berkata :"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membawamu pulang" Namun timbul pikiran jahat pada diri sang elang. "Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu" pikirnya lagi.

Begitulah, sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi. "lepaskan kakiku" seru sang elang marah. Dengan sabar sang kura-kura menjawab: "Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke sarangku" dengan kesal sang elang pun terbang tinggi, menungkik dan menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Namun tidak ada gunanya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnya, dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu.

Ketika sang elang terbang, sang kura-kura berseru : " Hai temanku persahabatan membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Aku menghargaimu dan kaupun menghargaiku. Namun bagaimanapun, sejak engkau menjadikan persahabatan kita hanya permainan, mentertawakan keramahan keluargaku dan aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku".
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
4lief4
Koordinator
avatar

Lokasi : njakarta
Reputation : 0
Join date : 03.06.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Fri Nov 21, 2008 2:46 pm

Dongen bawang merah bawang putih & legenda banyuwangi dong
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Fri Nov 21, 2008 3:40 pm

4lief4 wrote:
Dongen bawang merah bawang putih & legenda banyuwangi dong

Lha kowe ki rep nggo crito sopo Tri..... ngakakk ngakakk ngakakk

Pokoke sabar nunggu critane....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
4lief4
Koordinator
avatar

Lokasi : njakarta
Reputation : 0
Join date : 03.06.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Mon Nov 24, 2008 9:26 pm

Endi...
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Tue Nov 25, 2008 5:56 pm

4lief4 wrote:
Endi...

Sabar to.......Nyebar godong koro??? ngakakk ngakakk ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Tue Nov 25, 2008 6:03 pm



Kancil si pencuri Timun


Siang itu panas sekali. Matahari bersinar garang. Tapi hal itu tidak terlalu dirasakan oleh Kancil. Dia sedang tidur nyenyak di bawah sebatang pohon yang rindang. Tiba-tiba saja mimpi indahnya terputus. "Tolong! Tolong! " terdengar teriakan dan jeritan berulang-ulang. Lalu terdengar suara derap kaki binatang yang sedang berlari-lari. "Ada apa, sih?" kata Kancil. Matanya berkejap-kejap, terasa berat untuk dibuka karena masih mengantuk. Di kejauhan tampak segerombolan binatang berlari-lari menuju ke arahnya. "Kebakaran! Kebakaran! " teriak Kambing. " Ayo lari, Cil! Ada kebakaran di hutan! " Memang benar. Asap tebal membubung tinggi ke angkasa. Kancil ketakutan melihatnya. Dia langsung bangkit dan berlari mengikuti teman-temannya.

Kancil terus berlari. Wah, cepat juga larinya. Ya, walaupun Kancil bertubuh kecil, tapi dia dapat berlari cepat. Tanpa terasa, Kancil telah berlari jauh, meninggalkan teman-temannya. "Aduh, napasku habis rasanya," Kancil berhenti dengan napas terengah-engah, lalu duduk beristirahat. "Lho, di mana binatang-binatang lainnya?" Walaupun Kancil senang karena lolos dari bahaya, tiba-tiba ia merasa takut. "Wah, aku berada di mana sekarang? Sepertinya belum pernah ke sini." Kancil berjalan sambil mengamati daerah sekitarnya. "Waduh, aku tersesat. Sendirian lagi. Bagaimana ini?'7 Kancil semakin takut dan bingung. "Tuhan, tolonglah aku."

Kancil terus berjalan menjelajahi hutan yang belum pernah dilaluinya. Tanpa terasa, dia tiba di pinggir hutan. Ia melihat sebuah ladang milik Pak Tani. "Ladang sayur dan buah-buahan? Oh, syukurlah. Terima kasih, Tuhan," mata Kancil membelalak. Ladang itu penuh dengan sayur dan buah-buahan yang siap dipanen. Wow, asyik sekali! "Kebetulan nih, aku haus dan lapar sekali," kata Kancil sambil menelan air liurnya. "Tenggorokanku juga terasa kering. Dan perutku keroncongan minta diisi. Makan dulu, ah."

Dengan tanpa dosa, Kancil melahap sayur dan buahbuahan yang ada di ladang. Wah, kasihan Pak Tani. Dia pasti marah kalau melihat kejadian ini. Si Kancil nakal sekali, ya? "Hmm, sedap sekali," kata Kancil sambil mengusap-usap perutnya yang kekenyangan. "Andai setiap hari pesta seperti ini, pasti asyik." Setelah puas, Kancil merebahkan dirinya di bawah sebatang pohon yang rindang. Semilir angin yang bertiup, membuatnya mengantuk. "Oahem, aku jadi kepingin tidur lagi," kata Kancil sambil menguap. Akhirnya binatang yang nakal itu tertidur, melanjutkan tidur siangnya yang terganggu gara-gara kebakaran di hutan tadi. Wah, tidurnya begitu pulas, sampai terdengar suara dengkurannya. Krr... krr... krrr...

Ketika bangun pada keesokan harinya, Kancil merasa lapar lagi. "Wah, pesta berlanjut lagi, nih," kata Kancil pada dirinya sendiri. "Kali ini aku pilih-pilih dulu, ah. Siapa tahu ada buah timun kesukaanku." Maka Kancil berjalan-jalan mengitari ladang Pak Tani yang luas itu. "Wow, itu dia yang kucari! " seru Kancil gembira. "Hmm, timunnya kelihatan begitu segar. Besarbesar lagi! Wah, pasti sedap nih." Kancil langsung makan buah timun sampai kenyang. "Wow, sedap sekali sarapan timun," kata Kancil sambil tersenyum puas. Hari sudah agak siang. Lalu Kancil kembali ke bawah pohon rindang untuk beristirahat.

Pak Tani terkejut sekali ketika melihat ladangnya. "Wah, ladang timunku kok jadi berantakan-begini," kata Pak Tani geram. "Perbuatan siapa, ya? Pasti ada hama baru yang ganas. Atau mungkinkah ada bocah nakal atau binatang lapar yang mencuri timunku?" Ladang timun itu memang benar-benar berantakan. Banyak pohon timun yang rusak karena terinjak-injak. Dan banyak pula serpihan buah timun yang berserakan di tanah. 7 @ Hm, awas, ya, kalau sampai tertangkap! " omel Pak Tani sambil mengibas-ngibaskan sabitnya. "Panen timunku jadi berantakan." Maka seharian Pak Tani sibuk membenahi kembali ladangnya yang berantakan.

Dari tempat istirahatnya, Kancil terus memperhatikan Pak Tani itu. "Hmm, dia pasti yang bernama Pak Tani," kata Kancil pada dirinya sendiri. "Kumisnya boleh juga. Tebal,' hitam, dan melengkung ke atas. Lucu sekali. Hi... hi... hi.... Sebelumnya Kancil memang belum pernah bertemu dengan manusia. Tapi dia sering mendengar cerita tentang Pak Tani dari teman-temannya. "Aduh, Pak Tani kok lama ya," ujar Kancil. Ya, dia telah menunggu lama sekali. Siang itu Kancil ingin makan timun lagi. Rupanya dia ketagihan makan buah timun yang segar itu. Sore harinya, Pak Tani pulang sambil memanggul keranjang berisi timun di bahunya. Dia pulang sambil mengomel, karena hasil panennya jadi berkurang. Dan waktunya habis untuk menata kembali ladangnya yang berantakan. "Ah, akhirnya tiba juga waktu yang kutunggu-tunggu," Kancil bangkit dan berjalan ke ladang. Binatang yang nakal itu kembali berpesta makan timun Pak Tani.

Keesokan harinya, Pak Tani geram dan marah-marah melihat ladangnya berantakan lagi. "Benar-benar keterlaluan! " seru Pak Tani sambil mengepalkan tangannya. "Ternyata tanaman lainnya juga rusak dan dicuri." Pak Tani berlutut di tanah untuk mengetahui jejak si pencuri. "Hmm, pencurinya pasti binatang," kata Pak Tani. "Jejak kaki manusia tidak begini bentuknya." Pemilik ladang yang malang itu bertekad untuk menangkap si pencuri. "Aku harus membuat perangkap untuk menangkapnya! " Maka Pak Tani segera meninggalkan ladang. Setiba di rumahnya, dia membuat sebuah boneka yang menyerupai manusia. Lalu dia melumuri orang-orangan ladang itu dengan getah nangka yang lengket!

Pak Tani kembali lagi ke ladang. Orang-orangan itu dipasangnya di tengah ladang timun. Bentuknya persis seperti manusia yang sedang berjaga-jaga. Pakaiannya yang kedodoran berkibar-kibar tertiup angin. Sementara kepalanya memakai caping, seperti milik Pak Tani. "Wah, sepertinya Pak Tani tidak sendiri lagi," ucap Kancil, yang melihat dari kejauhan. "Ia datang bersama temannya. Tapi mengapa temannya diam saja, dan Pak Tani meninggalkannya sendirian di tengah ladang?" Lama sekali Kancil menunggu kepergian teman Pak Tani. Akhirnya dia tak tahan. "Ah, lebih baik aku ke sana," kata Kancil memutuskan. "Sekalian minta maaf karena telah mencuri timun Pak Tani. Siapa tahu aku malah diberinya timun gratis."

"Maafkan saya, Pak," sesal Kancil di depan orangorangan ladang itu. "Sayalah yang telah mencuri timun Pak Tani. Perut saya lapar sekali. Bapak tidak marah, kan?" Tentu saj,a orang-orangan ladang itu tidak menjawab. Berkali-kali Kancil meminta maaf. Tapi orang-orangan itu tetap diam. Wajahnya tersenyum, tampak seperti mengejek Kancil. "Huh, sombong sekali!" seru Kancil marah. "Aku minta maaf kok diam saja. Malah tersenyum mengejek. Memangnya lucu apa?" gerutunya. Akhirnya Kancil tak tahan lagi. Ditinjunya orangorangan ladang itu dengan tangan kanan. Buuuk! Lho, kok tangannya tidak bisa ditarik? Ditinjunya lagi dengan tangan kiri. Buuuk! Wah, kini kedua tangannya melekat erat di tubuh boneka itu. " Lepaskan tanganku! " teriak Kancil j engkel. " Kalau tidak, kutendang kau! " Buuuk! Kini kaki si Kancil malah melekat juga di tubuh orang-orangan itu. "Aduh, bagaimana ini?"

Sore harinya, Pak Tani kembali ke ladang. "Nah, ini dia pencurinya! " Pak Tani senang melihat jebakannya berhasil. "Rupanya kau yang telah merusak ladang dan mencuri timunku." Pak Tani tertawa ketika melepaskan Kancil. "Katanya kancil binatang yang cerdik," ejek Pak Tani. "Tapi kok tertipu oleh orang-orangan ladang. Ha... ha... ha.... " Kancil pasrah saja ketika dibawa pulang ke rumah Pak Tani. Dia dikurung di dalam kandang ayam. Tapi Kancil terkejut ketika Pak Tani menyuruh istrinya menyiapkan bumbu sate. " Aku harus segera keluar malam ini j uga I " tekad Kancil. Kalau tidak, tamatlah riwayatku. " Malam harinya, ketika seisi rumah sudah tidur, Kancil memanggil-manggil Anjing, si penjaga rumah. "Ssst... Anjing, kemarilah," bisik Kancil. "Perkenalkan, aku Kancil. Binatang piaraan baru Pak Tani. Tahukah kau? Besok aku akan diajak Pak Tani menghadiri pesta di rumah Pak Lurah. Asyik, ya?"

Anjing terkejut mendengarnya. "Apa? Aku tak percaya! Aku yang sudah lama ikut Pak Tani saja tidak pernah diajak pergi. Eh, malah kau yang diajak." Kancil tersenyum penuh arti. "Yah, terserah kalau kau tidak percaya. Lihat saja besok! Aku tidak bohong! " Rupanya Anjing terpengaruh oleh kata-kata si Kancil. Dia meminta agar Kancil membujuk Pak Tani untuk mengajakn-ya pergi ke pesta. "Oke, aku akan berusaha membujuk Pak Tani," janji Kancil. "Tapi malam ini kau harus menemaniku tidur di kandang ayam. Bagaimana?" Anjing setuju dengan tawaran Kancil. Dia segera membuka gerendel pintu kandang, dan masuk. Dengan sigap, Kancil cepat-cepat keluar dari kandang. "Terima kasih," kata Kancil sambil menutup kembali gerendel pintu. "Maaf Iho, aku terpaksa berbohong. Titip salam ya, buat Pak Tani. Dan tolong sampaikan maafku padanya." Kancil segera berlari meninggalkan rumah Pak Tani. Anjing yang malang itu baru menyadari kejadian sebenarnya ketika Kancil sudah menghilang.

Kancil yang cerdik, temyata mudah diperdaya oleh Pak Tani. Itulah sebabnya kita tidak boleh takabur.


Heheheeeheh.....sing pesenan bawang merah...rung tak gaweke sing marai bawang gek larang>
Sing pesen banyuwangi, sakiki lagek banjir dadi banyune wis ra wngi maneh akeh banyugot...sayang to nek d critake....
ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
dedik cahyono
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 11.07.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 1:02 am

mas Wonosingo Ngali Kidul kulo reques crito angsal mboten?

_________________
sak beja-bejane wong lali, iseh bejo wong kang eling lan waspodo
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ciriajasa.com
4lief4
Koordinator
avatar

Lokasi : njakarta
Reputation : 0
Join date : 03.06.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 11:09 am

Paling yo kebanjiran mas gek dongenge keli koyo bwng merah & bwng putih dan lgenda bnyuwangi
Kembali Ke Atas Go down
pHa_epHa
Koordinator
avatar

Lokasi : harmoni
Reputation : 3
Join date : 15.04.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 12:22 pm

ehm ehm

_________________
meleleeeehhhh..........
semangat semangat...demi vanya ma junior
lop pyu vem
Kembali Ke Atas Go down
http://www.bnpb.go.id
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 12:28 pm

dedik cahyono wrote:
mas Wonosingo Ngali Kidul kulo reques crito angsal mboten?

Wooo iso mas, ning rodo suwe requeste...sing marai aku ngarange suwe jek....

Ra po2 to mas.....nek perlu mengko aku tak sambtan olehe gawe crito.... ajib ajib ajib

4lief4 wrote:
Paling yo kebanjiran mas gek dongenge keli koyo bwng merah & bwng putih dan lgenda bnyuwangi

haaa melakne kuwi, ning nek keli wis iso langi iki??? ngakakk


pHa_epHa wrote:
ehm ehm
Lha iki keee...ngopo tooo
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
pHa_epHa
Koordinator
avatar

Lokasi : harmoni
Reputation : 3
Join date : 15.04.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 4:52 pm

kuwi ki ritual mbahku nak arep ndongen
prolog ngunuh
ojo sok ge er to mas
ngakakk ngakakk

_________________
meleleeeehhhh..........
semangat semangat...demi vanya ma junior
lop pyu vem
Kembali Ke Atas Go down
http://www.bnpb.go.id
Prexndes
Koordinator
avatar

Reputation : 4
Join date : 25.04.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 7:39 pm

nderek mirengne lendongeng pareng mboten niki?
menawi kepareng , kulo nderek..
maturnuwun..............

(lungguh'e silo nyimak sing ateng, men raketinggalah dongenge)
(wadhuh, oleh nggon whe neng pojok)
Kembali Ke Atas Go down
dedik cahyono
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 11.07.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Wed Nov 26, 2008 9:13 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
dedik cahyono wrote:
mas Wonosingo Ngali Kidul kulo reques crito angsal mboten?

Wooo iso mas, ning rodo suwe requeste...sing marai aku ngarange suwe jek....

Ra po2 to mas.....nek perlu mengko aku tak sambtan olehe gawe crito.... ajib ajib ajib

kulo request dogeng2 sing saking gunungkidul mawon mas...
judule "Balada Petani Gaplek" ngakakk ngakakk

_________________
sak beja-bejane wong lali, iseh bejo wong kang eling lan waspodo
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ciriajasa.com
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Thu Nov 27, 2008 10:04 am

pHa_epHa wrote:
kuwi ki ritual mbahku nak arep ndongen
prolog ngunuh
ojo sok ge er to mas
ngakakk ngakakk

Yoh pha....meneng aku? Wong gur takok kok aku frustasi frustasi frustasi

Prexndes wrote:
nderek mirengne lendongeng pareng mboten niki?
menawi kepareng , kulo nderek..
maturnuwun..............

(lungguh'e silo nyimak sing ateng, men raketinggalah dongenge)
(wadhuh, oleh nggon whe neng pojok)

Waduh jan mas pri ki, ra penak aku dadine.....wis mas mendingan aku di ewangi crito too????KAe epha muring2 malahjan...

dedik cahyono wrote:
Wonosingo Ngali Kidul wrote:
dedik cahyono wrote:
mas Wonosingo Ngali Kidul kulo reques crito angsal mboten?

Wooo iso mas, ning rodo suwe requeste...sing marai aku ngarange suwe jek....

Ra po2 to mas.....nek perlu mengko aku tak sambtan olehe gawe crito.... ajib ajib ajib

kulo request dogeng2 sing saking gunungkidul mawon mas...
judule "Balada Petani Gaplek" ngakakk ngakakk

Urung wayahe mas crito ngono seko nggone dewe.......sabar to yoo ajib ajib ajib
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas
avatar

Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Thu Nov 27, 2008 10:09 am

Asal Usul Kota Banyuwangi

Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya.
“Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita.
“Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia.
Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa.
Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya.
Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan.
“Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang.
Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat.
Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.

Sumber: e-smartschool.com yang diambil dari elexmedia


Catatan:
Cerita ini hanya fiktif belaka.
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
4lief4
Koordinator
avatar

Lokasi : njakarta
Reputation : 0
Join date : 03.06.08

PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   Thu Nov 27, 2008 10:21 am

He..he... Jadi inget mbah putri
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ayo Ndongeng.......   

Kembali Ke Atas Go down
 
Ayo Ndongeng.......
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: LOUNGE 'N CHIT-CHAT :: Teras Nongkrong-
Navigasi: