Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
de4d10ck
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 13
Join date : 11.08.08

PostSubyek: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Tue Aug 12, 2008 2:26 pm

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat
terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning,
dan punggung mereka menghadap ke langit.
Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang
mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya,
Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku.
Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat
adikku dan aku berlutut di depan tembok,
dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku
terpaku, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi
Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian
berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.
Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan
berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku
bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia
terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.
Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu
bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah
sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa
mendatang?
Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan
kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan
air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai
menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan
berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki
cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat,tapi
insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah
akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku
berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia
lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama,saya
diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu,
ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi
bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan
hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air
matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya?
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah
dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi,telah
cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan
memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu
keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan
saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu
kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam
uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka
adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus
meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan
jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak
lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang,
adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh
dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping
ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk
ke
universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu
uang."
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku,
dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang.
Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan
uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada
punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga
(di
universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman
sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun
menunggumu di luar sana!"
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku
berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor
tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu
tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab,
tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka
pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku
menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat
dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah
adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu.
Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan,
"Saya melihat semua gadis kota memakainya.
Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku
menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.
Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca
jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana.
Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.
"Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk
membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah
adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu
melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela
baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat
mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku.
Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.
"Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.
"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di
lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap
waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."
Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata
mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali
suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal
bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun,
mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku
tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu saja.
Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan
adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen
pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk
memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik,
dan masuk rumah sakit. Suamiku dan
aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada
kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer?
Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang
berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius.
Mengapa
kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela
keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur,
dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti
itu,
berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar
kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga
karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam
tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang
gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara
perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati
dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah
kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD,
ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan
selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.
Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.
Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia
hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.
Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena
cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak
hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga
kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu
memalingkan perhatiannya kepadaku.

Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku,
"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan
kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti
sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari "I cried for my brother six times"

wis, rasah nangis.
ngisin-isini..
Kembali Ke Atas Go down
http://mitmjogja.com/
siwid
Donatur
avatar

Lokasi : nomaden
Reputation : 21
Join date : 04.04.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Tue Aug 12, 2008 2:39 pm



trenyuh aku...

_________________
Syarat biar punya kawan memang sederhana. Modalnya, mau menerima kawanmu apa adanya. Itu saja!
Kembali Ke Atas Go down
de4d10ck
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 13
Join date : 11.08.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Tue Aug 12, 2008 3:33 pm

wis,sopo meneh?
ayo!
ayo!
ayo!

:))
Kembali Ke Atas Go down
http://mitmjogja.com/
wahyun
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 2
Join date : 20.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Tue Aug 12, 2008 8:53 pm

cobo to nek adekku koyo ngono Sad

tapi akan jadi kenangan indah tersendiri saat mengingat "pertempuran" antara kakak dan adek...terutama saat sudah jauh...seperti ingin mengulang kembali masa itu Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
SAPTO SARDIYANTO
Camat
avatar

Lokasi : JAKARTA
Reputation : 1
Join date : 24.05.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 12:00 pm

bisa ditarik kesimpulan bahwa rasa persaudaraan yang dijalani dg
rasa kekeluargaan(saling melengkapi) akan bisa bertahan sampai kapanpun
semoga melalui forum ini akan tumbuh rasa persaudaraan kita diantara
anggota forum.
dadi kelingan adiku
wasalam,

_________________
Betapa manisnya bersama - MU walau hidup ini pahit
asal Engkau ridha mesti semua orang marah sengit
alangkah baiknya jika antara aku dan Engkau makmur
walaupun antara diriku dan seluruh alam ini hancur
jika kasih sayang-MU telah hadir semuanya jadi hina
karena setiap yang diatas tanah akan menjadi tanah
(Enjoy Your life : Dr.M Al areifi)
Kembali Ke Atas Go down
gandung
Officer
avatar

Lokasi : Cawang Baru - Jakarta Timur - Indonesia
Reputation : 17
Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 12:15 pm

Lagi iki kang postinganmu sing jos,
ajib ajib

liyane gor halah spam thok. ( setitik2 ketok nak gor ngejar jabatan )

_________________
Yen kepingin Di asihi karo wong lio yo kudu biso duweni roso asih marang wong lio ora perduli bocah cilik utowo gedhe wong sugeh utowo mlarat wong lanang utowo wedok elek utowo bagus
Kembali Ke Atas Go down
the purple girl
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 8
Join date : 18.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 12:45 pm

Sad tak dapat berkata2 lagi Sad
Kembali Ke Atas Go down
giadi_pcs
Camat
avatar

Lokasi : sudirman jakpus
Reputation : 3
Join date : 14.07.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 1:49 pm

gandung wrote:
Lagi iki kang postinganmu sing jos,
ajib ajib

liyane gor halah spam thok. ( setitik2 ketok nak gor ngejar jabatan )

HUU UUHH podo ro postinganmu yo mung rep nguyak jabatan
hayoo ngakuoo nduung , !

ngakak ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
gandung
Officer
avatar

Lokasi : Cawang Baru - Jakarta Timur - Indonesia
Reputation : 17
Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 2:11 pm

Giadi gak boleh

mendingan :h: aku entuk laporan seko cileungsi lho ..... nak isih wutuh ::0):

_________________
Yen kepingin Di asihi karo wong lio yo kudu biso duweni roso asih marang wong lio ora perduli bocah cilik utowo gedhe wong sugeh utowo mlarat wong lanang utowo wedok elek utowo bagus
Kembali Ke Atas Go down
giadi_pcs
Camat
avatar

Lokasi : sudirman jakpus
Reputation : 3
Join date : 14.07.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 2:40 pm

gandung wrote:
Giadi gak boleh

mendingan :h: aku entuk laporan seko cileungsi lho ..... nak isih wutuh ::0):

iseh telu ndung , di simpen adine bayu ,
pokokke nggo sesuk meneh yen neng gonku yo tenang ae.
aman2


suk ngajak edy ngakakk ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
the purple girl
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 8
Join date : 18.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 2:46 pm

affraid do arep ::0): yo...
wis bar mau bengi neng senayan...
huehehe.... :h:

Kembali Ke Atas Go down
Pardjimin
Presidium
avatar

Lokasi : Blekasi - DjogDja - GK - Semin - Karang Sari
Reputation : 10
Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 3:00 pm

giadi_pcs wrote:
gandung wrote:
Giadi gak boleh

mendingan :h: aku entuk laporan seko cileungsi lho ..... nak isih wutuh ::0):

iseh telu ndung , di simpen adine bayu ,
pokokke nggo sesuk meneh yen neng gonku yo tenang ae.
aman2


suk ngajak edy ngakakk ngakakk

aku njaluuukk ndung... !!

_________________
MPAN NGGO PAPAN

http://pardjimin.wordpress.com/
Kembali Ke Atas Go down
http://pardjimin.wordpress.com
gandung
Officer
avatar

Lokasi : Cawang Baru - Jakarta Timur - Indonesia
Reputation : 17
Join date : 14.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 3:31 pm

Pardjimin wrote:

aku njaluuukk ndung... !!

niki engkang muda mudi....
engkang sampun sepuh ten ngriyo kemawon

_________________
Yen kepingin Di asihi karo wong lio yo kudu biso duweni roso asih marang wong lio ora perduli bocah cilik utowo gedhe wong sugeh utowo mlarat wong lanang utowo wedok elek utowo bagus
Kembali Ke Atas Go down
siwid
Donatur
avatar

Lokasi : nomaden
Reputation : 21
Join date : 04.04.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 8:13 pm

gandung wrote:
Pardjimin wrote:

aku njaluuukk ndung... !!

niki engkang muda mudi....
engkang sampun sepuh ten ngriyo kemawon

kang tora ra leh melu... ngakak ngakak

_________________
Syarat biar punya kawan memang sederhana. Modalnya, mau menerima kawanmu apa adanya. Itu saja!
Kembali Ke Atas Go down
giadi_pcs
Camat
avatar

Lokasi : sudirman jakpus
Reputation : 3
Join date : 14.07.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 8:41 pm

melu oleh2 wae , neng po yo iseh mampu , ngakakk ngakakk ngakakk
Kembali Ke Atas Go down
wahyun
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 2
Join date : 20.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 9:36 pm

bapak-bapak...nek arisan boten ten mriki nggih tempate ngakakk

Kembali Ke Atas Go down
rmlodang
Camat
avatar

Lokasi : Kayangan junggring saloko.
Reputation : 12
Join date : 12.08.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 10:00 pm

Wah ceritane jan nggegirisi tenan niku mas,terus ada kelanjutane mboten?
mbok diposting meneh mas...
Kembali Ke Atas Go down
http://maryoto_metal@yahoo.com
caliber
Koordinator
avatar

Reputation : 4
Join date : 10.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Thu Aug 14, 2008 11:28 pm

dasar topik yang aneh dari orang yang juga aneh dan dibalas sama orang yang aneh juga ngakak
Kembali Ke Atas Go down
dedik cahyono
Camat
avatar

Lokasi : Jakarta
Reputation : 0
Join date : 11.07.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 2:37 am

gandung wrote:
Lagi iki kang postinganmu sing jos,
ajib ajib

liyane gor halah spam thok. ( setitik2 ketok nak gor ngejar jabatan )

Lha po tekne rep musim pemilu kok ngejar jabatan warang???

Berarti sing ngejar jabatan ra gor elit politik no??

Posting Warang ngejar jabatan....

ngakak
Kembali Ke Atas Go down
http://www.ciriajasa.com
t374bwn
Koordinator
avatar

Lokasi : Cixarank
Reputation : 1
Join date : 02.05.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 8:19 am

koyone wong Gunungkidul wis biasa cerita-cerita sedih, kunjungi tread "mengapa anda merantau"
(nyambung ra iki?)

_________________
Sedayaning kedhah kanthi kaweningipun manah....
Kembali Ke Atas Go down
caliber
Koordinator
avatar

Reputation : 4
Join date : 10.03.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 9:33 pm

melankolis sekali
Kembali Ke Atas Go down
de4d10ck
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 13
Join date : 11.08.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 10:43 pm

SAPTO SARDIYANTO wrote:
bisa ditarik kesimpulan bahwa rasa persaudaraan yang dijalani dg
rasa kekeluargaan(saling melengkapi) akan bisa bertahan sampai kapanpun
semoga melalui forum ini akan tumbuh rasa persaudaraan kita diantara
anggota forum.
dadi kelingan adiku
wasalam,

amin.
:)

mwah!
:)
Kembali Ke Atas Go down
http://mitmjogja.com/
de4d10ck
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 13
Join date : 11.08.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 10:45 pm

gandung wrote:
Lagi iki kang postinganmu sing jos,
ajib ajib

liyane gor halah spam thok. ( setitik2 ketok nak gor ngejar jabatan )

cen ho'o mas...
ming ora duwe bobot...

maaf yo mas...


:)
mwah!

:sunny:
Kembali Ke Atas Go down
http://mitmjogja.com/
de4d10ck
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 13
Join date : 11.08.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 10:46 pm

rmlodang wrote:
Wah ceritane jan nggegirisi tenan niku mas,terus ada kelanjutane mboten?
mbok diposting meneh mas...


tak wolak walik gak nemu he mas...
Sad
Kembali Ke Atas Go down
http://mitmjogja.com/
de4d10ck
Koordinator
avatar

Lokasi : jogja
Reputation : 13
Join date : 11.08.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Fri Aug 15, 2008 10:47 pm

caliber wrote:
dasar topik yang aneh dari orang yang juga aneh dan dibalas sama orang yang aneh juga ngakak

cen bener kowe mas...!

ngakak aneh!
Kembali Ke Atas Go down
http://mitmjogja.com/
wahyudi
Alm.
avatar

Lokasi : ujung mberuk teluk penyu
Reputation : 1
Join date : 01.06.08

PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   Sat Aug 16, 2008 8:48 am

terusane endi kieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee????????????????????????????????
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?   

Kembali Ke Atas Go down
 
mas, mas, mbak, mbak, ojo nangis yoh?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: LOUNGE 'N CHIT-CHAT :: Teras Nongkrong-
Navigasi: