Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin
Share | 
 

 Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
wadiyo
Camat


Lokasi: Singkar II,Wareng Wonosari GK
Reputation: 7
Join date: 14.04.09

PostSubyek: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Sun Nov 15, 2009 5:48 pm

Ingatkah anda kisah kerelaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra pertamanya, Ismail, atas perintah Allah s.w.t? Ketika Ibrahim berkata kepada putranya ia memiliki ilham bahwa Allah ingin ia menyembelih Ismail, sang putra patuh tanpa keengganan sedikit pun.

Hal yang paling luar biasa dari kisah itu adalah, bagaimana Ismail begitu percaya sepenuhnya pada kebenaran ilham sang ayah.

Beberapa anak lelaki saat ini yang akan bereaksi serupa Ismail ketika orang tua berkata pada mereka, "Tuhan menginginkan aku mengorbankan dirimu?. Mungkin sebagian akan menjawab, "Apa Bapak sudah gila? Mereka mungkin bisa menerima gagasan berkorban untuk Allah, namun sulit meyakini ada hubungan kuat antara ayah dengan Allah, seperti yang dialami Ismail.

Inilah letak peran penting seorang ayah dalam keluarga. Kepercayaan mendalam hanya dapat dihasilkan dari hubungan sangat dekat.

Pun, Sang ayah, Nabi Ibrahim sama sekali tidak was-was dan bingung terhadap rencana masa depan putranya. Ismail pun tak memiliki tujuan besar lain selain mematuhi sang ayah, dan bersedia melakukan apa pun perintah Allah. Tentu saja mereka berdua nabi dan dari segi keutamaan dan kedudukan jauh dari manusia biasa.

Namun ada hal-hal besar yang dapat dipelajari oleh keluarga Muslim saat ini. Pemaparan dari ahli psikologi keluarga, Marria Husain, dari situs keluarga Zawaj berikut layak untuk dijadikan acuan.

Menghormati Kepercayaan Keluarga

Orang tua harus terus menjaga nilai kelayakan dan kepercayaan dalam keluarga dengan selalu mengarahkan tujuan rumah tangga untuk beribadah kepada Allah. Faktor pemimpin keluarga sangat besar di sini, yakni ayah. Kini berapa keluarga yang benar-benar membesarkan anak sebagai semata-mata ibadah dan ikhlas kepada Allah.

Sebaliknya berapa banyak keluarga Musim yang mengguyur anak-anak mereka dengan kencang dalam hal keuangan dan material, atau mendorong mereka untuk meraih sebanyak mungkin gaji, jabatan, kedudukan, ketenaran dan materi lain.

Banyak orang tua yang cenderung mengambil alih mimpi anak. Tentu orang tua ingin melihat anak mereka berhasil, sekolah di tempat baik, mendapat jodoh yang baik, tapi itu bukan segalanya dan belum tentu yang diinginkan orang tua juga diinginkan anak.

Anak-anak saat ini dikorbankan untuk jadwal yang padat, bahkan saat mereka di usia kanak-kanak. Orang tua pun tak bisa melepaskan diri dari harapan tinggi pada anak-anak sekaligus melupakan bahwa anak-anak pun berhak menuntut dari orang tua, yakni waktu, kebersamaan, dan kasih sayang. Dalam tradisi para nabi, bila pria menghabiskan waktu bersama keluarga akan dinilai sebagai ibadah.

Keluarga Butuh Cinta Ayah

Cukup memprihatinkan saat ini, banyak keluarga Muslim dikorbankan karena selip pemahaman sang ayah. Pemahaman itu membuat lelaki berkeluarga meninggalkan keluarga demi aktif di komunitas luar.

Saat ini, menurut Maria Hussein, para lelaki kadang berpikir berlebihan dengan menganggap keluarga akan menghalangi kecintaan terhadap Allah, sehingga mereka berjarak dengan istri dan anak-anak. Yang terjadi, para lelaki tipe ini memang kerap terlibat dalam pelayanan komunitas, berlama-lama dalam masjd, menolong orang lain, sementara di rumah hanya berbincang sekedarnya, melakukan aktifitas seperlunya karena energi telah terkuras di luar sebelum akhirnya tidur kecapaian.

Namun, itu masih lebih baik. Maria menuliskan ada lagi tipe yang lebih parah, yakni tipe yang berjarak dari keluarga karena mengejar material. Persamaan kedua tipe ayah itu, sama-sama tidak memandang keluarga sebagai alat untuk beribadah dan mendapat keikhlasan Allah. Kedua tipe ayah di atas menurut Maria, dapat memberi dampak buruk bagi anggota keluarga lain.

Sang istri mungkin, yang awalnya sukarela mendampingi suami dalam pernikahan dan membebaskan suami melakukan 'hal lebih penting' untuk Allah, akan mengubah pandangan. Istri bisa jadi merasa diabaikan dan ditolak. Itu pun sangat mungkin terjadi pada anak. Apalagi bila anak mulai merasakan tanda-tanda bila ibu jengkel terhadap ayah.

Dampak kemudian akan lebih buruk. Bila beberapa bulan atau tahun, anak-anak terbiasa tinggal tanpa ayah itu sangat beresiko. Akan muncul perasaan tidak lagi butuh sosok ayah dan akhirnya hilang perasaan kedekatan. Artinya si ayah sebenarnya telah 'kehilangan' anak mereka. Dalam kehidupan saat ini, tidak cukup bagi seorang ayah hanya datang dan membawa uang lalu merasa pekerjaan sudah beres.

Baik anak lelaki dan perempuan membutuhkan waktu bersama ayah. Anak lelaki yang terabaikan oleh ayah secara psikologi cenderung mengembangkan perilaku kasar, melanggar norma dan hukum dan selip secara seksual saat remaja.

Sementara anak perempuan yang tak mendapat cukup penghargaan, perhatian dan cinta kasih ayah akan lebih rentan dari serangan predator seksual. Hal itu karena, menurut Maria, dibawah sadar, mereka mencari kasih sayang atau peran pengganti ayah. Kebutuhan didorong perasaan putus asa untuk cinta kasih dan pengakuan kerap membuat remaja melakukan perilaku terlarang dan merusak.

Sementara anak-anak berbahagia yang mendapat kesempatan bersama sang ayah untuk bersenang-senang, beraktivitas bersama cenderung sedikit memiliki masalah sosial. Mereka bahkan akan mengembangkan pribadi lebih sehat, stabil dan memenuhi kewajiban pernikahan dengan baik pada tahun-tahun kemudian.
[muslimdaily.net/rpblk]
Kembali Ke Atas Go down
http://azzamudin.wordpress.com
kandar
Presidium


Lokasi: jakarta asli Kemiri, Tanjung sari
Reputation: 25
Join date: 23.08.08

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Mon Nov 16, 2009 12:26 pm

Monggo sing wis dadi bapak lan calon bapak diwaos.. lan dicoba direnungke lan diterapke..

Suwun kang artikelipun..

_________________
urip mung mampir ngombe lan mung wang sinawang.

Menjadi tua pelan tapi pasti, namun menjadi dewasa belum tentu.

http://syifauwongmantren.multiply.com => nembe sinau
Kembali Ke Atas Go down
http://syifauwongmantren.multiply.com
wadiyo
Camat


Lokasi: Singkar II,Wareng Wonosari GK
Reputation: 7
Join date: 14.04.09

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Mon Nov 16, 2009 2:38 pm

Matur nuwun atas kunjunganipun mugi wonten manfaatipun
Kembali Ke Atas Go down
http://azzamudin.wordpress.com
sacho_eka
Pengawas


Lokasi: tangerang- banten
Reputation: 36
Join date: 03.11.08

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Mon Nov 16, 2009 9:32 pm

seorang laki-laki di takdirkan menjadi pemimpin baik bagi dirinya sendiri, untuk keluarga tentunya seorang laki-laki memiliki peranan sangat penting khususnya dalam memimpin rumah tanganya...
apa lagi kaitannya tanggung jawab laki-laki ketika dia menjadi ayah atas anak-anaknya..
sungguh teanggung jawab yang besar sebenarnya di emban oalh seoaran ayah..

semoga menjadi inspirasi buat kita para ayah dan seperti mas kandar bilang,, para calon ayah juga...!!
suwun kagem pak wadiyo.. inkang semangatipun ageng, anggene ngregengkew forum...
Kembali Ke Atas Go down
http://kiossticker.com
wadiyo
Camat


Lokasi: Singkar II,Wareng Wonosari GK
Reputation: 7
Join date: 14.04.09

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Tue Nov 17, 2009 6:32 am

Injih matur nuwun mugi onten manfaatipun
Kembali Ke Atas Go down
http://azzamudin.wordpress.com
otom sutomo
Lurah


Lokasi: Cinere Depok asli Rejosari Semin GK
Reputation: 0
Join date: 31.12.08

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Tue Nov 17, 2009 2:35 pm

maturnuwun
artikel yg sangat bermanfaat....pak
Kembali Ke Atas Go down
http://otomsutomo.blogspot.com
wadiyo
Camat


Lokasi: Singkar II,Wareng Wonosari GK
Reputation: 7
Join date: 14.04.09

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Tue Nov 17, 2009 2:49 pm

Njih monggo dipun manfaataken kapan kondur ke Gunungkidul ?
Kembali Ke Atas Go down
http://azzamudin.wordpress.com
sacho_eka
Pengawas


Lokasi: tangerang- banten
Reputation: 36
Join date: 03.11.08

PostSubyek: Re: Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik   Thu Jan 12, 2012 10:15 pm

wadiyo wrote:
Matur nuwun atas kunjunganipun mugi wonten manfaatipun

aminn.. ajib
Kembali Ke Atas Go down
http://kiossticker.com
 

Mari Belajar Menjadi Ayah Yang Baik

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: ALL ABOUT GUNUNGKIDUL :: Wedding-