Forum Komunitas Online Gunungkidul
 
IndeksJual BeliPortal FKOGKFAQPencarianPendaftaranAnggotaLogin


Share | 
 

 Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
redbiem
Koordinator


Lokasi : dunia maya
Reputation : 2
Join date : 03.03.08

PostSubyek: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Wed May 14, 2008 7:01 am

> Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang
> norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan
> sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu
> yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa
> takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus
> menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang
> lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau
> hanya segelintir orang yang baru merasakan dan
> mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan
> sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan
> dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak
> juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.
> Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga
> mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya
> terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering
> mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya
> untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang
> lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang
> norak, kampungan alias deso.
> Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak
> terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik
> sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik
> perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang
> sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi
> pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput
> pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan
> umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia
> naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.
> Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah
> acara ceremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri
> oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik
> mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden
> baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang
> menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak
> berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak
> jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.
> Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan
> restoran Thailand. Dia seorang warga Negara Malaysia
> keturunan cina, sudah selesai S3, sekarang lagi
> mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang
> pengusaha yang kaya raya.
> Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah
> jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari
> perguruan tingginya.
> Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp
> communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan
> setelah saya baca Koran ternyata konsumen terbesar hp
> communicator adalah Indonesia. Sempat berkenalan juga
> dengan seorang yang berada di stasiun kereta di
> Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi
> Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya
> juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai
> masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang
> deso siapa yaa?
> Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di
> jepang atau di Australia, baik dari penampilannya,
> bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa
> menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan
> dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang
> jepang diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat
> rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana
> memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan
> tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun
> banyak yang lesehan.
> Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk,
> rakyat banyak yang mulai ngamuk, Negara sedang kere,
> banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng
> dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan
> medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing,
> banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju
> dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst
> Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah
> lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen
> dan pengemis, tidak ada lagi WTS (di Malaysia "Wanita
> Tak Senonoh") , angka kriminal rendah, korupsi
> berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan
> global. Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu
> mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis
> sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah
> karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan
> paradigma yang dipakai adalah Negara normal atau
> bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada daerah yang
> menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran
> kesranya 100 juta, wiiieh!
> Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat
> mengerikan dari atas sampai bawah :
> - Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
> - Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
> - Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk
> beli tv dan kulkas
> - Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung
> mabuk beli minuman patungan
> - Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
> - Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
> - Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
> - Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah
> petakan gang sempit di cibubur
> - Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering
> keluar masuk Mc Donald
> - Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu
> detail dunia persepakbolaan.
> - Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk
> mencetin hp
> - 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk
> saja
> - Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya
> dansa dansi di acara tembang kenangan.
> - Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong
> bahenol ngebor
> - Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang
> dombret dan wakuncar
> - Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa
> buka-bukaan
> - Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng
> siapa saja, kl perlu jin tomang jg digandeng
> Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak
> terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin
> kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.
> *) Penulis adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat
> tinggal di Paris, Perancis dan bekerja sebagai Pembawa
> Acara di salah satu stasiun di Perancis.


Matur suwun.... ajib ajib

_________________
Di atas langit masih ada langit...
SURODIRO JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Wed May 14, 2008 2:31 pm

Yah bos....

Memang kalau negri2 maju, pola pikir (birokrat, kapitalis dan people=rakyat) mereka semadyo dan tidak mementingkan kepribadian. Karena mereka melihat alam, iptek dan budaya adalah suatu sinergi yang balance jika di topang dengan tidak menghambur-hamburkan kekayaan....
Kenpa?
Negara maju hidup mereka tidak mewah2an dan bahkan terbilang ngirit untuk urusan pengeluaran.....
1. fasilitas negara maju jelas mereka lengkap di lihat dari sisi agama, iptek dan budaya; pemerintah memfasilitsinya sedemikian rupa??? sory saya tidak menjelaskan secara detail lagi....karena keterbatasan waktu luang.
2. jika fasilitas terdukung maka keadaan ekosopol pun akan stabil.....
3. logikanya, jika warga negara toto titi tentrem gemah ripah loh jinawi; apa sih yang d inginkan lagi bagi rakyat tersebut???

Terus bagaimana dengan negara berkembang:
1. negara berkembang masih banyak fasilitas yang terbengkelai. Dan daerah pinggiran masih banyak pula yang terisolir....
2. pembangunanpun terkadang di ulur2 yang membuat gerah rakyatnya:
3. Jika keadaan masih seperti itu bagaimana mau hidup tenang.....dan kalau orang jawa ini disebut kalabendu (jaman kegelapan)....

Dan yang namanya ndeso/katrok...itu sebenarnya bukan manusianya itu dari wilayah atau daerahnya: tapi pola pikirnya seseorang.
Kalau d indonesia sendiri saja, gengsi mereka lebih tinggi karena jelas tidak pengtehuan dan fasilitas yang menampung dari keluh kesah rakyatnya...
Contohnya, penggunaan sesuatu pada negara2 berkembang masih belum memikirkan untung ruginya dan bermanfaat.
Ya karena fasilits tersebut masih minim....

Suwun
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
gimbik
Pengawas


Lokasi : Nori One
Reputation : 6
Join date : 04.03.08

PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Tue May 20, 2008 5:55 am

perlu pemahaman yang lebih dan pengertian yang bukan saja mengerti
tetapi benar2 mengerti dan memahaminya bukan sekedar paham saja

_________________
I know the Lord will make a way for me
Mampir Dunk==> Bola
Disini Juga ==> Site
OK Zone ===> Blog
Dengerin Lagunya ===>> my world
Kembali Ke Atas Go down
http://profiles.friendster.com/imbik
maniss
Koordinator


Lokasi : Jakarta
Reputation : 7
Join date : 04.04.08

PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Wed May 21, 2008 6:09 pm

Harus sering berkaca, menggunakan kaca 7 dimensi.

_________________
NRIMO ING PANDOEM
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Wed May 21, 2008 7:36 pm

Kalau pola pikir masyarakat indonesia seperti itu ya akan sama saja......merdeka berarti hanya untuk kemewahan dan bagi ketertindasan yang di bawah.
Jadi ya memang kalau di lihat di ibukota/kota-kota besar...bahwa, masyarakat yang dari kampung/udik biasanya pola pikirnya masih terbelakang, dan bahakan jika mempunyai harta lebih akan pamer dan sok berkuasa....


Contohnya sudah banyak....dan tidak perlu saya jelaskan satu persatu.....

Mari intropeksi diri sediri, siapa yang terbelakang dan maju....
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
maniss
Koordinator


Lokasi : Jakarta
Reputation : 7
Join date : 04.04.08

PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Thu May 22, 2008 1:37 pm

Wonosingo Ngali Kidul wrote:
Kalau pola pikir masyarakat indonesia seperti itu ya akan sama saja......merdeka berarti hanya untuk kemewahan dan bagi ketertindasan yang di bawah.
Jadi ya memang kalau di lihat di ibukota/kota-kota besar...bahwa, masyarakat yang dari kampung/udik biasanya pola pikirnya masih terbelakang, dan bahakan jika mempunyai harta lebih akan pamer dan sok berkuasa....


Contohnya sudah banyak....dan tidak perlu saya jelaskan satu persatu.....

Mari intropeksi diri sediri, siapa yang terbelakang dan maju....

YANG TERBELAKANG ono mburiku mas, YANG MAJU neng ngarepku.
dance dance dance

_________________
NRIMO ING PANDOEM
Kembali Ke Atas Go down
Wonosingo Ngali Kidul
Pengawas


Lokasi : Gunungkidul
Reputation : 20
Join date : 06.05.08

PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Thu May 22, 2008 7:10 pm

Yo bener tur nganggo thiwul..........

ngakak ngakak ngakak ngakak
Kembali Ke Atas Go down
https://www.facebook.com/mahesatunggalika
Sponsored content




PostSubyek: Re: Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..   Today at 1:02 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Cuman sekedar berita, bukan sindiran... Sumpooaahh..
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FKOGK :: LOUNGE 'N CHIT-CHAT :: Teras Nongkrong-
Navigasi: