| | Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan | |
| |
| Pengirim | Message |
|---|
Wonosingo Ngali Kidul PENGAWAS


   Age : 63 Sejak : 06 May 2008 Post : 3412 Lokasi : Segoro Kidul Points :
   (285/500)
 | Subyek: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Fri May 16, 2008 11:21 am | |
| Bagi yang bisa menulis kata - kata mutiara atau pepatah atau wejangan mari berbagi bersama di sini...
Suwun |
|  | | Wonosingo Ngali Kidul PENGAWAS


   Age : 63 Sejak : 06 May 2008 Post : 3412 Lokasi : Segoro Kidul Points :
   (285/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Fri May 16, 2008 11:22 am | |
| Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus. |
|  | | nugraha Warga


Sejak : 26 Mar 2008 Post : 14 Points :
  (0/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Sun May 18, 2008 9:14 pm | |
| NARIMO ING PANDUM
ADIL TIDAK HARUS RATA TAPI RATA PASTI ADIL |
|  | | Wonosingo Ngali Kidul PENGAWAS


   Age : 63 Sejak : 06 May 2008 Post : 3412 Lokasi : Segoro Kidul Points :
   (285/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Mon May 19, 2008 11:49 am | |
| Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Seseorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya ,cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapanny |
|  | | Wonosingo Ngali Kidul PENGAWAS


   Age : 63 Sejak : 06 May 2008 Post : 3412 Lokasi : Segoro Kidul Points :
   (285/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Mon May 19, 2008 1:36 pm | |
| Jika kita ingin memerdekaan suatu masyarakat kita harus siap kehilangan kemerdekaan itu sendiri...
(Tan Malaka) |
|  | | t374bwn KOORDINATOR


   Age : 36 Sejak : 02 May 2008 Post : 800 Lokasi : Cixarank Points :
  (0/500)
 | Subyek: 6 PERTANYAAN Mon May 19, 2008 2:40 pm | |
| 6 PERTANYAAN [Kata mutiara]
Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. .. Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .
Pertama : "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ...
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar..., Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .Sebab kematian adalah PASTI adanya.....
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua : "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab : "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar... Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"... Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu.. Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga : "Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab : "gunung", "bumi", dan "matahari"...
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru, Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU"...Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...
Pertanyaan keempat adalah "Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru .., tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...
Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ..
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...
Lalu pertanyaan keenam adalah "Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru tetapi, yang paling tajam adalah "lidah manusia" Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN..., senantiasa belajar dari MASA LALU..., dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun..., dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH...., serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...??? _________________ Sedayaning kedhah kanthi kaweningipun manah.... |
|  | | Wonosingo Ngali Kidul PENGAWAS


   Age : 63 Sejak : 06 May 2008 Post : 3412 Lokasi : Segoro Kidul Points :
   (285/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Mon May 19, 2008 2:59 pm | |
| sip pokoke...
[img] [/img] |
|  | | gimbik CAMAT


   Age : 26 Sejak : 04 Mar 2008 Post : 2667 Lokasi : Nori One Points :
   (5/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Tue May 20, 2008 1:52 am | |
| | Wonosingo Ngali Kidul wrote: | sip pokoke...
[img] [/img] |
wedew' goyange mak wood wood wood _________________ BADUT PASTI BERLALU
Mampir Dunk==> Facebook
Disini Juga ==> Friendster
OK Zone ===> Blog
Dengerin Lagunya ===>> Tagged[img][/img][u] |
|  | | redbiem KOORDINATOR


 Sejak : 03 Mar 2008 Post : 932 Lokasi : dunia maya Points :
  (0/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Tue May 20, 2008 2:14 am | |
| [b] HEMAT PANGKAL KAYA.... RAJIN PANGKAL PANDAI...... BELAJARLAH MENGHARGAI ORANG LAIN KALAU KAMU MAU DIHARGAI.... [b] _________________ Di atas langit masih ada langit... SURODIRO JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
|
|  | | gimbik CAMAT


   Age : 26 Sejak : 04 Mar 2008 Post : 2667 Lokasi : Nori One Points :
   (5/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Tue May 20, 2008 3:19 am | |
| Ok mas redBiem kali ini aku langsung manut sama njenengan _________________ BADUT PASTI BERLALU
Mampir Dunk==> Facebook
Disini Juga ==> Friendster
OK Zone ===> Blog
Dengerin Lagunya ===>> Tagged[img][/img][u] |
|  | | Wonosingo Ngali Kidul PENGAWAS


   Age : 63 Sejak : 06 May 2008 Post : 3412 Lokasi : Segoro Kidul Points :
   (285/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Thu May 22, 2008 5:07 pm | |
| Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahawa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.
Jadikan dirimu bagai pohon yang rendang di mana insan dapat berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dibuat kayu api.
|
|  | | Pardjimin CAMAT


   Age : 34 Sejak : 14 Mar 2008 Post : 1083 Lokasi : Blekasi - DjogDja - GK - Semin Points :
   (100/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Wed May 28, 2008 2:43 pm | |
| empan nggo papan (menempatkan segala sesuatu itu pada tempatnya)
Ajining diri gumantung soko kedaling lathi, (harga diri seseorang itu tergantung dari tatacara dia bicara) Ajining Rogo gumantung soko Busono (harganya raga ini tergantung pada cara berpakaian kita) |
|  | | redbiem KOORDINATOR


 Sejak : 03 Mar 2008 Post : 932 Lokasi : dunia maya Points :
  (0/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Tue Jun 03, 2008 4:35 am | |
| Minggu ini saya kirimkan cerita yang saya terima dari seorang teman, semoga cerita ini berguna bagi anda.
Bagian Tubuh Terpenting.
Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakanmu lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita." Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.
Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar "hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kandang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang akan melupakan apa yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan... Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.
sumber dari milis EKAMAS _________________ Di atas langit masih ada langit... SURODIRO JAYANINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
|
|  | | dhoweh212 KORLAP


   Age : 24 Sejak : 18 May 2008 Post : 107 Lokasi : Batam/S'Pore Points :
  (0/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Tue Jun 03, 2008 9:17 pm | |
| Kematianku
Aku mati sebagai mineral dan menjelma sebagai tumbuhan, aku mati sebagai tumbuhan dan lahir kembali sebagai binatang. Aku mati sebagai binatang dan kini manusia. Kenapa aku harus takut? Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi, aku masih harus mati sebagai manusia, dan lahir di alam para malaikat. Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat, aku masih harus mati lagi; Karena, kecuali Tuhan, tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat, aku masih akan menjelma lagi dalam bentuk yang tak kupahami. Ah, biarkan diriku lenyap, memasuki kekosongan, kasunyataan Karena hanya dalam kasunyataan itu terdengar nyanyian mulia;
"Kepada Nya, kita semua akan kembali"
Ia berkata, "Siapa itu berada di pintu?" Aku berkata, "Hamba sahaya Paduka." Ia berkata, "Kenapa kau ke mari?" Aku berkata, "Untuk menyampaikan hormat padamu, Gusti." Ia berkata, "Berapa lama kau bisa bertahan?" Aku berkata, "Sampai ada panggilan." Aku pun menyatakan cinta, aku mengambil sumpah Bahwa demi cinta aku telah kehilangan kekuasaan. Ia berkata, "Hakim menuntut saksi kalau ada pernyataan." Aku berkata, "Air mata adalah saksiku, pucatnya wajahku adalah buktiku." Ia berkata, "Saksi tidak sah, matamu juling." Aku berkata, "Karena wibawa keadilanmu mataku terbebas dari dosa."
Syair religius di atas adalah cuplikan dari salah satu puisi karya penyair sufi terbesar dari Persia, Jalaluddin Rumi. |
|  | | t374bwn KOORDINATOR


   Age : 36 Sejak : 02 May 2008 Post : 800 Lokasi : Cixarank Points :
  (0/500)
 | Subyek: Re: Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan Wed Jun 04, 2008 1:08 pm | |
| Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak supaikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ----- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata: "Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ----KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : "Minumlah nak, aku tidak haus!"----KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"--------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit"--------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" --------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan"---------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan :" Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Ditengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari. (By Risman P.) _________________ Sedayaning kedhah kanthi kaweningipun manah.... |
|  | | | Berbagi Kata - kata Mutiara / Petuah / Wejangan | |
|
| Halaman 1 dari 13 | Pilih halaman : 1, 2, 3 ... 11, 12, 13  |
| | Permissions of this forum: | Anda tidak dapat menjawab topik
| |
| |
| | Top posters | | Wonosingo Ngali Kidul | | | gimbik | | | japrax | | | SAPTO SARDIYANTO | | | k_lop | | | sug3st | | | dewalangit | | | siti rahayu | | | giadi_pcs | | | Mase_ | |
|
| Info |
|---|
 |
| Pasang Badge di Blog |
|---|
 Copy kode di bawah ini:
|
| IKLAN |
|---|

 |
| Webstats |
|---|
 |
|